>
  Pak Is,

  Memang kalau melihat kenyataan ini ,kita ini memang benar benar
  negara BBM (Benar Benar Mabok).
  Disamping segala restribusi dari daerah (RT/RW/Desa / Kabupaten dsb)  ,
  yang istilah kerennya "community development" , masih ada hal lain
  yaitu "sok kuasa".
  Apa tidak "mabok" , kalau Pemda sampai bisa membblokir peralatan agar
  tidak sampai kelokasi , karena tuntutan-nya belum sekali lagi "belum"
  diluluskan.
  Ini terjadi al. di Garut untuk operasi geothermal Amoseas, apa bukan
  hukum rimba ini namanya !!!!


  Si - Abah.

_______________________________________________________________________

  Kalau kita bicara energi alternatif ( diluar Migas dan Batubara ) Rasanya
> yang paling Deket dengan dunia Geologi adalah Geothermal. mengingat untuk
> mendapatkan komoditi ini , tahapan/proses yang harus dilakukan mirip dg di
> Migas ( eksplorasi , eksplotasi/pengeboran sumur sumur ). bedanya untuk
> jadi
> duit , komoditi ini setelah ditemukan tdk laku dijual , sebelum
> dikonversikan menjadi bentuk lain ( energi listrik) , jadi takarannya
> bukannya Volume/Berat tapi satuan energi ( Kwh). Kalau Migas kan langsung
> ketemu langsung laku,Karena geothermal ini hanya laku di dalam negeri (
> tdk
> ngikuti pasar interntiaonal) maka harga komoditi ini seperti harganya
> beras,
> antara daerah yang satu dg yg lain berbeda beda ( harga di jakarta akan
> lain
> dg di Pakanbaru ), karena masing masing daerah menggunakan formula yg
> berbeda beda.
> Contoh , untuk Geothermal di Kamojang ( Pertamina ) menggunakan rumus
> harga
> per Kwhnya : 0,80 x harga eceran minyak bakar x faktor konversi minyak ke
> listrik ( 0.28) atau dg harga minyak bakar kira kira Rp.3000,-/ l maka
> harga
> uap panasbumi di Kamojang saat ini = Rp.672,- atau 7,2 c$/Kwh ( 1 $ =
> 9300 ), Tidak Jauh dari Kamojang ini ada Geothernal Darajat yang
> dioperatori
> oleh Amoseas/Chevron , dia menjualnya dg Formula harga yang berbeda ,
> tidak
> mengaitkan dg harga minyak bakar (MFO) seperti di mPertamina tadi, tapi
> mengaitkannya dengan Base Resource Price, Generating, Monitery Exchange
> Rate
> Factor dan Inflation Indek  ( perhitungannya libih rumit lagi ) dan
> harganya
> dg Dollar ( bukan rupiah lagi )dan hasilnya( harganya) akan berbeda,
> meskipun dalam "satu Cekungan", dg Kamojang ,ini baru dari sisi Feul
> costnya
> , padahal untuk menjadi listrik harus ada "mesin pengubahnya" , makanya
> dari
> struktur harganya ( production costnya ) masih ada komponen modal/capital
> cost dan operasi& pemeliharaan ( O&M cost nya), itulah prinsip sederhana
> perhitungan harga Geothermal.
> Disisi regulasipun yo Jlimet karena dipayungi oleh dua UU ( UU panasbumi
> dan
> UU listrik) , belum lagi sana sini kena "palak" , ada , haraga awal /
> daerah
> ,iuran eksplorasi, ada bonus, ada restribusi daerah,ada pajak, dan
> pungutan
> pungutan lain, ini semua akan menjadikan struktur harga yang "tinggi".
> Dari segi Performance Pembangkit, ternyata Geothermal ini , adalah satu
> satunya Pembangkit yang Kualitas maupun kuantitas suplai energi primernya
> tetap/konstan,sehingga dapat menghasilkan daya mampu maksimal sepanjang
> masa
> ( contoh Kamojang sudah 25 thn lebih ), Tolok ukur utama ( spek) dari
> Geothermal ini ada di parameter Tekanan dan Temperatur , disaamping TDS,
> silika dan NCG , dari data dari lapangan lapangan Geothermal yang ada (
> mulai Kamojang , Salak . Darajat sampai Lahendong) Parameter parameter tsb
> Tetap sepanjang masa ( T dan P  konstan) sehingga mesin dapat berfunsi dg
> baik , (padahal kalau Air sangat dipengaruhi oleh cuaca dan daerah aliran
> sungai ) Jadi dari segi Teknis dan Potensi si Geothermal ini tdk jadi
> masalah .Kalau pembangkit lain ( batubara,BBM ) Boilernya buatan manusia ,
> maka kalau panasbumi ini Boilernya ada didalam tanah, sehingga tdk perlu
> tender tender pengadaan, dsb...... jadinya yang dihasilkan dari Boiler (
> P&T) stabil .
> Kenapa tidak berkembang , bukannya tidak ada Duit nya, tapi yg punya duit
> tidak mau bekerja/invest , karena prosedur susah dan produksinya mahal
> jualnya "murah".  Kesusahan ini bisa di minimalkan kalau ( salah satunya)
> dg
> mereduksi di aturan mainnya. Selama ini tdk dilakukan ya , hanya jadi
> wacana
> saja , bahwa energi alternatif perlu dikembangkan.( Jadi Geothermal ini ya
> Tetuko juga , sing tuku ora teko,sing teko ora tuku )
>
> Ism
>
>
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, February 20, 2006 7:44 AM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>
>
>> saya juga heran kayaknya di jawa terutama jabar kan banyak energi
>> alternative seperti geothermal...tapi kok sering jadi masalah ya..?
>> apakah memang perhitungan secara teknis energi geothermal itu tidak
>> menguntungkan atau karena sarat beban politik..?
>> padahal kayaknya geothermal  itu energi bersih yang enggak akan habis
>> ...cuma butuh air saja yang dimasukkan ke lubang bor , panas dan jadi
>> steam.
>>
>> atau  energi PLTA yang enggak akan habis juga  kayak di jatiluhur dan
>> saguling...memanfaatkan energi kinetik dan potential dari air...
>>
>> yang menarik lagi energi matahari yang bisa disimpen di bateri
>> (Indonesia
>> kan banyak sinar matahari)...jadi saat enggak ada matahari ..bateri yang
>> berfungsi..begitu ada matahari baterenya ngisi lagi....
>>
>> saya malah tidak begitu optimis dengan energi kelapa sawit karena
>> bagaimanapun kelapa sawit butuh waktu untuk tumbuh ....
>> atau mungkin kalau ada rekayasa genetika yang bisa membuat tanaman
>> kelapa
>> sawit yang cepat berkembang biak sehingga tidak perlu lahan yang luas
>> dan
>> waktu yang lama untuk menanamnya....
>>
>> dulu ada temen dari mesin yang TAnya  bikin alat untuk merubah energi
>> panas
>> dari knalpot yang bisa digunakan untuk ngisi battery  yang bisa dipakai
>> untuk hal lain..
>>
>> Sepertinya masalah sekarang orang belum berinvestasi secara maksimum di
>> energi alternative karena merasa masih ada bbm...
>> tapi yang pasti pada akhirnya nanti yang punya alternative energi yang
>> akan
>> makmur...
>>
>> Regards
>>
>> Kartiko-Samodro
>> Telp : 3852
>>
>>
>>
>>
>>                      "Leonard
>>                      Lisapaly"                To:
>> <[email protected]>
>>                      <[EMAIL PROTECTED]        cc:
>>                      jason.com>               Subject:  RE: [iagi-net-l]
>> Has World Oil Production Passed Its Peak?
>>
>>                      20/02/2006 08:18
>>                      AM
>>                      Please respond to
>>                      iagi-net
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Statement habisnya minyak bisa benar bisa tidak. Yang urgent sekarang
>> adalah
>> "hemat energi".
>>
>> Photovoltaic setahu saya digunakan oleh DKP untuk penerangan di pulau2
>> terpencil, hanya saya pikir efisiensinya masih sangat rendah.
>>
>> LL
>>
>> -----Original Message-----
>> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Monday, February 20, 2006 7:03 AM
>> To: [email protected]
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>>
>> Diskusi ini mengingatkan saya pada kunjungan menristek ke Bpn baru baru
>> ini
>> dan beliau diundang sama IAITB Kaltim untuk ramah tamah.
>> Katanya (saya nggak hadir tapi minta dibriefing sama temen yang hadir)
>> agenda
>> energi indonesia yang akan datang adalah :
>> - gas
>> -  batu bara :
>> -  nuklir
>>
>> apakah menristek tidak menyadari bahwa : penambangan batu baru di indo
>> kan
>> systemnya 'pengelupasan lapisan' karena batubarunya relative tipis (
>> <50m)
>> dengan penyebaran luas ..... kayak apa nanti environment hancurnya
>> ...disamping combustion dari batu bara bisa menghasilkan hujan asam
>> .......
>> nuklir sih katanya ada uranium yang bisa ditambang di kalteng jadi kita
>> tidak
>> tergantung luar negri .... boleh boleh aja ....  negara negara eropa
>> barat
>> sumber utama energinya kan nuklir ( untuk perancis dan jerman sampai 80
>> %)
>>
>> kenapa nggak ada geothermal, photovoltaic dan biodiesel (dari sawit)
>> dalam
>> agenda indo saya juga rada heran ..... indo kan punya sumber berlimpah
>> untuk
>> ketiga barang ini .....
>>
>> o iya  majalah mingguan 'le courier international' punya edisi khusus
>> yang
>> membahas soal energi beberapa bulan yang lalu ...sangat menarik salah
>> satu
>> pernyataannya :  walaupun kita tanami semua lahan productive dimuka bumi
>> dengan kelapa sawit, kita tidak bisa menghasilkan cukup biodiesel untuk
>> memenuhi rate spending energi saat ini, selain itu kalau kita tanami
>> semua
>> lahan productive dengan kelapa sawit kita mau makan apa dong, dimana
>> kita
>> mau
>> tanam padi, gandum, jagung dsbnya itu .... sumber energi biodiesel akan
>> merebut ladang padi kita ...... tapi mong omong beberapa hari yll saya
>> lihat
>> di bbc katanya US baru saja membuat roadmap untuk pemakaian energi
>> dengan
>> campuran 50 % biodiesel dalam 10 tahun kedepan...... nah lho kita lihat
>> saja
>> apa kita akan kelaparan kedepan ini .....
>>
>>
>>
>>
>> |---------+---------------------------->
>> |         |           "Rovicky Dwi     |
>> |         |           Putrohari"       |
>> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
>> |         |           m>               |
>> |         |                            |
>> |         |           19/02/2006 10:37 |
>> |         |           PM               |
>> |         |           Please respond to|
>> |         |           iagi-net         |
>> |         |                            |
>> |---------+---------------------------->
>>
>>>----------------------------------------------------------------------------
>>
>> ---------------------------------------|
>>  |
>> |
>>  |       To:       [email protected]
>> |
>>  |       cc:
>> |
>>  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its
>> Peak?                                        |
>>
>>>----------------------------------------------------------------------------
>>
>> ---------------------------------------|
>>
>>
>>
>>
>> Saya belum tahu persisnya bagaimana dengan HubbertPeak theory ini.
>> Tapi yg saya tahu bahwa selalu saja ada jalan keluar dari peradaban
>> dunia
>> ini
>> yg ternyata tidak kembali ke masa lampau.
>>
>> Saya sih tidak sependapat dengan kemungkinan DarkAges (zaman
>> kegelapan) akan menyelimuti peradaban manusia. Saya yakin akan ada
>> alternatif
>> pengganti sumber energi. Ketakutan DarkAges ini seringkali dipicu dengan
>> habisnya minyak sebagai "sumber utama" energi (energy sources).
>> Dari mong omong dengan temen-temen pemerhati energi tertuang bahwa
>> ternyata
>> harga pembangkitan energy listrik itu termurah ya dengan PLT Nuklir.
>> Besarnya
>> biaya pembangkitan energi listrik : utk PLTN biaya sebesar 2 sen E/kWh
>> adalah
>> biaya bahan bakar dan biaya operasi&pemeliharaan PLTN. Kalau ditambah
>> biaya
>> modal(capital cost)
>> 5-6 sen/kWh, biaya pembangkitan PLTN antara 6-7 sen/kWh. Sedangkan biaya
>> pembangkitan dari PLTU batubara di Indonesia 3,5  sen/kWh.
>>
>> PLTD Diesel atau migas) masih yg termahal namun saat ini sudah banyak yg
>> terpasang dan beroperasi.
>>
>> Energi migas memang masih diperuntukkan untuk transportasi dengan
>> efisiensi
>> energi paling rendah hilangnya friksi disetiap kendaraan berBBM
>> merupakan
>> indikasi pemborosan terbanyak pemanfaatan energi, Hasil penelitian
>> menunjukkan hingga 71% energy loss (Source: Mobil Technology Company).
>>
>> Saat ini Listrik dipakai utk hidup sehari-hari dan juga industri.  Di
>> Jawa
>> energi listrik merupakan energi utama namun pemanfaatannya lebih banyak
>> utk
>> kebutuhan konsumsi dan hura-hura, penggunaan malam hari dan kalau
>> dilihat
>> jam
>> pemakaiannya merupakan pemakaian untuk penerangan Mall dan sarana
>> hiburan.
>> lihat grafik yg saya buat di tahun 2005 silahkan klick disini :
>> http://rovicky.blogspot.com/2006/01/hemat-listrik-siapa-targetnya.html
>> )
>>
>> Saat ini ketakutan terhadap krisis energi masih hanya menyentuh sisi
>> "supply". Indonesia sebenernya tidak perlu khawatir dari sisi sumberdaya
>> alamnya,  Indonesia tentunya masih memiliki sumber2 energi lain.
>> Kampanya
>> Pak
>> ADB tentang hinder potential minyak saja masih banyak yg belum tergali
>> baik
>> potensi maupun cadangannya. Namun yg disayangkan adalah lemahnya
>> Indonesia
>> (dan mungkin dunia) adalah melihat sisi "demand". Sisi demand yg masih
>> sarat
>> dengan pemborosan (low efisiensi) ini sangat jarang yg menyentuh.
>>
>> Salam
>> RDP
>>
>> On 2/19/06, Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> Saya tidak punya yang lebih baik.. ini hasil yang menarik untuk
>>> disimak...hanya kelihatannya terlalu pesimis... Saya kira.kita akan
>> balapan
>>> antara alternatif energy dan era eksplorasi besar2an. Tidak lupa unsur
>>> politik yang dapat memicu banyak hal yang unpredictable.  It just
>>> another statistic...Saya yakin kita akan mengalami peak dari oil one
>>> more time....Walapun ini hanya omongan diwarung kopi no hard evidence
>>> yet..., just confident...
>>>
>>> Regards,
>>>
>>> Ben Sapiie
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> From: "Putrohari, Rovicky" <[EMAIL PROTECTED]>
>>> To: <[email protected]>
>>> Sent: Sunday, February 19, 2006 6:15 PM
>>> Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>>>
>>>
>>> > Why you think he is wrong?
>>> > Barangkali pak Ben punya "ramalan" lain yg tidak sependapat artinya
>> tidak
>>> > se7 (menyalahi salam nih :) . Ga se7 dr sisi Hubbert peak-nya atau
>> tanggal
>>> > peak-nya, atau dark ages-nya?
>>> >
>>> > Salam
>>> > Rdp
>>> >
>>> > --------------------------
>>> > Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
>>> >
>>> >
>>> > -----Original Message-----
>>> > From: Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]>
>>> > To: [email protected] <[email protected]>
>>> > Sent: Sun Feb 19 18:45:17 2006
>>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>>> >
>>> > I think he is wrong!!!
>>> >
>>> >
>>> >
>>> >
>>> > ----- Original Message -----
>>> > From: "Paulus Tangke Allo" <[EMAIL PROTECTED]>
>>> > To: <[email protected]>
>>> > Sent: Saturday, February 18, 2006 10:41 PM
>>> > Subject: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>>> >
>>> >
>>> >> Princeton University geology Professor Kenneth Deffeyes has been
>>> >> studying world petroleum production data and has come to the
>>> >> conclusion that the world hit peak oil last December 16, 2005.
>>> >>
>>> >> If he is correct, total world oil production will never surpass
>>> >> what was produced last December.
>>> >>
>>> >>>From the article:
>>> >> "By 2025, we're going to be back in the Stone Age."
>>> >>
>>> >> lengkapnya bisa dilihat di:
>>> >> http://www.princeton.edu/hubbert/current-events.html
>>> >>
>>> >>
>>> >> --pta
>>> >>
>>> >> -------------------------------------------------------------------
>>> >> -- To unsubscribe, send email to:
>>> >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>>> >> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>>> >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> >> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>>> >> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>>> >> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>>> >> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
>>> >> : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>>> >> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>>> >> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>>> >> Komisi Database Geologi : Aria A.
>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>>> >> -------------------------------------------------------------------
>>> >> --
>>> >>
>>> >>
>>> >
>>> >
>>> >
>>> > --------------------------------------------------------------------
>>> > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>>> > IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>>> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>>> > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>>> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>>> > Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
>>> > : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>>> > Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>>> > Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>>> > Komisi Database Geologi : Aria A.
>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>>> > --------------------------------------------------------------------
>>> > -
>>> >
>>> >
>>> >
>>> >
>>> > --------------------------------------------------------------------
>>> > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>>> > IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>>> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>>> > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>>> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>>> > Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi
>>> > : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>>> > Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>>> > Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>>> > Komisi Database Geologi : Aria A.
>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>>> > --------------------------------------------------------------------
>>> > -
>>> >
>>>
>>>
>>>
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>>> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>>> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi :
>>> M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>>> Komisi Database Geologi : Aria A.
>>> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> --Writer need 10 steps faster than readeR --
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
>> Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>> Karst
>> :
>> Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
>> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
>> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
>> privileged
>> information and should not be copied or disclosed to, or otherwise used
>> by,
>> any other person. If you are not a named recipient, please contact the
>> sender
>> and delete the e-mail from your system.
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
>> Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
>> Karst
>> :
>> Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
>> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
>> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
>> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
>> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
>> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
>> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
>> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke