TPI siang sebut aktifitas kegempaan Gunung Talang Sumbar, minggu ini menurun, lebih menurun dari pada minggu lalu. Pun aktifitas Merapi, Jogya, relatif menurun di banding minggu lalu, terutama kentara pada rendahnya mulai hari Selasa 18 April. Terdengar sedikit lebih aktif di 19 April, dan nadanya semakin rendah di Kamis, Jum'at. Gaung aktifitas Merapi ke pemerintah, di Minggu Purnama, 11-18 April, malah lebih seru, berkenaan kenaikan tingkat waspada ke Siaga, mulai siang Selasa 11 April, waktu ku 3.5 jam di Pos Kaliurang sana. Pengungsianpun bagus juga di lakukan. Pun aktifitas 12 gunung lain, tak terdengar kabarnya, berkemungkinan punya arti menurun aktifitasnya.
Apa memang begitu ya ? Minggu purnama, dan sedikit lebih rendah di minggu bulan mati, lalu lebih rendah di minggu antaranya ? Padahal selain Kalender SALAM itu, ada grafik lain, yakni semakin lama, semakin besar energi endogennya, dan suatu sa'at jebol, eh njeblog. Kalau saja begitu, menjadi perlu lebih aktif waktu minggu bulan mati kedepan 25 April - 2 Mei. Menurun lagi di 2-9 Mei, nah naik lagi di purnama 9-16 Mei, dst. Selain siklus bulanan ini, ada juga dugaan siklus tahunan, 3 tahunan, 7 tahunan, dst, .... Menariknya, data elektromagnetik, jauh lebih kecil deviasinya terhadap siklus SALAM, terutama pada setahun, 7 a "annum", 70 a, 700 a, 7 Ka, berturut-turut pada data perubahan kutub (7a, 70 a), perubahan deklinasi Etna (700a), perubahan intensitas global magnetik (7 Ka). Dugakan, Merapi juga punya endapan lava dengan perubahan deklinasi siklus 700 a. Siapa tertarik amati ? Semua itu deviasi amat kecil lho, sekitar 5 % saja. Semoga, liburan ini bisa menganalisa perubahan kegempaan Merapi 1983-2003 itu, juga gempa-gempa sebelumnya. Kalau di tanya kapan akan ada gempa? jawabnya: wong tiap hari ada gempa di Merapi (lihat grafik data harian 1983-2003). Seratus tahun ini penduduk Jawa menjadi 10 kali lipat, jadikan difinisi hazard semakin rawan karena semakin banyak penduduk, semakin banyak orang tinggal lebih mendekat ke puncak Merapi. Terdekat sekitar 4 km (timur) dari puncak. Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Yudi S Purnama [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, April 20, 2006 5:09 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL FORECASTING Pak Maryanto, Saya pikir itu ide bagus. Paling tidak mungkin panitia PIT berkenan untuk memasukkannya dalam tema unconventional geology... Yudi ----- Original Message ----- From: "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, April 20, 2006 3:11 PM Subject: RE: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL FORECASTING Hem... apa boleh ya mendaftarkan diskusi Merapi di PKU dengan data dibawah,Pak Yudi? Ringkasan: Kalender SALAM anjurkan kegempaan semakin tinggi pada minggu purnama dan bulan mati, dan lebih kecil di antaranya. Tenaga dari dalam bumi, akibat fisi-fusi, yang semakin hari semakin kuat. Ada siklus gempa harian, mingguan, bulanan, setahun, dua tahun, dengan letusan lebih kecil, di banding siklus 7 tahunan. Kini, 2006, adalah tahun ke lima dari gempa besar terakhir, 2001. Sedang dicari grafik di luar SALAM tentang Merapi, termasuk pola penambahan energi yang terus naik dengan berlalunya waktu, untuk mencari pola siklus letusannya. Ulasan: Kalender SALAM, anjurkan adanya aktifitas kegempaan lebih tinggi di minggu purnama, dan minggu bulan mati. Kini, 18-25 April adalah di luar minggu aktif itu. Minggu lalu, banyak gunung lebih aktif di Indonesia, sebut sekitar 14 gunung dari sekitar 140 gunung aktif di Indonesia. Merapi termasuk paling aktif kegempaannya. Juga ini paling aktif di monitor perkembangannya di dunia, mungkin malah satu di antara 10 gunung teraktif di monitor di dunia. Banyak alat seismik di pasang, ada 7 pos pengamatan, malah sejak 1983 di monitor harian, dengan istilahnya: tektonik, volkanik dangkal, volkanik dalam, multi phase, dan guguran. 1950-2006: Detik.com sebut gempa Merapi th 1954, 1961, 1969, 1976, 1994, 2001. Intervalnya menjadi (th): 7, 8, 7, 18, 7. Bisa di artikan, setelah banyak gempa ( 3 kali) pereode sekitar 7 th, maka ada pereode panjang (18 th), lalu kembali 7 tahunan. Kwalitas, ciri, dan pengertian gempa tahun-tauhn ini perlu di teliti. Gempa Harian tahun 1983-2003. Data harian (1983-2003) menunjukkan frekwensi kegempaan yang jauh lebih sering. http://www.geocities.com/maryanto7/gempa.Merapi.1983_1989.JPG http://www.geocities.com/maryanto7/gempa.Merapi.1990_2003.JPG BPPTK Yogja hasilkan data harian : tektonik, volkanik dangkal, volkanik dalam, gempa multiphase, dan guguran. Tektonik, volkanik, antara 0-100 sehari. Multipahse, guguran 0-1.000 perhari. Perlu difinisi gempa, dan atau meletusnya gunung. Sebenarnya, kalau tak ada kerugian, tak menjadi soal walau apapun gempa, termasuk meledak 10 Magnitude sekalipun. Bagaimana difinisi Gempa? Gempa volkanik, termasuk Merapi biasanya tak lebih 3 Magnitude. Semakin kecil magnitude, biasanya semakin kecil kerugian. Berapa terkecil? Energi suara musik beberapa dB, sudah dirasakan sebagai gempa bagi semut yang berjalan menempel di membran loud speaker musik itu. Magnitudo lebih besar lagi misalnya guguran, lalu mungkin multiphase, volkanik dangkal, volkanik dalam, dan tektonik. Semua itu ya bisa di sebut kondisi gempa. Dengan kejadian perhari antara nol hingga ratusan. Bagaimana difinisi Gunung Meletus ? Semburan kuat, lava muncul di permukaan kawah, mengalir jauh, gas membumbung tinggi, bersamaan piroklastik (wedhus gembel). Seberapa kuat? Seberapa tinggi ? Seberapa jauh lava mengalir ? Kalau lama tak mengalirkan lava, bisa saja sepertiga tinggi gunung, sepertiga tinggi di hitung dari puncak, terlempar. Tak disebut meletus bila ketinggian awan piroklastik 100 m - 200 m ? Lava Merapi mengalir, muncul dari kawah setelah gempa, sekitar 0.5-1.5 km. Lava lebih 2 km mengalir setelah gempa 1994, hampir ada pada setiap tahun. Tak disebut meletus itu ? Terus, gempa yang pereode 7 th itu yang bagaimana ? Untuk tahun 1994, dan 2001, lava hingga sekitar 6 - 6.5 km dari puncak. Nah, untuk tahun sebelumnya, antara 1954-1976 itu, saya belum dapatkan datanya. Th 10.000 BC-1700 (AD): Data umur lava digunakan sebagai acuan kapan tahun gempa itu. Data umur lava th 10.000 BC hingga 1700 (AD), mempunyai umur deviasi pengukuran mulai dari 130 th, hingga terkecil (terbaik) 30 th. Untuk pingin tahu kegempaan hariannya di masa itu, ya tak ada data. Masih terlalu lebar spacing data umur lava yang di "dating" dengan pencarian siklus gempa 7 th, 70 th dari buku-buku itu (Journal Volcanology and geothermal research, 2000, elsevier, special Merapi Volcano). Padalah ini adalah kunci prediksi gempa kedepan. Ada ide ? Analisa jumlah gempa pada siklus harian, mingguan, bulanan, tahunan, akan mudah di dapat dari data 1983-2003 itu, untuk melihat adanya siklus mana yang dominan, guna perbaiki prediksi kapan gempa kedepan. Salam, Maryanto. Wong Gunung Merapi, Slalu pingin tahu kapan Merapi Gempa. -----Original Message----- From: Yudi S Purnama [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, April 20, 2006 2:01 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL FORECASTING Rame ngebahas kapan Merapi erupsi, jadi inget "etho-geological forecasting." Pertamakali saya baca kalimat itu di Koran Kompas, sesaat setelah tsunami di Aceh. Yang saya tangkap, inti dari etho-geological forecasting itu adalah adanya hubungan sebab akibat antara PERILAKU BINATANG YANG TIDAK BIASANYA dengan GEJALA AKAN TERJADINYA SUATU BENCANA KEGEOLOGIAN. Yang saya tahu jenis bencananya adalah gempa dan erupsi gunungapi. Silakan rekan lainnya yang lebih kenal dengan topik ini untuk memaparkan lebih lanjut (atau dipresentasikan di Unconventional Geology-Pakanbaru 2006). Nenek saya, saat itu masih ada dan menetap di Tasikmalaya, pernah cerita bahwa sekitar dua minggu sebelum Gunung Galunggung erupsi (tahun 1983) banyak sekali hewan yang turun gunung. Dari cerita itu, bagi saya, yang paling menarik adalah jangka waktu sebelum erupsinya yaitu DUA MINGGU ! Nah, kaitannya dengan Si Merapi ini, apakah memperlihatkan gejala yang sama? (banyak hewan yang turun gunung?). Kalau ya, sangat menarik karena gejala perilaku hewan akan memperkuat penjelasan geologi. Kalau tidak,.. nah itu yang akan tambah bikin pusing vulcanologist. BTW, apakah ada ahli geologi, yang ngurusin bencana geologi, yang menggunakan cara berpikir etho-geological forecasting dalam pekerjaan mereka? Salam Yudi --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

