Atur nuhun Abah, atas koreksinya. Kayaknya kita sudah banyak bikin policy ( Kebijakan) ttg energi , yang jadi masalah kadang kadang di implementasinya ( tidak ada konsistensi) dan saling menguatamakn sektor masing masing ( konflik sektoral), Ibaratnya seperti Bikin Kebijakan tapi tidak Bijak dalam pelaksanannya. Belum lagi sering berubah ubahnya aturan/regulasinya, contoh pada 2002 barusan terbit UU Kelistrikan , 2004 UU tsb dibatalkan , 2006 UU baru kelestrikan akan diajukan lagi, padahal biaya untuk bikin UU tdk sedikit dan konsekwensi aturan dibawahnya juga sudah ada.untungnya dulu UU Migas ditolak oleh MK untuk dibatalkan.Disiis lain UU energi yang diharapkan sebagai payung belum juga ada.Oleh karena itu keputusan keputusan yg di keluarkan selalu didasarkan oleh kondisi "darurat", karena kondisi darurat di jawa ini kekurangan pasokan energi (listrik ) dan BBm harganya melonjask, maka dalam 2-3 tahun ini akan dibangun 10.000 MW dari batubara, karena sumber energi lain belum juga segera dapat dimanfaatkan ( geothermal/Gas ), akibatnya perencanaanya/policynya (RUKN) yg harus disesuaikan. Belum lagi permasalahan dioperasionalnya ( masalah kehutanan , fiskal/perpajakan, dll ). Mungkin sudah saat nya dibikin semacam Tap MPR tentang pengelolaan energi, biar semuanya sinergi terutama permasalahn sektoral dan auran perundang undangannya.
nuhun ISM ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, May 15, 2006 10:48 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Perlunya 'Geographical source based energy policy' > > > > Is, > > Kok , tanggal Anda masih Agustus 2005 ya . > > Komentar mengenai energy policy , yang penting harus ada strategi > yang jelas . > Batubara ? Ya , baik bagaimana ? Y a , itu apakah mau dipakai sebagai > energi primer ? ( dibakar terus dimanfaatkan energinya langsung ) , atau > di-ubah menjadi bahan energi lain ( contoh-nya C to L). > Geothermal ? Bagaimana mengatasi benturan dengan lingkngan , egama (ingat > kasus Bedugul ) . > Kapan energi tertenu itu akan mulai dikaomersialkan dsb dsb , wah banyak > deh PR-nya , rasanya perlu banyak ahli dari berbagai ilmu yang terlibat. > Tetap memang harus ada , kapan ? Sekarang (walau sudah terlambat) , > "better late than never' . > > Si _ Abah. > > > Salah satu faktornya adalah banyak yang dulu ( terutama industri ) > > mempunyai > > Pembangkit listrik sendiri dg BBM (PLTD) karena sekarang harga BBM nya > > mahal > > maka banyak yang menggunakan listriknya dari PLN yang lebih murah , karena > > tarif listrik PLN tidak bisa dinaikan sesuai mekanisme pasar ( regulated > > ) > > akibatnya PLN kelebihan beban.Kalau kapasitas tdk ditambah ya byar pet > > terus, Dengan harga BBM industri 5500 Rp/l maka kalau 1 kwh membutuhkan > > 0,3 > > liter BBM maka hanya untuk biaya bahan bakarnya saja sudah 1650 Rp/Kwh , > > padahal kalau beli listrik dari PLN cuma paling mahal 1000 Rp/Kwh, disisi > > lain PLN didaerah ini karena masih banyak pakai BBM maka harus nombok. > > Apakah Mahal Listrik itu ? kalau ruang tamu kita ada lampu neon 40 W kita > > hidupkan 12 jam ( jam 6 sore - 6 pagi ) maka kita cuma menghabiskan uang > > sbb = 12 x 40 W = 480 Wh atau 0,480 Kwh , kalau direkening listrik kita > > per > > Kwhnya Rp.600,- maka kamar Tamu kita yang semalaman terang benderang cuma > > kena 300 Rp , untuk Beli krupuk didepan rumah saja tidak dapat. > > > > ISM > > > > > > Orang luar kaltim suka mentertawakan kondisi kaltim, punya apa saja > > untuk PTL selain air, tapi selalu byar-pet. Ada niatan sebenarnya > > membangun Power plant yg lebih besar kapasitasnya, tapi masalah yang > > timbul kelebihan dayanya mau dikemanakan?, karena Industri tak banyak > > disini.jadi saja rencana tinggal rencana, akibatnya tiap rumah sedia > > gen-set untuk mengantisipasi musim byar-pet. > > > > On 5/5/06, Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> sekedar informasi kecil.. > >> Balikpapan yang termasuk Kalimantan Timur dan yang juga termasuk > >> daerah kaya sumber energi (coal+hydrocarbon), tetapi keadaan > >> kesehariannya tidak tercermin demikian. > >> > >> Balikpapan cukup akrab dengan kasus Byar-Pet. bahkan hal ini termasuk > >> dari 2 hal Janji Palsu yang selalu dielu-elukan pada PILKADA > >> Balikpapan kemarin, yaitu: > >> 1. menjamin tidak ada lagi Byar-Pet > >> 2. menjamin ketersediaan air bersih. > >> > >> sepertinya tetep saja faktor efisiensi manusia masih sangat bereperan > >> penting dalam pengelolaan energi, yang dalam kasus Balikpapan ini > >> energi berlimpah tetapi Byar-Pet pun berlimpah. dan ini masih terjadi > >> sampai sekarang ;-( > >> > >> Salam Wik-en, > >> Natan > >> > >> On 5/5/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> > > > >> > Rekan rekan > >> > > >> > Memang benar diperlukan "geographical source based energy" spt yang > >> > dikatakan Rovicky TAPI ini tidak akan berarti apabila energi listrik > >> > yang dihasilkan ditransfer ke Jawa untuk menghidupi industri di > >> P.Jawa. > >> > Kita sama sama menyadari betapa beban sosial/ekonimi dan lingkungan > >> > yang ditanggung oleh P.Jawa. > >> > > >> > Strategi berikutnya adalah harus memaksa kegiatan ekonomi pindah ke- > >> > daerah yang memiliki sumber energi .(Sumbagsel, Kaltim , Kalsel) > >> > > >> > Tentunya dengan syarat syarat yang menarik para pengusaha dan > >> investor > >> > (umpama : tax holiday bagi pajak daerah , energi mestimya lebih murah > >> > dsb). > >> > > >> > Apakah ini mungkin ?Saya kira sangat mungkin , apalagi kalau > >> PemDa-nya > >> > tidak berfikiran "ingin dapat PAD dalam waktu singkat" ( sehingga > >> > baru saja investor kulonuwun sudah di"pajak"-i), dengan mengeluarkan > >> > PerDa 2 yang kurang masuk akal. > >> > > >> > > >> > Si - Abah > >> > >> --------------------------------------------------------------------- > >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >> > >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >> No. Rek: 123 0085005314 > >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > >> > >> Bank BCA KCP. Manara Mulia > >> No. Rekening: 255-1088580 > >> A/n: Shinta Damayanti > >> > >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >> --------------------------------------------------------------------- > >> > >> > > > > > > -- > > OK TAUFIK > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

