"Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" (orang harus menyadari dulu kebodohannya sebelum ia berusaha untuk menjadi pintar). Ingat hari Ibu Kartini, ingat kumpulan surat-suratnya kepada teman-teman Belandanya yang kemudian dibukukan berjudul "Door Duisternis tot Licht". Buku ini suka diterjemahkan sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang". Saya pikir, yang lebih cocok mewakili pemikiran2 Kartini adalah kalau diterjemahkan "Karena Kegelapan Terbitlah Terang" atau "Oleh Kegelapan Terbitlah Terang". Ini bukan hanya secara leksikal bahasa Belanda lebih mengena, tetapi juga secara maknawi lebih pas. Kartini mengeluh dalam surat2nya (semoga banyak perempuan Indonesia telah membacanya) tentang sistem (saat itu) yang membendung agar perempuan Indonesia tidak menjadi pintar - hanya cukup di dapur dan melayani suami serta anak2nya. Maka, tak heran kalau kebodohan (kegelapan akan ilmu pengetahuan) melanda mereka (bagaimana bisa menjadi pintar kalau membaca pun tidak bisa ?). Menyadari bahwa banyak kaumnya yang masih ada di dalam kegelapan, Kartini berani menentang zamannya dengan mendirikan sekolah buat kaumnya walaupun tak lama umurnya (karena terhalang "tugas klasik" pula sebagai perempuan bersuami). Baguslah ada penerus2nya sehingga perempuan2 Indonesia pun pada saat itu mulai banyak yang sepintar Kartini. Maka, tepatlah kalau Abendanon, teman senior Kartini, memberikan judul "Door Duisternis tot Licht" - oleh kegelapan kebodohan terbitlah terang kepintaran. Dalam dunia geologi, semoga makin banyak geologist wanita Indonesia yang cemerlang, yang berani mengemukakan pendapatnya, yang banyak menulis paper. Buat rekan2 saya, geologist wanita Indonesia, selamat hari Ibu Kartini, semoga bisa menangkap semangatnya ! salam, awang
Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Buat ibu-ibu IAGI....besok adalah hari Kartini ada nggak ya yg pake baju daerah ke kantor seperti jaman SD dulu ahhh.... bisa dibayangkan kalo ke kantor pake baju daerah.. yg laki bisa pake blangkon + bajubeskap + kain, atau, baju betawi + tempelan kumis jampang + sabuk gede + golok.... yg ibu-ibu pake kain kebaya, sandal jinjit, selendang, dan yg lebih eksotik pake konde dan gincu yg menor.... atau temen-temen di Freeport ke kantor pakai koteka juga boleh.... ahhh...sekedar intermezzo cinta bangsa dan memori jaman SD --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.

