Mas Bambang,

Hal lain yang harus dipikirkan tentang shale-gas play ini adalah apakah ia 
gas-prone atau oil-prone, saya pikir brown-shale di CSB sangat lakustrin (tipe 
kerogen I) dan sangat oil-prone, jelas akan lebih sulit untuk ekspulsinya 
dibanding gas (terhubung ke permeability cut off). Di samping itu, brown shale 
adalah dominantly spent source rocks, SR yang sudah menggenerasikan banyak 
hidrokarbon. Kandidat baik untuk shale-gas pay adalah generating SR atau 
potential SR. Untuk play ini, kalau ada shale di Petani malah bisa lebih baik 
dari Brown shale kelihatannya.

Statistik minimum permeability untuk flowing oil ada, tetapi serabutan, di 
Salawati, 20-30 mD masih bagus untuk flowing oil di Kais carbonates, tetapi 
light oil (volatile). Oil yang medium gravity 30an API mungkin sulit 
melewatinya (Pak Yanto Salim PetroChina Kepala Burung mungkin bisa klarifikasi 
?)

Salam,
Awang

-----Original Message-----
From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, April 07, 2006 8:15 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from Source 
Rocks

Konsep yang menarik pak Awang. Untuk fluida gas, rasanya sah-sah saja,
ini mengingat relative permeability-nya dan tentu saja viscosity-nya,
jadi, ada fracture dikit aja, brulll, gas-nya bisa keluar, nasib baik
kalau ikutan kondensat-nya. CBM juga mempergunakan prinsip yang sama.
Gas tidak dijumpai dalam fraksi bebas tetapi terikat dalam struktur
molekular-nya, itu yang menyebabkan kenapa sumur-sumur gas di CBM
diperlukan dalam jumlah yang banyak.
Kalau untuk fluida yang relative permeability-nya lebih rendah dan
viscosity-nya lebih tinggi, mungkin ceritanya sedikit berbeda.
Barangkali pak Awang punya statistik, minimum permeability yang bisa
mengalirkan minyak. Barangkali ada KPS yang sudah melakukan hal
tersebut? Yang penting ada good shows, lithology terserah. Bisa-bisa
chimney, kalau size-nya besar, bisa menjadi exploration/exploitation
target juga.
Bisa-bisa si "Brown Shale" di CSB bisa menjadi target yang menarik tuh.
Bambang
-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, April 06, 2006 12:46 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from
Source Rocks

Belakangan, konsep eksplorasi dan memproduksi gas dari serpih yang
berkualitas sebagai batuan induk ramai dikerjakan perusahaan2 pemain gas
di wilayah midcontinent US. Tak perlu lagi mencari reservoir
batupasir/karbonat/basement yang berindikasi mengandung gas, cari saja
langsung batuan induknya (serpih) bor, retakkan (fract), dan produksikan
gasnya. 
   
  Metode ini sebenarnya sudah terbukti sejak 1998, saat gas
diproduksikan dari Barnett shale (berumur Karbon) di cekungan Fort Worth
north-central Texas. Pekerjaan2 tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa
potensinya terus mengembang, bahkan ada yang memprediksikan bahwa gas
produksi gas dari Barnett shale bisa melampaui produksi gas dari
lapangan gas terbesar di US, Hugoton Field. Sebanyak 1 TCFG telah
diproduksikan dari Barnett shale ini sampai akhir 2005 kemarin ("AAPG
Explorer" edisi Februari 2006). Devon Energy, pemain gas terbesar di US
midcontinent telah mengebor sebanyak 2000 sumur produksi untuk menguras
gas di Barnett shale.
   
  Apakah hanya di Fort Worth Basin ? Tidak, belakangan ditemukan pula
shale-gas play di Fayetteville shale di Arkoma Basin (Arkansas-Oklahoma)
yang seumur dengan Barnett shale. Sebanyak 80 sumur telah dibor
operator2 gas di wilayah ini dan umumnya menemukan gas. Tebal shale
bervariasi dari 50-75 ft di Arkansas, 300 ft di bagian timur Arkoma,
sampai melebihi 1000 ft di wilayah Mississippi Embayment. 
   
  Apa syarat-syarat utama play ini ? Shale harus punya kualitas source
rock yang baik, gas-generative capacity yang baik,  harus matang,
fracturability yang tinggi-bedded (agar mudah di-frac), horizontal
drilling. Maka evaluasi geologi-geokimia yang baik, teknik horizontal
drilling dengan geo-steering yang baik, dan production dengan frac
technology  adalah mutlak diperlukan.
   
  Frac technology dalam hal ini sama saja dengan meniru proses alamiah
ekspulsi gas dari shale yang memang melalui microfracturing di fissile
zones serpih kaya organik tersebut. Maka semakin fissile shale itu
semakin baik.
   
  Kalau suatu saat ditemukan shale dengan log GR off-scale dan high
resistive, jangan dilewatkan, itu berpotensi shale-gas play. Tak perlu
reservoir, tak perlu perangkap, hanya perlu shale yang kaya organik,
matang, bor horizontal dan frac !
   
  salam,
  awang

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great
rates starting at 1¢/min.
----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and 
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any review, 
use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited.  If you are 
not the intended recipient (or authorized to receive information for the 
intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all 
copies of this message.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.3.5/303 - Release Date: 4/6/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.3.5/303 - Release Date: 4/6/2006
 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke