Kalau saya berpikir global maka aspek-aspek yg disebutkan JK dan pak Sugiharto adalah sudah benar. Artinya kalau kita berpikir produkstifitas dari sebuah project ya memang itu yg harus dilakukan. Namun kalau saja keputusan itu didasarkan atas kepentingan INDONESIA, ya KEPENTINGAN INDONESIA, maka bisa jadi akanberbeda mana yg harus didahulukan. Keputusan yg paling tepat yg dilakukan oleh seorang pejabat adalah memutuskan berdasarkan mana yg paling besar memebrikan keuntungan buat negeri ini.
Bagi seorang pejabat yg digaji dari rakyat semestinya memang harus memutuskan berdasar pertibangan demi INDONESIA. Beda kalau seseorang manager yg digaji oleh perusahaan untuk mengerjakan sesuatu tentunya keputusannya harus demi produktifitas yg menguntungkan perusahaan. Memang banyak pejabat di Indonesia ini seringkali terlalu teknis, namun seringkali tak kurang pula profesional yg justru melankolis. The descisions may be the same, but behind the scene might be different. RDP On 3/2/06, Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kata JK ada tiga aspek untuk penentuan Blok Cepu : KEUANGAN, TEKNOLOGI & > EFISIENSI > > Kata Sugiharto lima aspek untuk jadi Operatorship : > > Kemampuan mendeliver produksi sesuai target waktu yang lebih cepat > Sistem Logistik support dan maintenance yang nanti akan disediakan oleh > operator > Kesiapan financing > Kemampuan Teknologi > Pengalaman si operator dalam melakukan eksplorasi di daerah lain > Lantas sistem penilaian pada berbagai parameter itu piye? siapa yang > menilai?apakah akan di benchmark terhadap kelayakan,kemampuan, pengalaman > praktis atau dibikin penilaian head to head seperti tender? atau ada > alternatif yang paling fair. > > ah, rasa-rasanya issue utamanya selalu digeser-geser terus. Setelah masalah > legal-nya praktis "diselesaikan" dengan cantik melalui berbagai macam cara > (dari TAC hingga PSC special) hingga terakhir munculnya PP 34/2005. Kemudian > terjadi ganjalan di persoalan operatorship (B2B), "mampet" lagi saluran, > kembali melakukan permainan bilang pada yang kuasa, pressure lewat G. Inti > persoalan adalah pada keadilan sebagai operatorship, alternative tawaran > Pertamina yang bergantian setiap lima tahun ditolak mentah2 oleh Exxon, > maunya kuasai sendiri selama kontrak 30 tahun….. eeeee… untuk menampung > aspirasi yang terhormat sang investor kok ya oleh para pemegang otoritas > negeri periode 2004 – 2009 diaspirasi dengan pemunculan isu persyaratan (yg > menggunakan standar2e bule pula)…… ?, argumentasi yang akan disampaikan > kepada publik pasti tak jauh dari penilaian diatas. > > Pertamina & seluruh karyawan Pertamina pun tak nampak ada berjuang > memenangkan "pertarungan" ini ? masak nunggu IAGI bikin seminar segala se.... > > Semoga yang terhormat Presiden RI memutuskan dengan bijak sebijakbijaknya. > Amien. > > lamsalam, > ar- > > --------------------------------- > Yahoo! Mail > Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. > -- http://rovicky.blogspot.com/ --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

