Dear Trina, Apakah teknik2 PCR yang anda lakukan ini juga dilakukan di Indonesia ? Saya tahu beberapa alat PCR di Lab Mikrobiologi UI. Tetapi mereka menggunakannya utk mikrobiologi klinik. Belum sampai ke fossil, tentunya sampel preparasinya akan sangat berbeda. Namun masih manual, belum otomatis. Apakah alat-alatnya juga sama ?
Selama ini sepertinya biaya utk PCR dalam isolasi DNA masih relatip mahal (100-200 ribu rups .... ini harga utk kebutuhan klinis looh (Rumah Sakit). Reagent-reagent kitsnya pun kebanyakanmasih impor. Saya ngga tau apakah Trina tahu dimana ada reagent kits yg dibuat didalam negeri yg mungkin lebih ekonomis. Kalau boleh Trina cerita Donk buat temen-temen IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) ini tentang identifikasi DNA. Dasar teori yang basic-basic dasar bagian bottom yg paling mudah saja lah. Thx RDP On 2/8/06, Trina Tallei <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dream can come true. Who knows. Sejauh ini filogenetik > (berdasarkan sekuens DNA) oleh kami dianggap bisa > meluruskan sejarah. Kalau di biologi, taksonomi > Linneaus itu berdasarkan morfometri dan penampakan > fenotipe, sedangkan karakter seperti itu sangat bias > dan memerlukan orang-orang yang sangat terlatih, > apalagi untuk membedakan spesies-spesies kriptik (yang > sulit dibedakan secara morfologi). Akan tetapi dengan > sekuens DNA, semuanya serba pasti karena unit terkecil > pembangun makhluk hidup adalah DNA (pastinya beda > kalau bicara soal nanomolecular, ngomongin atom-atom). > Nah yang kami lakukan adalah menempatkan kembali > posisi living organisms dalam letak yang sesungguhnya > dalam evolusinya. Mengenai apakah kita bisa mastikan > apakah yang kita ekstrak dari fosil itu adalah ancient > DNA atau bukan kontaminan, mestinya ditemani oleh > metode pembanding lainnya, misalnya dengan peluruhan > karbon radioaktif dari DNA yang diisolasi, kalau > sampelnya cukup. Dengan teknik PCR, dengan sampel yang > sangat sangat sedikit pun, DNA bisa diperbanyak, > diamplifikasi. Sebagai contoh, dari segi forensik, di > mana sampel yang ada misalnya hanya ada satu rambut > suspect (harus ada akar rambutnya), kita bisa melacak, > rambutnya siapa. > > Dalam membuat pohon filogenetik kita masih merujuk ke > klasifikasi konvensional, karena dari situlah kita > beranjak, dan kemudian meluruskan posisi organisme > tertentu yang kami anggap salah letak. > > Mengenai DNA yang diambil dari fosil (barangkali > masing-masing bidang ilmu memiliki masing-masing > penjelasan mengenai apa itu fosil) tentunya bukan DNA > utuh karena pastinya sudah terfragmetasi, sehingga > kalau pun kita membangunkan kembali dinosaurus, > mimpinya masih sangat jauh, karena kita harus tau > pasti the whole sekuens dari genom dinosaurus. Kalau > pun sudah tahu, living organism itu sangat kompleks, > dan tidak sama dengan bakteri yang one gene one > product. Pada eukariot itu one product could be > expressed by multigenes, even hundred of genes. > > > > --- Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > WOW sangat menarik DNA on Fossil > > > > Kalau saja DNA ini terpreserved sangat bagus di > > alam, tentunya > > perkembangan teori evolusi dsb bisa lebih jelas. > > Studi mengenai DNA > > pada fossil ini sudah berjalan beebrapa waktu > > silahkan klick : > > http://www.mhrc.net/ancientDNA.htm > > Abstract dari studi-studi inipun sepertinya > > "menjanjikan" pencerahan > > dimasa datang. > > Nantinya kalau DNA dapat dipakai utk menentukan umur > > ... huebatt deh. > > Saat ini memang kebanyakan masih berada di dunia > > riset, belum nyampai > > ke bisnis. Kecuali bisnis Science Fiction Movie ... > > but it's a good > > dream > > > > RDP > > On 2/7/06, [EMAIL PROTECTED] > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ini ada pendapat dari teman yang bekerja banyak di > > dna ..... barangkali > > > memang perlu biomoleculair untuk bidang geologi: > > > salam > > > widya > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > -- --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

