Problem penyatuan kelembagaan.

Saya kok masih sering merasa (moga-moga perasaan saya saja) mengapa orang
BPMIGAS selalu enggan disebut sebagai pegawai Dept. MIGAS ?
Apakah karena BPMIGAS dahulunya kebanyakan ex-pegawai Pertamina, sedangkan
Ditjen Migas hanyalah pegawai negeri. ?
Sehingga kesan saya adanya proses tarik-ulur dan saling tolak dalam hal
wewenang dan tanggung jawab. Penyatuan lembaga ini sangat penting tentunya.
Saya yang merasa di "pihak luar" kadangkala heran dan kebingungan dengan hal
yang seperti ini.

Saya sendiri menyadari. Reformasi (reform-perubahan) memang memerlukan waktu
tidak bisa instant, dan saya rasa proses "penyatuan" ini juga akan memakan
waktu. Tentunya diperlukan keterbukaan semua pihak yg terkait baik BPMIGAS,
Ditjen Migas serta kita-kita juga ketika berhubungan dengan pengusahaan
migas.

Saya rasa nantipun kalau sudah ada Badan Geologi Nasional juga akan memiliki
problem senada antara P3G, LIPI, Bakosurtanal, BMG dll kalau dilebur dalam
satu organisasi tunggal kebumian. Saya inget kang ADB dulu ketika ditawari
membidani BGN sangat ragu-ragu. Tetapi kalau melihat perkembangannya
sebenernya arah perubahan dan peleburan ini sudah menunjukkan kemajuan
bagus. Dan saya rasa sudah dalam "track" penyatuan yg tepat. Semoga

Saya hanya ingin belajar dari perubahan-perubahan seperti ini. Mungkin
rekan-rekan yang berkecimpung angsung bisa "share
informations/knowledges/experiences" dengan timbulnya penyatuan kelembagaan
di Indonesia ...

Mohon maaf bila tidak berkenan,
Salam,

RDP

On 5/23/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Abah,

Dulu, perizinan itu juga berakhir di BPMIGAS (Pertamina MPS saat itu) gak
perlu ke MIGAS. Hanya, BPMIGAS dan MIGAS beberapa tahun lalu mengadakan
pembagian tugas dan wewenang (tupoksi - tugas-pokok-fungsi). Nah, untuk
masalah data termasuk publikasi itu wewenang MIGAS. Penyiapan lahan adalah
terutama wewenang MIGAS tetapi BPMIGAS wajib memberikan masukan2 dan
beberapa orang (belum institusi) dilibatkan dalam tim penyiapan lahan. WP &
B dan operasi permigasan hari ke hari adalah wewenang BPMIGAS.

Seperti e-mail saya sebelumnya, sponshorship adalah untuk Staf Ditjen
MIGAS. Itu jelas selalu disebutkan di surat izin publikasi yang diterbitkan
Ditjen MIGAS.

Betul Bu Yuriza, tenaga expat jarang mau menulis untuk PIT IAGI. Jadi
diajakkan pun belum tentu mau. Apriori terhadap PIT IAGI merupakan salah
satu alasannya, dan kembali kepada masalah bahasa, sedikit saja yang mau
berbahasa inggris di forum PIT IAGI.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, May 23, 2006 8:55 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] masih ada 5 hari lagi utk mengumpulkan ABSTRAK
PIT IAGI 2006

>

  Yuriza

  Saya agak kurang mengerti persoalan yang Anda hadapi
  Apakah :
  1. Kalau Anda mau nulis , harus disertai rekan kerja Anda yg expatriate
?
  2. Sponsorship ke Int'l Symp buat siapa  ? Staf Ditjen Migas atau
BPMIGAS?

  Kalau menurut saya sih keharusan ijin dari dari Ditjen Migas seharusnya
  diserahkan saja kepada BPMIGAS , karena ini bukan suatu kebijakan yang
  "prinsipil". Cukup Ditjen Migas memberikan arahan saja kepada BPMIGAS.
  Kan pekerjaan Ditjen Migas yang paling penting adalah memberikan
  kebijakan kebijakan , sedangkan pekerjaan teknis yang malahan paling
  penting adalah menyiapkan lahan lahan untuk di"tender" agar cadangan
  cadangan baru ditemukan kembali.
  Lahan lahan tersebut harus "di-dandani" agar menjadi cantik , walaupun
  bukan "perawan".
  Tah eta.!!!!!


  Si-Abah


___________________________________________________________________________



  Bu Yuriza,
>
> Izin publikasi diterbitkan oleh Ditjen Migas. Oilco mengirimkan surat
> permohonan izin publikasi ke BPMIGAS dan BPMIGAS akan membuat surat baru
> ke ke Ditjen Migas tentang permohonan izin publikasi dari Oilco itu.
>
> Ada beberapa "default" yang selalu tercantum di surat izin publikasi
dari
> Migas, a.l. kewajiban mengikutsertakan Staf Ditjen Migas pada
> pertemuan/forum tersebut untuk validasi bahan makalah yang
dipresentasikan
> dan transfer ilmu pengetahuan. Ini sudah berlangsung lama Bu Yuriza,
bukan
> akhir2 ini. Tentang apakah Staf Ditjen Migas itu jadi ikut atau tidak
itu
> masalah lain.
>
> Permintaan untuk menjadi co-author bisa datang dari Oilco bisa juga
datang
> dari BPMIGAS atau Ditjen Migas. Permintaan dari Oilco untuk melibatkan
> pihak BPMIGAS/Ditjen Migas sebagai co-author tentu ada alasannya,
misalnya
> agar perizinan lebih mudah (mungkin lo). Permintaan datang dari
> BPMIGAS/Ditjen Migas juga ada alasannya.
>
> Saya bisa mengerti kesulitan seorang Compatriot di Oilco asing untuk
> menulis karena selain saya juga pernah mengalaminya, juga banyak dapat
> cerita dari teman2 Compatriot. Izin internal memang biasanya terhambat
> karena urusan barang rahasia. Tetapi tak semua Oilco asing begitu, ada
> juga yang sangat mendukung publikasi2, biasanya kalau manajer2nya aktif
di
> Professional Division IPA yang telah terbiasa dengan publikasi2.
>
> Saya pikir perjuangan di internal Oilco akan lebih sulit dibandingkan
> proses perizinan eksternal di BPMIGAS dan Ditjen Migas. Saya pribadi
> sangat mendukung kalau teman2 Compatriot rajin menulis. Hanya, apakah
ada
> aturan khusus dari BPMIGAS agar tenaga nasional di Oilco rajin menulis,
> saya mesti mengeceknya dulu ke rekan2 SDM BPMIGAS. Tetapi, itu ide baik
Bu
> Yuriza.
> Semoga kesulitan internal tak menyurutkan teman2 Compatriot untuk tetap
> rajin berpublikasi demi kemajuan anak-anak bangsa !
>
> Salam,
> awang
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, May 23, 2006 7:53 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] masih ada 5 hari lagi utk mengumpulkan ABSTRAK
> PIT IAGI 2006
>
> Pak Awang,
>
> Akhir akhir ini ada tendency menarik, saya tidak tahu apakah itu juga
> dialami semua rekan lain.... setiap perijinan abstrak akan diikuti oleh
> permintaan menjadi coauthor, sponsorship ke international simposium dan
> sejenis.....
> Ada apa gerangan ..... apakah tidak lebih baik mentiipkan teman kita
> compatriot ikutan kerja di oilco untuk mendapatkan ilmu (dari pada
> coauthor
> tapi tidak pernah ikutan kerjaannya) .... dan mengkelola sponsorship
> dengan
> cara lain misalnya semacam konsorsium .....
> Apakah tidak lebih baik kalau ada sejenis 'paksaan' kepada oilco untuk
> menyuruh orang orangnya (terutama lokal) untuk nulis apa saja (toh ada
> committee yang nyaring nantinya), dengan cara ini compatriot kita akan
> maju
> .....
> Sekarang minta ijin nulis secara internal aja susah, ditambah dengan
> 'contraint' external yang telah saya sebut tadi .....jadi  repot deh
kita
> orang lokal di oilco asing .....
> Saya punya dua abstrak yang harus berantem dulu untuk ngirimnya .....
dua
> duanya sih bukan hal hebat untuk mewakili oilco tempat saya
> bekerja....tapi
> cukup menarik untuk bagi bagi ilmu sesama compatriot (dan
kebetulan  punya
> contoh dari data yang ada).... mestinya kan itu sah sah aja ......dan
> tidak
> perlu saya pun yang present (bisa compatriot lain)..... ya itulah
> kesulitan
> di oilco asing pak Awang .....
> Akan saya usahakan lagi deh (dengan berantem) mudah mudahan boleh ......
>
> salam
> yuriza
>
>
>
>
> |---------+---------------------------->
> |         |           "Awang Harun     |
> |         |           Satyana"         |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           om>              |
> |         |                            |
> |         |           22/05/2006 11:20 |
> |         |           AM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
>
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>   |
>                                                           |
>   |       To:       <[email protected]>
>                                                           |
>   |       cc:
>                                                           |
>   |       Subject:  RE: [iagi-net-l] masih ada 5 hari lagi utk
> mengumpulkan ABSTRAK PIT IAGI 2006                                    |
>
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>
>
>
>
> Total abstrak yang telah diterima ada 34 abstrak setelah empat (?) bulan
> call-for paper beredar termasuk perpanjangan lima minggu dead line dari
21
> April 2006 ke 26 Mei 2006. Mungkinkah dalam lima hari ke depan abstrak
> yang
> diterima > 100 buah ?
>
> Mungkin, suatu hari kita perlu punya data statistik kecenderungan orang
> mengirimkan abstrak pada periode call-for paper. Bagaimana
distribusinya,
> berapa persen yang menyerahkan di bulan pertama, bulan kedua, dst, dan
> berapa persen yang menyerahkan setelah deadline diperpanjang, atau
berapa
> persen yang menyerahkan di detik-detik terakhir. Statistik bisa dibangun
> berdasarkan data PIT lima tahun terakhir misalnya.
>
> Saya pikir banyaknya abstrak dikirim dipengaruhi juga di kota mana PIT
> diselenggarakan (walaupun sejatinya penulis yang baik tak melihat kota
> dulu, artinya PIT di Jakarta pun-katakanlah domisilinya di Jakarta-ia
> tetap
> kontribusi, "mau nulis apa mau jalan2 sih ?"). Juga ada pengaruh dari
> PIT-PIT lain. Tahun ini di sekitar pelaksanaan PIT IAGI ada Jakarta2006
> tempat pertemuan gabungan SEG, HAGI, IAGI, IATMI berlangsung. PIT AAPG
> Internasional pun tak jauh dari Indonesia, di Perth. Dua PIT di luar PIT
> IAGI itu cukup banyak menyedot abstrak2.
>
> Tentu Panitia PIT IAGI Pekanbaru punya batas minimal jumlah abstrak yang
> masuk mesti berapa agar PIT bisa berlangsung. Semoga cut off itu bisa
> dilampaui sebab katanya dominasi abstrak masuk di menit2 terakhir.
>
> Salam,
> awang
>
> -----Original Message-----
> From: mohammad syaiful [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, May 22, 2006 3:56 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] masih ada 5 hari lagi utk mengumpulkan ABSTRAK PIT
> IAGI 2006
>
> status sementara saat ini:
> 29 abstrak telah dikirimkan oleh para ahli geologi;
> 5 abstrak telah dikirimkan oleh para calon ahli geologi (mahasiswa).
>
> ayo, segera kirimkan abstrak karya rekan2 sekalian, hanya ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ditunggu segera!
>
> terimakasih dan salam,
> syaiful
> *sc pit-iagi
>
>



--
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !

Kirim email ke