Ada beberapa hal yang saya pikir keliru di berita ini. Semoga rekan2 geologist 
cukup jeli menangkapnya.
   
  > Lapisan kerak adalah bagian perut Bumi
> yang berada di bawah lapisan mantel tempat kita berpijak sekarang.
   
  Lapisan kerak Bumi justru berada di atas lapisan mantel. Batas antara kerak 
dan mantel adalah Mohorovicic discontinuity - belum ada program DSDP (deep sea 
drilling project) dari JOIDES Resolution yang menembus diskontinuitas Moho, 
walaupun program DSDP telah dimulai sejak 1968.
   
  > Sejenis batuan beku, gabbro tebentuk dari pemanasan lambat magma yang keluar
> dari gunung-gunung api di dasar laut. 
   
  Gabro terbentuk lambat dari magmatic crystal mush (bubur kristal magmatik) 
yang terdapat di bawah kompleks sheeted dikes, bukan berasal dari gunungapi 
dasar laut. Yang berasal dari gunungapi dasar laut adalah basaltic pillow 
lavas. Gabro adalah batuan beku intrusif, sedangkan batuan beku hasil gunungapi 
adalah ekstrusif.
   
  Saya pikir, JOIDES Resolution mengebor sampai 1600 meter kerak samudra ini 
pada mid-oceanic ridge (MOR) Pacific Rise yang membentuk triple junction antara 
lempeng-lempeng Nazca-Cocos-Pacific di barat Amerika Tengah. Memang, triple 
junction MOR di wilayah ini saling terpisah - barangkali akan mengankat 
diskontinuitas Moho lebih dangkal.
   
  Proses pembentukan seafloor tak dipahami dengan baik, tetapi paling tidak 
akan melibatkan proses-proses magmatism, sea-water circulation, dan tektonism. 
Pengetahuan kita saat ini tentang seafloor di atas Moho discontinuity terutama 
didasarkan kepada suite ophiolite yang tersingkap di pinggir-pinggir kontinen, 
itu pun banyak yang dismembered alias tidak lengkap oleh proses emplacement di 
pinggir benua. DSDP terdalam baru mencapai gabro layer, tetapi belum 
diskontinuitas M-nya.
   
  Meskipun demikian, usaha JOIDES patut dipuji untuk semangat perburuan 
kebenaran geologi. Di Amerika, program DSDP pernah bersaing dengan program 
angkasa luar, dan orang-orang pro-Bumi pernah bilang "Better to know the sea 
bottom than the back of the moon".
   
  Saya pikir, persaingan itu dimenangkan oleh pro-angkasa luar. Maka, akibatnya 
sekarang orang lebih tahu banyak tentang dunia di luar Bumi sampai ke tepi2 
alam semesta di mana para quasars bertahta, daripada 2000 meter saja di bawah 
kerak lautan. Sebuah tantangan masa depan para pro-Bumi.
   
  salam,
  awang
  


soegiri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Berita Kompas Hari ini...................

============================================================================
==================

Batuan Hitam dari Kerak Bumi



Meskipun masih jauh dari inti Bumi, para ilmuwan telah mengebor dasar laut
sekitar 1,6 kilometer. Pengeboran sedalam itu membuahkan contoh batuan baru
dari lapisan kerak yang masih murni.

Pengeboran dilakukan dari kapal JOIDES Resolution di lepas pantai sekitar
Lautan Pasifik berjarak 800 kilometer sebelah barat Costa Rica. Lapisan
batuan berwarna hitam yang disebut gabbro tersebut berasal dari lapisan
kerak yang masih utuh sebelumnya. Lapisan kerak adalah bagian perut Bumi
yang berada di bawah lapisan mantel tempat kita berpijak sekarang.

Sejenis batuan beku, gabbro tebentuk dari pemanasan lambat magma yang keluar
dari gunung-gunung api di dasar laut. Selain gabbro, tim juga mengangkat
lapisan-lapisan kerak lainnya.

Dengan mempelajari gabbro dan lapisan-lapisan tersebut, para ilmuwan dapat
memahami proses pembentukan dan struktur dasar laut dengan lebih baik. Kedua
hal perlu mendapat perhatian karena proses inilah yang mempengaruhi
pergerakan lempeng tektonik, pembentukan gunung api, dan menjadi penyebab
gempa maupun letusan gunung berapi.

"Proses ini terjadi hampir pada 60 persen permukaan Bumi dan masih terus
terjadi sehingga memicu perubahan posisi dasar lautan sejak 180 juta tahun
lalu," kata salah satu peneliti Douglas Wilson dari Universitas California,
Santa Barbara, AS. Untuk memahami sifat-sifat permukaan planet, pengetahuan
tentang hal tersebut sudah selayaknya dikuasai.

Mempelajari dasar laut dan lapisan di bawahnya juga akan membantu para
ilmuwan mempelajari bagaimana gunung api di dasar laut dan retakan panas di
dasar laut mengubah komposisi kimia air laut. Hasil penelitian ini dimuat
dalam jurnal Science edisi online 21 April.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2ยข/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.

Kirim email ke