Ya memang pinginnya prediksi begitu akurat. Sementara sa'at ini, semua
tehnologi dan alat yang ada, dunia masih di sebutkan belum bisa prediksi
akurat. Termasuk gempa 1994 saja, di buku elsevier referensi kami itu,
masih nyatakan tak ada kelihatan akan gempa. Jadikan volcanology Jogja
sedih lihat gempanya keselatan yang banyak penduduknya. Nah, telah saya
usahakan mencari data-data Merapi, termasuk ke BPPTK Jogya, tuk lumayan
dapatkan data harian 20 th, 1983-2003. Nah data setelah itu, juga data
kini, yang tentu makin di perlukan untuk itu, saya tak punya akses.
Gimana supaya dapat ya ?

Kalender SALAM-nya ada, namun setidaknya satu fungsi energi versus
waktu, yang spesifik setiap Gunung, belum tahu karaternya. Grafik
spesifil itu saya sebut saja, misal grafik REDI Merapi ("Recorded
volcano Eruptions, Development, and Implications Merapi"). Ini bagian
dari "lindu", (eh "Large Intensity Natural Desasterly Underground").
Banyak grafik lain yang mesti ada, namun dua grafik tadi harus ada tuk
kami bisa prediksi.

Sekalian crita di Jum'at-an, biar tak stress oleh gempa: Inggris itu
memang tak seefektif bhs kampung, yang terlihat terlalu panjang itu.
Banyak juga Inggris adopsi bahasa kita. Kelapa muda (degan), diambilnya
suara benda jatuh itu yang mirip ledakan mesinnya, jadikan dia adopsi
untuk kata mensin perangnya jadi "the gun". Karena dengar suara
menggelegar itu, orang kampung banyak yang tiarap, "ndekem", dan lalu di
adopsikan daerah yang banyak orang gitu di sebut "the camp". Pun,
setelah capek ndekem, mereka duduk "ndeprog" kayak duduknya kodok, dan
Inggris adopsikan jadikan kata kodok "the frog". Banyak mesin perang itu
di bawa dengan kotak, dengan supaya tak rusak maka dilapisi batang
pisang "debok", yang lalu Inggris adopsikan jadi kotak "the box". Kali'
lho ....

Maryanto. 

-----Original Message-----
From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, April 21, 2006 2:33 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL
FORECASTING

Pak Maryanto,

Dulu sewaktu musibah tsunami, sempat tersiar bahwa tsunami tersebut
sudah diprediksi oleh seorang ahli.

Nah, bagaimana kalau semua teori dari Pak Maryanto di 'test drive' di
kasus Merapi ini. Kalau memang bisa dipakai untuk prediksi tanggal
meletusnya Gn Merapi..dan tentu saja dengan deviasi waktu yang relatif
kecil (let say 1 or 2 days will be fine), saya yakin teori SALAM akan
sangat-sangat berguna bagi semua pihak nantinya.

Bagaimana Pak?



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke