Pak Maryanto,

Dulu sewaktu musibah tsunami, sempat tersiar bahwa tsunami tersebut
sudah diprediksi oleh seorang ahli.

Nah, bagaimana kalau semua teori dari Pak Maryanto di 'test drive' di
kasus Merapi ini. Kalau memang bisa dipakai untuk prediksi tanggal
meletusnya Gn Merapi..dan tentu saja dengan deviasi waktu yang relatif
kecil (let say 1 or 2 days will be fine), saya yakin teori SALAM akan
sangat-sangat berguna bagi semua pihak nantinya.

Bagaimana Pak?

On 4/21/06, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> TPI siang sebut aktifitas kegempaan Gunung Talang Sumbar, minggu ini
> menurun, lebih menurun dari pada minggu lalu. Pun aktifitas Merapi,
> Jogya, relatif menurun di banding minggu lalu, terutama kentara pada
> rendahnya mulai hari Selasa 18 April. Terdengar sedikit lebih aktif di
> 19 April, dan nadanya semakin rendah di Kamis, Jum'at. Gaung aktifitas
> Merapi ke pemerintah, di Minggu Purnama, 11-18 April, malah lebih seru,
> berkenaan kenaikan tingkat waspada ke Siaga, mulai siang Selasa 11
> April, waktu ku 3.5 jam di Pos Kaliurang sana. Pengungsianpun bagus juga
> di lakukan. Pun aktifitas 12 gunung lain, tak terdengar kabarnya,
> berkemungkinan punya arti menurun aktifitasnya.
>
> Apa memang begitu ya ? Minggu purnama, dan sedikit lebih rendah di
> minggu bulan mati, lalu lebih rendah di minggu antaranya ? Padahal
> selain Kalender SALAM itu, ada grafik lain, yakni semakin lama, semakin
> besar energi endogennya, dan suatu sa'at jebol, eh njeblog.
>
> Kalau saja begitu, menjadi perlu lebih aktif waktu minggu bulan mati
> kedepan 25 April - 2 Mei. Menurun lagi di 2-9 Mei, nah naik lagi di
> purnama 9-16 Mei, dst.  Selain siklus bulanan ini, ada juga dugaan
> siklus tahunan, 3 tahunan, 7 tahunan, dst, ....
>
> Menariknya, data elektromagnetik, jauh lebih kecil deviasinya terhadap
> siklus SALAM, terutama pada setahun, 7 a "annum", 70 a, 700 a, 7 Ka,
> berturut-turut pada data perubahan kutub (7a, 70 a), perubahan deklinasi
> Etna (700a), perubahan intensitas global magnetik (7 Ka). Dugakan,
> Merapi juga punya endapan lava dengan perubahan deklinasi siklus 700 a.
> Siapa tertarik amati ? Semua itu deviasi amat kecil lho, sekitar 5 %
> saja.
>
> Semoga, liburan ini bisa menganalisa perubahan kegempaan Merapi
> 1983-2003 itu, juga gempa-gempa sebelumnya. Kalau di tanya kapan akan
> ada gempa? jawabnya: wong tiap hari ada gempa di Merapi (lihat grafik
> data harian 1983-2003). Seratus tahun ini penduduk Jawa menjadi 10 kali
> lipat, jadikan difinisi hazard semakin rawan karena semakin banyak
> penduduk, semakin banyak orang tinggal lebih mendekat ke puncak Merapi.
> Terdekat sekitar 4 km (timur) dari puncak.
>
> Salam,
> Maryanto.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke