Kalau kita bicara energi alternatif ( diluar Migas dan Batubara ) Rasanya yang paling Deket dengan dunia Geologi adalah Geothermal. mengingat untuk mendapatkan komoditi ini , tahapan/proses yang harus dilakukan mirip dg di Migas ( eksplorasi , eksplotasi/pengeboran sumur sumur ). bedanya untuk jadi duit , komoditi ini setelah ditemukan tdk laku dijual , sebelum dikonversikan menjadi bentuk lain ( energi listrik) , jadi takarannya bukannya Volume/Berat tapi satuan energi ( Kwh). Kalau Migas kan langsung ketemu langsung laku,Karena geothermal ini hanya laku di dalam negeri ( tdk ngikuti pasar interntiaonal) maka harga komoditi ini seperti harganya beras, antara daerah yang satu dg yg lain berbeda beda ( harga di jakarta akan lain dg di Pakanbaru ), karena masing masing daerah menggunakan formula yg berbeda beda. Contoh , untuk Geothermal di Kamojang ( Pertamina ) menggunakan rumus harga per Kwhnya : 0,80 x harga eceran minyak bakar x faktor konversi minyak ke listrik ( 0.28) atau dg harga minyak bakar kira kira Rp.3000,-/ l maka harga uap panasbumi di Kamojang saat ini = Rp.672,- atau 7,2 c$/Kwh ( 1 $ = 9300 ), Tidak Jauh dari Kamojang ini ada Geothernal Darajat yang dioperatori oleh Amoseas/Chevron , dia menjualnya dg Formula harga yang berbeda , tidak mengaitkan dg harga minyak bakar (MFO) seperti di mPertamina tadi, tapi mengaitkannya dengan Base Resource Price, Generating, Monitery Exchange Rate Factor dan Inflation Indek ( perhitungannya libih rumit lagi ) dan harganya dg Dollar ( bukan rupiah lagi )dan hasilnya( harganya) akan berbeda, meskipun dalam "satu Cekungan", dg Kamojang ,ini baru dari sisi Feul costnya , padahal untuk menjadi listrik harus ada "mesin pengubahnya" , makanya dari struktur harganya ( production costnya ) masih ada komponen modal/capital cost dan operasi& pemeliharaan ( O&M cost nya), itulah prinsip sederhana perhitungan harga Geothermal. Disisi regulasipun yo Jlimet karena dipayungi oleh dua UU ( UU panasbumi dan UU listrik) , belum lagi sana sini kena "palak" , ada , haraga awal / daerah ,iuran eksplorasi, ada bonus, ada restribusi daerah,ada pajak, dan pungutan pungutan lain, ini semua akan menjadikan struktur harga yang "tinggi". Dari segi Performance Pembangkit, ternyata Geothermal ini , adalah satu satunya Pembangkit yang Kualitas maupun kuantitas suplai energi primernya tetap/konstan,sehingga dapat menghasilkan daya mampu maksimal sepanjang masa ( contoh Kamojang sudah 25 thn lebih ), Tolok ukur utama ( spek) dari Geothermal ini ada di parameter Tekanan dan Temperatur , disaamping TDS, silika dan NCG , dari data dari lapangan lapangan Geothermal yang ada ( mulai Kamojang , Salak . Darajat sampai Lahendong) Parameter parameter tsb Tetap sepanjang masa ( T dan P konstan) sehingga mesin dapat berfunsi dg baik , (padahal kalau Air sangat dipengaruhi oleh cuaca dan daerah aliran sungai ) Jadi dari segi Teknis dan Potensi si Geothermal ini tdk jadi masalah .Kalau pembangkit lain ( batubara,BBM ) Boilernya buatan manusia , maka kalau panasbumi ini Boilernya ada didalam tanah, sehingga tdk perlu tender tender pengadaan, dsb...... jadinya yang dihasilkan dari Boiler ( P&T) stabil . Kenapa tidak berkembang , bukannya tidak ada Duit nya, tapi yg punya duit tidak mau bekerja/invest , karena prosedur susah dan produksinya mahal jualnya "murah". Kesusahan ini bisa di minimalkan kalau ( salah satunya) dg mereduksi di aturan mainnya. Selama ini tdk dilakukan ya , hanya jadi wacana saja , bahwa energi alternatif perlu dikembangkan.( Jadi Geothermal ini ya Tetuko juga , sing tuku ora teko,sing teko ora tuku )

Ism


----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, February 20, 2006 7:44 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?


saya juga heran kayaknya di jawa terutama jabar kan banyak energi
alternative seperti geothermal...tapi kok sering jadi masalah ya..?
apakah memang perhitungan secara teknis energi geothermal itu tidak
menguntungkan atau karena sarat beban politik..?
padahal kayaknya geothermal  itu energi bersih yang enggak akan habis
...cuma butuh air saja yang dimasukkan ke lubang bor , panas dan jadi
steam.

atau  energi PLTA yang enggak akan habis juga  kayak di jatiluhur dan
saguling...memanfaatkan energi kinetik dan potential dari air...

yang menarik lagi energi matahari yang bisa disimpen di bateri (Indonesia
kan banyak sinar matahari)...jadi saat enggak ada matahari ..bateri yang
berfungsi..begitu ada matahari baterenya ngisi lagi....

saya malah tidak begitu optimis dengan energi kelapa sawit karena
bagaimanapun kelapa sawit butuh waktu untuk tumbuh ....
atau mungkin kalau ada rekayasa genetika yang bisa membuat tanaman kelapa
sawit yang cepat berkembang biak sehingga tidak perlu lahan yang luas dan
waktu yang lama untuk menanamnya....

dulu ada temen dari mesin yang TAnya bikin alat untuk merubah energi panas
dari knalpot yang bisa digunakan untuk ngisi battery  yang bisa dipakai
untuk hal lain..

Sepertinya masalah sekarang orang belum berinvestasi secara maksimum di
energi alternative karena merasa masih ada bbm...
tapi yang pasti pada akhirnya nanti yang punya alternative energi yang akan
makmur...

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852




                     "Leonard
Lisapaly" To: <[email protected]>
                     <[EMAIL PROTECTED]        cc:
jason.com> Subject: RE: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?

                     20/02/2006 08:18
                     AM
                     Please respond to
                     iagi-net







Statement habisnya minyak bisa benar bisa tidak. Yang urgent sekarang
adalah
"hemat energi".

Photovoltaic setahu saya digunakan oleh DKP untuk penerangan di pulau2
terpencil, hanya saya pikir efisiensinya masih sangat rendah.

LL

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, February 20, 2006 7:03 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?

Diskusi ini mengingatkan saya pada kunjungan menristek ke Bpn baru baru ini
dan beliau diundang sama IAITB Kaltim untuk ramah tamah.
Katanya (saya nggak hadir tapi minta dibriefing sama temen yang hadir)
agenda
energi indonesia yang akan datang adalah :
- gas
-  batu bara :
-  nuklir

apakah menristek tidak menyadari bahwa : penambangan batu baru di indo kan
systemnya 'pengelupasan lapisan' karena batubarunya relative tipis ( <50m)
dengan penyebaran luas ..... kayak apa nanti environment hancurnya
...disamping combustion dari batu bara bisa menghasilkan hujan asam .......
nuklir sih katanya ada uranium yang bisa ditambang di kalteng jadi kita
tidak
tergantung luar negri .... boleh boleh aja ....  negara negara eropa barat
sumber utama energinya kan nuklir ( untuk perancis dan jerman sampai 80 %)

kenapa nggak ada geothermal, photovoltaic dan biodiesel (dari sawit) dalam
agenda indo saya juga rada heran ..... indo kan punya sumber berlimpah
untuk
ketiga barang ini .....

o iya  majalah mingguan 'le courier international' punya edisi khusus yang
membahas soal energi beberapa bulan yang lalu ...sangat menarik salah satu
pernyataannya :  walaupun kita tanami semua lahan productive dimuka bumi
dengan kelapa sawit, kita tidak bisa menghasilkan cukup biodiesel untuk
memenuhi rate spending energi saat ini, selain itu kalau kita tanami semua
lahan productive dengan kelapa sawit kita mau makan apa dong, dimana kita
mau
tanam padi, gandum, jagung dsbnya itu .... sumber energi biodiesel akan
merebut ladang padi kita ...... tapi mong omong beberapa hari yll saya
lihat
di bbc katanya US baru saja membuat roadmap untuk pemakaian energi dengan
campuran 50 % biodiesel dalam 10 tahun kedepan...... nah lho kita lihat
saja
apa kita akan kelaparan kedepan ini .....




|---------+---------------------------->
|         |           "Rovicky Dwi     |
|         |           Putrohari"       |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]|
|         |           m>               |
|         |                            |
|         |           19/02/2006 10:37 |
|         |           PM               |
|         |           Please respond to|
|         |           iagi-net         |
|         |                            |
|---------+---------------------------->

----------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------|
 |
|
 |       To:       [email protected]
|
 |       cc:
|
 |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its
Peak?                                        |

----------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------|




Saya belum tahu persisnya bagaimana dengan HubbertPeak theory ini.
Tapi yg saya tahu bahwa selalu saja ada jalan keluar dari peradaban dunia
ini
yg ternyata tidak kembali ke masa lampau.

Saya sih tidak sependapat dengan kemungkinan DarkAges (zaman
kegelapan) akan menyelimuti peradaban manusia. Saya yakin akan ada
alternatif
pengganti sumber energi. Ketakutan DarkAges ini seringkali dipicu dengan
habisnya minyak sebagai "sumber utama" energi (energy sources).
Dari mong omong dengan temen-temen pemerhati energi tertuang bahwa ternyata
harga pembangkitan energy listrik itu termurah ya dengan PLT Nuklir.
Besarnya
biaya pembangkitan energi listrik : utk PLTN biaya sebesar 2 sen E/kWh
adalah
biaya bahan bakar dan biaya operasi&pemeliharaan PLTN. Kalau ditambah biaya
modal(capital cost)
5-6 sen/kWh, biaya pembangkitan PLTN antara 6-7 sen/kWh. Sedangkan biaya
pembangkitan dari PLTU batubara di Indonesia 3,5  sen/kWh.

PLTD Diesel atau migas) masih yg termahal namun saat ini sudah banyak yg
terpasang dan beroperasi.

Energi migas memang masih diperuntukkan untuk transportasi dengan efisiensi
energi paling rendah hilangnya friksi disetiap kendaraan berBBM merupakan
indikasi pemborosan terbanyak pemanfaatan energi, Hasil penelitian
menunjukkan hingga 71% energy loss (Source: Mobil Technology Company).

Saat ini Listrik dipakai utk hidup sehari-hari dan juga industri.  Di Jawa
energi listrik merupakan energi utama namun pemanfaatannya lebih banyak utk
kebutuhan konsumsi dan hura-hura, penggunaan malam hari dan kalau dilihat
jam
pemakaiannya merupakan pemakaian untuk penerangan Mall dan sarana hiburan.
lihat grafik yg saya buat di tahun 2005 silahkan klick disini :
http://rovicky.blogspot.com/2006/01/hemat-listrik-siapa-targetnya.html
)

Saat ini ketakutan terhadap krisis energi masih hanya menyentuh sisi
"supply". Indonesia sebenernya tidak perlu khawatir dari sisi sumberdaya
alamnya,  Indonesia tentunya masih memiliki sumber2 energi lain. Kampanya
Pak
ADB tentang hinder potential minyak saja masih banyak yg belum tergali baik
potensi maupun cadangannya. Namun yg disayangkan adalah lemahnya Indonesia
(dan mungkin dunia) adalah melihat sisi "demand". Sisi demand yg masih
sarat
dengan pemborosan (low efisiensi) ini sangat jarang yg menyentuh.

Salam
RDP

On 2/19/06, Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya tidak punya yang lebih baik.. ini hasil yang menarik untuk
disimak...hanya kelihatannya terlalu pesimis... Saya kira.kita akan
balapan
antara alternatif energy dan era eksplorasi besar2an. Tidak lupa unsur
politik yang dapat memicu banyak hal yang unpredictable.  It just
another statistic...Saya yakin kita akan mengalami peak dari oil one
more time....Walapun ini hanya omongan diwarung kopi no hard evidence
yet..., just confident...

Regards,

Ben Sapiie





----- Original Message -----
From: "Putrohari, Rovicky" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, February 19, 2006 6:15 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?


> Why you think he is wrong?
> Barangkali pak Ben punya "ramalan" lain yg tidak sependapat artinya
tidak
> se7 (menyalahi salam nih :) . Ga se7 dr sisi Hubbert peak-nya atau
tanggal
> peak-nya, atau dark ages-nya?
>
> Salam
> Rdp
>
> --------------------------
> Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
>
>
> -----Original Message-----
> From: Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected] <[email protected]>
> Sent: Sun Feb 19 18:45:17 2006
> Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>
> I think he is wrong!!!
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Paulus Tangke Allo" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Saturday, February 18, 2006 10:41 PM
> Subject: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>
>
>> Princeton University geology Professor Kenneth Deffeyes has been
>> studying world petroleum production data and has come to the
>> conclusion that the world hit peak oil last December 16, 2005.
>>
>> If he is correct, total world oil production will never surpass
>> what was produced last December.
>>
>>>From the article:
>> "By 2025, we're going to be back in the Stone Age."
>>
>> lengkapnya bisa dilihat di:
>> http://www.princeton.edu/hubbert/current-events.html
>>
>>
>> --pta
>>
>> -------------------------------------------------------------------
>> -- To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
>> : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> -------------------------------------------------------------------
>> --
>>
>>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------
> - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
> : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> --------------------------------------------------------------------
> -
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------
> - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
> : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> --------------------------------------------------------------------
> -
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi :
M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




--
--Writer need 10 steps faster than readeR --

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst :
Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged
information and should not be copied or disclosed to, or otherwise used by,
any other person. If you are not a named recipient, please contact the
sender
and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst :
Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke