Abah, Komentar saya tadi lebih bersifat general, tidak spesifik pada sistem pengamatan di Merapi..
Komentar ini muncul karena beberapa pengalaman pribadi dan beberapa rekan saat terlibat dalam pekerjaan inventarisasi dan mitigasi bencana di beberapa daerah dimana pengamatan mitigasi bencana ini , oleh beberapa oknum, dimanfaatkan sebagai ajang "proyek". Alhasil hasil yang ada hanya menjadi satu bendel dokumen tanpa ada follow up apa-apa... Saat terjadi bencana pun, dimanfaatkan sebagai ajang "proyek" untuk mengeluarkan anggaran bencana.Setelah bencana selesai, peralatan keselamatan, sembako, kasur bahkan cangkul bisa ajaib menghilang dan ketika ada bencana lagi, dikeluarkan juga anggaran bencana untuk membeli benda-benda yang tadi. Ini berdasarkan curhat dari teman SARDA... Mungkin pernyataan saya masih dini dan kurang akurat, namun saya berusaha tidak menutup mata bahwa hal semacam itu sering terjadi... Best regards Andreas Yudha ..yang sedang berusaha jeli... -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 21, 2006 11:36 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Sukses Mitigasi Bencana GA: Pelajaran dari Filipina dan Meksiko > Sdr Andreas Kesimpulan Anda agak terburu-buru , dan kurang didasarkan atas data yang akurat. Saya kira banyak hal telah dilakukan oleh Dit Vulkanologi atas bantuan anggotanya dilapangan (dengan kondisi minimum dan gaji kecil/ para pengamat gn api, sangat berbeda dengan kondisi Anda di Tembaga Pura). Dapat saya ketengahkan bahwa sistim pengamatan di Merapi merupakan usaha tidak kenal lelah dari kawan kawangi petugas dan pemikir) , sistim tanggul dsb. Anda juga tentu ingat saat meletusnya gn. .......... (apa namanya saya lupa diMaluku Utara) , dimana evakuasi berjalan dengan sangat baik sehingga tidak ada korban. Tentunya kita sangat berhak untuk memberikan komentar , akan tetapi kalau kita akan memberikan komentar (terutama yang negatif) , seyogyanya di dasarkan atas data yang akurat dan pemikiran yang objektif. Wassalam Si - Abah. ________________________________________________________________________ __ Namun penerapan Mitigasi bencana di kita nampaknya koq masih memakai > prinsip penanggulangan (= sudah ada kejadian, baru ribut-ribut), tidak > memakai prinsip pencegahan ya... > > Best regards > Andreas Yudha Sugiyanto > Mine Geology Grasberg > ph : 541-7354 > Trunk : 2001-447 > > > -----Original Message----- > From: wahyu budi [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, April 21, 2006 12:22 AM > To: [email protected] > Subject: [iagi-net-l] Sukses Mitigasi Bencana GA: Pelajaran dari > Filipina dan Meksiko > > Sukses atau gagalnya upaya mitigasi bencana gunungapi > diukur dari ada atau tidaknya korban jiwa karena > erupsi gunungapi. Persoalan inilah yang sekarang > sedang kita hadapi seiring dengan aktifitas gunung > Merapi di Jawa Tengah saat ini. > > Ada 2 contoh kasus sukses mitigasi bencana gunungapi, > yaitu dari Filipina ketika erupsi Gunung Mayon tahun > 2000, dan Meksiko ketika erupsi Gunung De Colima > episode 1998-2000. > > Dari Filipina, Corpuz et al. (2000) menyebutkan sukses > tersebut ditentukan oleh 4 hal: > 1). pengamatan terus menerus sepanjang waktu, > 2). asesmen bencana bertahun-tahun, > 3). pemerintah pusat dan lokal yang responsif, > 4). sedikit KEBERUNTUNGAN. > > Dari Meksiko, Ganivales-Ruiz (2000) menyebutkan > mitigasi bencana gunungapi tidak akan berhasil hanya > dengan penelitian dan monitoring aktifitas gunungapi. > Diperlukan juga pemahaman lingkungan sosial masyarakat > setempat. Untuk mendapatkan partisipasi masyarakat > dalam mitigasi bencana, pemerintah dan ilmuwan perlu > memandang serius batas-batas bencana yang dapat > diterima oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan > dukungan penelitian geo-sosial dan aktifitas komunkasi > bencana dengan memasukkan spesialis yang ahli dalam > kerentanan sosial dalam komite ilmiah gunungapi aktif. > > Kemudian, dari Meksiko disebutkan bahwa: kemampuan > memprediksi terjadinya erupsi gunungapi dan efeknya > dalam bentuk suatu Peta Daerah Bahaya merupakan kunci > utama keberhasilan kegiatan mitigasi. Kemampuan > dikatakan sangat penting karena: > 1). dengan kemampuan itu dapat ditentukan apa yang > harus dilakukan dalam upaya mitigasi, > 2). peta bahaya sangat diperlukan bagi penyusunan > rancangan pengelolaan bencana ketika bencana itu > terjadi, > 3). kredibilitas pemerintah dan para ilmuwan > dipertaruhkan di hadapan masyarakat yang terancam > bahaya erupsi gunungapi, dan ini mempengaruhi sukses > atau tidaknya upaya mitigasi bencana. > > Berkaitan dengan kondisi Gunung Merapi saat ini, yang > perlu dilakukan adalah: > 1). ilmuwan terus berupaya mengamati tingkah laku > gunungapi dalam upaya memprediksi waktu terjadinya > erupsi dan bahaya yang akan terjadi, > 2). pemerintah pusat dan daerah terus melakukan > persiapan untuk melakukan tindakan penyelamatan bila > bencana itu benar-benar terjadi, > 3). para ilmuwan beserta pemerintah (pusat dan daerah) > hendaknya berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan > berkaitan dengan prediksi waktu terjadinya erupsi > untuk menjaga kredibilitas di mata masyarakat. Perlu > disadari bahwa peringatan yang semu (false alarm) akan > memunculkan masalah sosial-ekonomi bagi penduduk yang > dievakuasi, dan dapat menghilangkan kredibilitas > pemerintah serta ilmuwan di hadapan masyarakat yang > perlu dievakuasi. > > Salam, > > WBS > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

