Tekanan sub-normal pada suatu cekungan sedimen (secara geologi) dapat
diakibatkan oleh:
1. Perbedaan "rate of compaction" dari suatu lapisan yang cukup signifikan
"delta compaction-nya" dibandingkan dengan enclosing lithologi, seperti
misalnya pada kasus "water-filled" limestone yang di-"enclosed" oleh
perselingan lempung-pasir. Pada saat sand-shale sectionnya mengalami
kompaksi, fluida yang ada di dalamnya cenderung mengalami kompresi juga
(apalagi jika sistimnya tertutup) sehingga pressure-nya meningkat sesuai
dengan pertambahan kedalaman; sementara itu karena kompaksi pada
limestone-nya lebih kecil daripada sand-shale section (akibat perbedaan
rigiditas batuan) maka kompresi yang dialami oleh fluida dalam limestone
akan lebih kecil dibandingkan dengan kompresi fluida dalam sand-shale
section. Dengan demikian tekanan yang ditimbulkan oleh fluida dalam
limestone akan lebih kecil dibandingkan dengan tekanan pada sand-shale
section pada kedalaman yang sama (beban hidrostatik pressure-nya diabsorb
oleh rigiditas matriks batuan dalam limestone). Dengan demikian maka terjadi
sub-normal pressure di limestone tersebut.
2.Adanya anomali "connate-water" di dalam suatu lapisan, dimana
lapisan-lapisan diatas dan di bawahnya pada umumnya mempunyai connate water
asal "marine" (ppm NaCl > 20K) sementara itu di dalam lapisan termaksud
connate waternya adalah asal "fresh-meteoric" (endapan fluvial-terrestrial)
(ppm NaCl<1K). Dengan demikian gradient hidrostatik normal untuk
lapisan-lapisan pengungkungnya akan lebih besar daripada gradient
hidrostatik di dalam lapisan fresh-water tersebut, yang pada akhirnya
mengakibatkan sub-normal pressure condition. Prinsip dasarnya adalah:
P=rho.g.h, dimana g (gravitasi) dan h(kedalaman) sama, dan rho-nya berbeda
(antara saline water dan fresh water)
3. Un-equlibrium condition pada proses tektonik penurunan cekungan yang
mendadak (tentunya dalam skala waktu geologi) dimana rate of subsidence
lebih cepat dari rate of basin filling (stratigraphic term-na:
Transgression). Pada kondisi menuju equilibrium tersebut, lapisan-lapisan
yang semula punya hidrostatik pressure normal di kedalaman asal akan menjadi
sub-normal di kedalaman baru (yang jauh lebih dalam dari kedalaman asal).
4. Mekanisme "seal breaching" atau "unroofing" seperti disebutkan brur Natan
terlampir.
Salam
Andang Bachtiar
Exploration Think Tank Indonesia
----- Original Message -----
From: "Nataniel Mangiwa" <[EMAIL PROTECTED]>ale
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 16, 2006 7:26 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] AADP (Ada Apa Dengan Pressure)
Kalau mengacu ke rumus simple P = VT (untuk sistem
tertutup),sepertinya mungkin saja.
Kalau dilihat penentu P hanya ada 2, V dan T. T cenderung bisa
diyakini akan selalu mengikuti Gradien Geothermal (end of
discussion!).
Tetapi untuk V,saya pikir masih mungkin untuk mengecil-berkurang yang
akibatnya akan mengecilkan nilai P dari formasi.
V 'dugaan' saya bisa berkurang karena ada yang bocor dan kebocoran ini
paling mungkin terjadi di tutupnya (sealnya). Karena masalah fault
sebagai seal dari reservoir masih bisa 2 sifat: bisa saja leak bisa
juga seal. Jadi kalau ada leak di fault tersebut yah tentu saja akan
mengurangi V dari suatu reservoir. Dan kalau keadaan ini dikembalikan
lagi ke rumus simple P = VT, maka otomatis P-nya akan tidak
hydrostatic lagi.
Salam,
Natan
On 5/16/06, tony soelistyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan-rekan,
mohon pencerahannya untuk fenomena tekanan formasi seperti yang saya
ilustrasikan sebagai berikut :
di suatu cekungan, satu/beberapa formasi yang diketahui pada kedalaman
mereka ditemukan seharusnya memiliki tekanan abnormal (i.e.
over-pressure).
Namun ternyata ketika diukur tekanannya adalah lebih kecil dari yang
diperkirakan bahkan beberapa lebih kecil dari tekanan hidrostatik normal.
Maka selain kemungkinan reservoir tersebut berhubungan dengan reservoir di
tempat lain yang pernah/sedang berproduksi, apakah ada mekanisme
natural yang menyebabkan reservoir-reservoir ini bisa memiliki tekanan
yang
bahkan lebih rendah dari hidrostatik tanpa adanya campur tangan manusia
(i.e.
produksi) ?
salam,
tony
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------