Mengetahui letusan 15-20 menit sebelumnya mungkin sudah relatif terlambat. Seandainya pada saat mengetahui kerusakan alat, ada satu pengambil keputusan yang mau dan mampu mengungsikan semua penduduk di daerah kawan bahaya 1, rasanya jumlah korban bisa lebih sedikit.
Pagi ini, penduduk di lereng barat merapi sebagian sudah diungsikan. Wassalm, komo -----Original Message----- From: Arief Budiman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 21, 2006 10:34 AM To: '[email protected]' Subject: RE: [iagi-net-l] Sukses Mitigasi Bencana GA: Pelajaran dari Filipina dan Meksiko Sepengetahuan saya juga begitu, teman2 di volkanologi adalah jagoan2 yg bekerja penuh dedikasi dan keberanian luar biasa demi melindungi masyarakat dari bencana gunung api. Seingetan saya pada thn 1994 (letusan yg banyak makan korban di desa Turgo dan Gardu Plawangan, termasuk Pos Gunung apinya Pak Panut di Plawangan), teman2 di volkano Yogya, telah bekerja maksimal, bahkan ketika 2 atau 3 hari (?) sebelum letusan besar itu mereka bertujuh (salah satunya rekan Made Agung) naik ke puncak Garuda untuk melakukan observasi dan pemeriksaan peralatan. Bahkan saat mereka di puncak, terjadi letusan yg mereka ketahui 15-20 (?) menit sebelum letusan tsb terjadi sehingga mereka berhasil berlindung di tempat aman (masih tetap di puncak Merapi), dan rekan Made Agung sesaat setelah ada indikasi mau meletus tsb sempat naik ke Puncak Garuda untuk mengambil foto yg hasilnya sangat spektakuler (walaupun untuk itu dia menerima risiko "dimarahin" team leadernya karena tindakannya sangat berbahaya), namun dia punya alasan : "kalau gak gua ambil fotonya kita gak punya gambar fenomena sesaat sebelum merapi meletus". Namun sayang 1-2 hari (?) sebelum letusan besar itu terjadi peralatan pengukur elevasi (?) yg dipasang pada kubah lava mengalami kerusakan (kemungkinan akibat letusan yg terjadi ketika mereka di puncak?) sehingga kedudukan kubah lava itu tidak diketahui pasti sehingga arah letusanpun sulit diprediksi ke arah mana. Saat itu ada beberapa data yg meragukan (?) sehingga waktu letusan tidak dapat diprediksi cukup meyakinkan, dan hal itu yg membuat mereka stress dalam beberapa hari menjelang letusan besar. Karena menurut Made Agung : "Terlalu optimis atau terlalu pesimis dalam memberikan informasi waktu letusan pada masyarakat akan berakibat sama, yaitu berkurangnya keyakinan masyarakat atas informasi volkanlogi, dan itu sangat berbahaya dan harus dihindarkan" Sesaat Merapi meletus dan arah letusannya menuju Turgo dan Gardu Pandang Kaliuran, banyak orang di jl.cendana Yogya yg terdiam dan menangis karena mereka sadar bahwa banyak penduduk yg berada di lokasi tsb yg sedang menyaksikan letusan merapi (wedhus gembel) yg biasanya mengarah ke magelang. Made Agung, mohon dikoreksi bila ada informasi yg salah, maklum : - peristiwa itu sudah sekian lama (hanya mengandalkan ingatan saya) - saya bukan volkanolog Di samping itu 3 hari saya tidur di pos pengamat gunung api yg dipindahkan ke rumah Pak Panut (?) di Kaliurang, sempat saya naik ke Plawangan bersama Pak Sukiyar yg datang dari Bandung meninjau Pos yg terlanda awan panas, dan saya juga diajak keliling Pak Panut ke tempat pengungsian. Di situ tampak koordinasi berbagai pihak cukup baik (tenaga medis, obat-obatan, (terutama) makanan sangat berlimpah), dapur umum meriah karena banyak yg bekerja, pencinta alam banyak yg bertenda di sekitarnya untuk berjaga2 apabila tenaga mereka diperlukan. Salam Gunung Api, A R I E F B U D I M A N Pertamina - Eksplorasi Sumatra Phone : (021) 350 2150 ext.1782 Mobile : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63 -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 21, 2006 9:36 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Sukses Mitigasi Bencana GA: Pelajaran dari Filipina dan Meksiko > Sdr Andreas Kesimpulan Anda agak terburu-buru , dan kurang didasarkan atas data yang akurat. Saya kira banyak hal telah dilakukan oleh Dit Vulkanologi atas bantuan anggotanya dilapangan (dengan kondisi minimum dan gaji kecil/ para pengamat gn api, sangat berbeda dengan kondisi Anda di Tembaga Pura). Dapat saya ketengahkan bahwa sistim pengamatan di Merapi merupakan usaha tidak kenal lelah dari kawan kawangi petugas dan pemikir) , sistim tanggul dsb. Anda juga tentu ingat saat meletusnya gn. .......... (apa namanya saya lupa diMaluku Utara) , dimana evakuasi berjalan dengan sangat baik sehingga tidak ada korban. Tentunya kita sangat berhak untuk memberikan komentar , akan tetapi kalau kita akan memberikan komentar (terutama yang negatif) , seyogyanya di dasarkan atas data yang akurat dan pemikiran yang objektif. Wassalam Si - Abah. __________________________________________________________________________ Namun penerapan Mitigasi bencana di kita nampaknya koq masih memakai > prinsip penanggulangan (= sudah ada kejadian, baru ribut-ribut), tidak > memakai prinsip pencegahan ya... > > Best regards > Andreas Yudha Sugiyanto > Mine Geology Grasberg > ph : 541-7354 > Trunk : 2001-447 > > > -----Original Message----- > From: wahyu budi [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, April 21, 2006 12:22 AM > To: [email protected] > Subject: [iagi-net-l] Sukses Mitigasi Bencana GA: Pelajaran dari > Filipina dan Meksiko > > Sukses atau gagalnya upaya mitigasi bencana gunungapi diukur dari ada > atau tidaknya korban jiwa karena erupsi gunungapi. Persoalan inilah > yang sekarang sedang kita hadapi seiring dengan aktifitas gunung > Merapi di Jawa Tengah saat ini. > > Ada 2 contoh kasus sukses mitigasi bencana gunungapi, yaitu dari > Filipina ketika erupsi Gunung Mayon tahun 2000, dan Meksiko ketika > erupsi Gunung De Colima episode 1998-2000. > > Dari Filipina, Corpuz et al. (2000) menyebutkan sukses tersebut > ditentukan oleh 4 hal: > 1). pengamatan terus menerus sepanjang waktu, 2). asesmen bencana > bertahun-tahun, 3). pemerintah pusat dan lokal yang responsif, 4). > sedikit KEBERUNTUNGAN. > > Dari Meksiko, Ganivales-Ruiz (2000) menyebutkan mitigasi bencana > gunungapi tidak akan berhasil hanya dengan penelitian dan monitoring > aktifitas gunungapi. > Diperlukan juga pemahaman lingkungan sosial masyarakat setempat. Untuk > mendapatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana, pemerintah > dan ilmuwan perlu memandang serius batas-batas bencana yang dapat > diterima oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan dukungan penelitian > geo-sosial dan aktifitas komunkasi bencana dengan memasukkan spesialis > yang ahli dalam kerentanan sosial dalam komite ilmiah gunungapi aktif. > > Kemudian, dari Meksiko disebutkan bahwa: kemampuan memprediksi > terjadinya erupsi gunungapi dan efeknya dalam bentuk suatu Peta Daerah > Bahaya merupakan kunci utama keberhasilan kegiatan mitigasi. Kemampuan > dikatakan sangat penting karena: > 1). dengan kemampuan itu dapat ditentukan apa yang harus dilakukan > dalam upaya mitigasi, 2). peta bahaya sangat diperlukan bagi > penyusunan rancangan pengelolaan bencana ketika bencana itu terjadi, > 3). kredibilitas pemerintah dan para ilmuwan dipertaruhkan di hadapan > masyarakat yang terancam bahaya erupsi gunungapi, dan ini mempengaruhi > sukses atau tidaknya upaya mitigasi bencana. > > Berkaitan dengan kondisi Gunung Merapi saat ini, yang perlu dilakukan > adalah: > 1). ilmuwan terus berupaya mengamati tingkah laku gunungapi dalam > upaya memprediksi waktu terjadinya erupsi dan bahaya yang akan > terjadi, 2). pemerintah pusat dan daerah terus melakukan persiapan > untuk melakukan tindakan penyelamatan bila bencana itu benar-benar > terjadi, 3). para ilmuwan beserta pemerintah (pusat dan daerah) > hendaknya berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan > prediksi waktu terjadinya erupsi untuk menjaga kredibilitas di mata > masyarakat. Perlu disadari bahwa peringatan yang semu (false alarm) > akan memunculkan masalah sosial-ekonomi bagi penduduk yang dievakuasi, > dan dapat menghilangkan kredibilitas pemerintah serta ilmuwan di > hadapan masyarakat yang perlu dievakuasi. > > Salam, > > WBS > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit > IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit > IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

