Terima kasih atas koreksinya mengenai extrusion. Tetapi saya tetap berpendapat bahwa tidak ada roll-back di back-arc basin, bahkan pada zaman Paleogene (kecuali di Paleocene, Kikim tuffs) tidak ada subduction sepanjang Sumatra, tetapi lebih bersifat transduction atau transform. Subduction baru muncul pertengahan Miocene, dengan munculnya Proto-Barisan. Di Jawa subduction telah berlangsung sejak Awal Tersier dengan interupsi, mengingat volcanism berlangsung terus sampai sekarang. Arah NNE-SSW di East Java basin tidak bisa diterangkan dengan roll-back, tetapi karena stretching karena rotasi East Sunda microcontinent yang menekan Meratus range, sehingga membentuk WNW-ESE rifting di Barito basin, dan merenggangkan kerak kontien di NE Java basin, sehingga terjadi penipisan kerak benua yang disebabkan NW-SE rifting. Titik pusat rotasi terdapat di ujung selatan dari Peg Meratus. Roll-back boleh jadi terjadi sekarang ini dengan adanya zona anomali gravitasi di Randublatung zone yang dapat merupakan awal daripada back-arc spreading.

----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, February 27, 2006 8:48 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift


Pak Koesoema,

Mungkin yang dimaksud dengan intrusion tectonics adalah extrusion tectonics ?(Tapponier, Peltzer, Le Dain, Armijo, Cobbold, 1982, Propagating extrusion tectonics in Asia, new insights from simple experiments with plasticene, Geology 10, p. 611-616).

Tetapi, extrusion tectonics akan terjadi bersamaan dengan gerak roll-back di back-arc basin akibat perlambatan subduction. Ada collision India vs Eurasia di 50 Ma, collision akan memperlambat subduction (halted), halted subduction akan menyebabkan roll-back, dan collision juga akan menyebabkan megashears yang memencar keluar dari pusat collision, megashears manifestasinya transtension yang sekaligus bisa membuka cekungan baik oleh mekanisme pull-apart maupun splay-nya yang extension.

Jadi, saya pikir, inisiasi basin2 di Sundaland itu oleh kombinasi berbagai gaya, ya rollback, ya transtension-extrusion. Khusus East Java Basin, rifts yang NE-SW nya (Central Deep dkk.) akan sejajar dengan subduction yang saat itu tengah swing menuju NE dari Late Cretaceous ke Paleogen, jadi saya pikir wajar saja kalau itu dibentuk oleh gerak roll-back. Juga, kelihatannya ia berhubungan dengan gerak rifting pemisahan Sulawesi dari Kalimantan.

 salam,
 awang

"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Memang istilah rift mempunyai pengertian berbeda-beda.
Pengertian aselinya adalah untuk grabens yang terbentuk oleh extension yang biasanya berkembang jadi oceanic opening dengan spreading center-nya mungkin
contoh adalah Makassar Strait
Tetapi di Sundaland rifting ini sebenarnya lebih bersifat transtensional,
tidak ada tanda roll back. Kalau kita perhatikan patahan yang membentuk
graben dan half-graben di Sumatra dan Jawa berarahkan utara-selatan dan
NW-SE di barat, dan NE-SW di bagian timur, sama sekali tidak tegak lurus
pada jalur subduction, atau sejajar dengan jalur subduction bila disebabkan
roll-back. Saya lebih setuju dengan teori intrusion tectonics yang
menyebabkan megashear, sehingga terjadi arah-arah patahan yang membentuk
rift-grabens yang bersifat transtensional.
Jadi rifting di Sunda craton tidak akan berkembang menjadi spreading center,
lain dengan di Kutei Basin pada Paleogene dengan Makasar Basinnya.
Makanya secara definisi istilah grabens ini bukan rift dalam pengertian
aselinya.
RPK


---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke