Pak Roby, mungkin penjelasan Pak Nengah soal perbandingan volume HC dan water/akifer (apapun jenis-nya) bisa menjelaskan mengapa reservoir dgn kedalaman >3700 feet di cekungan sekitar selat sunda menunjukkan fenomena "water drive" meskipun kondisi strukturnya diinterpretasikan sebagai struktur yang tertutup (i.e. isolated system). Bisa jadi karena rasio volume water : HC itu besar sekali. Unik tetapi bisa terjadi khan. Lebih jauh, dgn mengacu pada konsep diatas, mestinya suatu masa nanti reservoir tersebut akan menunjukkan "depletion" akibat produksi jika akifernya tertutup (besar tapi tertutup, makanya saya sebut unik), nah kalau boleh berbagi info, sudah berapa lama reservoir tersebut diproduksi, Pak ?
salam, tony On 5/16/06, [EMAIL PROTECTED] < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
setahu saya water drive / bukan tidak ditentukan dari jenis airnya...mau dari surface / dari connate water, tapi cenderung adalah kestabilan pressure setelah diproduksi. mis : setelah diplot ternyata kita melihat bahwa pressure yang harusnya memiliki trend turun yang tinggi ternyata malah memiliki trend yang stabil, maka bisa kita katakan ada drive lain yang menjaga pressure di situ. Regards Kartiko-Samodro Telp : 3852 |---------+----------------------------> | | "Soerya Adhi" | | | <[EMAIL PROTECTED]| | | l.com> | | | | | | 16/05/2006 10:27 | | | AM | | | Please respond to| | | iagi-net | | | | |---------+----------------------------> >---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------| | | | To: [email protected] | | cc: | | Subject: Re: [iagi-net-l] Reservoir Drive Mechanism >> pengaruh permeability | >---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------| Yang namanya water source itu kan gak mesti dari surface. Water yang terperangkap yang kemudian jadi formation water juga bisa menjadi water source. Sebelum ada HC migration, kan reservoir terisi air dulu..... Hanya sekedar mengingatkan, bahwa geologi melibatkan cara berpikir yang komprehensif, jadi bukan hanya dari satu sisi... -soerya- On 15/05/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > nah justru itu mas pertanyaannya, kok bisa reservoir2 yg secara geologi > tidak memiliki access ke surface (tidak ada fault yg sampai ke surface, > geometri reservoir yg pinch out, seal yg sangat bagus) memiliki water > drive mechanism?? karena itu saya berkesimpulan seperti itu. Karena > overburden / proses sedimentasi yg cepat memungkinkan formation water utk > terperangkap didalam pori batuan sehingga tekanan formasi cukup besar utk > mengalirkan minyak dengan cepat. Apa sih yg gak mungkin, teori plate > tectonic saja dianggap teori aneh kan sebelumnya? > > regards, > roby nurzaman > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

