>

  Ndang

  Benar , koreksi anda mengenai Net revenue , terima kasih.
  Apa bedanya "menawarkan PI kepada BUMD" pasal 34 dengan Indonesia PI
  yang tertulis dalam PSC yang lama ?
  Dalam hal Kontrak PSC-nya menyebutkan demikian apakah "penawaran kpd
  BUMD" juga tetap berlaku ?
  Memang ada bedanya ,yaitu pada sistim IPI , keikutsertaan , harus
  dinyatakan pada first expl well yang sukses.Jadi resiko masih besar.

  Si-Abah

__________________________________________________________________________



  Kang Abah,... sedikit koreksi:
> - Yang dituliskan dalam bagian argumen Kang Yanto ttg pembagian dg daerah
> berdasarkan "net-revenue" itu adalah prinsip-prinsip dalam PKPD (Pembagian
> Keuangan Pusat-Daerah) yang diatur dalam UU25/1999 dan UU33/2004. Hal tsb
> berbeda dengan esensi-mekanisme 10% Participating Interest dalam kontrak
> PSC
> yang diatur dalam UU22/2001 dan dijelaskan dalam PP35/2004 dan PP34/2005.
> - Kalau aturan yang pertama berhubungan dengan urusan keuangan
> pemerintahan
> (pusat-daerah), aturan yang kedua berkaitan dengan aturan bisnis-to-bisnis
> antara PSC dengan BUMD -- yaitu aturan yang memungkinkan
> BUMD/Perusda/Koperasi di daerah farm-in/share-in didalam suatu blok PSC
> apabila blok tersebut dinyatakan komersial.
> - Dengan (masih) adanya konsolidasi (keuangan) seluruh Blok Pertamina,
> memang akan menjadi sedikit "tricky" untuk menghitung-hitung harga 10% PI
> tersebut, baik untuk membayar exploration cost yang sudah dikeluarkan,
> maupun nantinya untuk membayar "cash-call"-nya block tersebut.
> - Mudah-mudahan Bapak-bapak kita di BPMigas & Ditjen Migas dalam waktu
> dekat
> mampu untuk membuat terobosan-terobosan sedemikian rupa sehingga masalah
> konsolidasi dan 10%PI tsb bisa segera dipecahkan, dan Perusahaan2 Daerah
> yang bergerak di bidang Migas akan makin banyak dan semakin professional.
>
> Selamat berjuang
>
> Salam
>
> Andang Bachtiar
> FKDPM
>
>
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Tuesday, May 23, 2006 9:56 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] 40 KSO PTM
>
>
>>> Pak Koesoema
>>
>>  Gini lho , pan PSC itu diilhami oleh sistim paro-nya pengelolaan sawah,
>>  jadi tergantung sawahnya milik siapa , juga kalau panen-nya gagal ya
>>  yang punya sawah ndak dapat apa apa.
>>  Dalam case OTODA peilik sawah ada dua yaitu NKRI dan Pem Kab.
>>  Jadi 10 % participating interest itu kan hanya berlaku pada tahapan
>>  produksi, untuk PemKab.
>>  Jadi tergantung dikabupaten mana lapangan minyak itu berada , kalau
>> adai
>>  nya di kabupaten A , ya yang berhak 10 % adalah Kabupaten A.
>>  Nah memang menghitung-nya menjadi sangat sulit , karena yang dibagikan
>>  net revenue.
>>  Untuk KPS yang daerah-nya relatif kecil saja tetapi dengan lapangan
>>  yang berada dibeberapa kabupaten sudah sulit.
>>  Dapat dibayangkan bagaimana sulit-nya PTM yang blok-nya berada
>>  dibeberapa   propinsi , dan laporan keuangan-nya
>>  harus dikonsolidasikan dulu di - PTM - EP -JKT, baru kemudian
>> dibebankan
>>  ke-masing2 Unit Bisnis.
>>  Padahal PemKab tentunya ingin cepat cepat mendapatkan uangnya agar
>> dapat
>>  dipakai membangun Daerah.
>>
>>  Saya bukan orang KEU , tetapi kebayang lieur-nya ya ?
>>
>>  Si-Abah.
>>
>> _________________________________________________________________________
>>
>>
>>
>>  Pak Luthfi:
>>> Jika prinsip "undivided interest" berlaku untuk Pertamina, bagaimana
>>> apakah
>>> Pertamina berkewajiban untuk menawarkan 10% interest-nya pada BUMD
>>> (daerah)
>>> sebagaimana dalam UU Migas pasal 22 yang berlaku untuk PSC? Karena
>>> tentu
>>> Wilayah Kerja Pertamina meliputi banyak propinsi dan kabupaten!.
>>> RPK
>>> ----- Original Message -----
>>> From: <[EMAIL PROTECTED]>
>>> To: <[email protected]>
>>> Sent: Monday, May 22, 2006 9:50 AM
>>> Subject: Re: [iagi-net-l] 40 KSO PTM
>>>
>>>
>>>> >
>>>>  Pak Koesoema
>>>>
>>>>  Memang kalau kita lihat dari kacamata pwerusahaan minyak / PSC yang
>>>>  normal , adalah aneh bahwa PTM tidak boleh farm -out.
>>>>
>>>>  Hal ini terjadi sebagai akibat sifat PTM (berdasarkan PP - nya
>>>> berangkali)
>>>>  yang dianggap samadengan PSC kecuali split-nya.
>>>>  Sampai sini dulu saya bertanya : Apakah memang harus disamakan ?
>>>>  Apakah akan ada yang protes kalau diberikan sedikit dispensasi (lha
>>>> wong
>>>>  PTM punya negara , artinya mau untung seberapa banyak ya untung-nya
>>>> buat
>>>>  negara dan dimanfaatkan untuk rakyat.
>>>>
>>>>  Karena disamakan maka WKP-nya akan dan hanya SATU.
>>>>  Akibat-nya  ?
>>>>  Ya , seperti kata Pak Lufthi itu , kalau fatm - out ya harus seluruh
>>>> WKP.
>>>>  Praktek-nya bagaimana ya ? Wong daerah-nya begitu besar , dibeberapa
>>>>  cekungan , dengan berbagai tingkat risiko, tingkat operasi (ada
>>>> lapangan
>>>>  yang baru diketemukan , ada yang sudah jadi brown - field).
>>>>  Jadi kalau mau farm - in / farm -out , bagaimana menghitung
>>>> perjanjian
>>>>  bisnis-nya ya ?
>>>>
>>>>  Jadi akhirnya PTM milih saja sitim KSO, tentunya akan sedikit sulit
>>>> bagi
>>>>  para calon mitra , karena seperti kata Pak Kusuma  namanya ya tetap
>>>> sajal
>>>>  PTM. Padahal untuk public company nama-nya tercantum merupakan hal
>>>> yang
>>>>  penting.
>>>>
>>>>  Menurut saya Pemerintah pake saja saerian "A" mild yaitu " Kalau bisa
>>>>  dibikin mudah mengapa dibukin susah" and`"Tanya kenapa ?".
>>>>
>>>>  Jadi Pemerintah harus berani memberikan "perlakuan khusus" kpd PTM
>>>>  al. boleh memisahkan sebagian daerah-nya untuk melakukan
>>>> "deal-bisnis",
>>>>  apapun bentuknya , sepanjang itu akan memberikan kontribusi positip
>>>> bagi
>>>>  PTM.
>>>>
>>>>  Dalam hal sudah terjadi "kerja-sama" dengan fihak ketiga , maka
>>>> daerah
>>>>  diperlakukan sebagai satu blok tersendiri , dan melaporkan
>>>> aktifitas-nya
>>>>  sebagai KKKS`kepada BP-Migas .TETAPI MASIH TETAP MENJADI DAERAH WKP
>>>> PERTA-
>>>>  MINA.
>>>>
>>>>  Perlakuan/aturan akuntansi migas-nya tentu harus dseselaraskan , akan
>>>>  tetapi menurut pendapat saya Pemerintah akan  dapat bagian sesuai
>>>>  dengan aturan yg berlaku saat ini.
>>>>
>>>>  Pendapatan Pertamina dari kerja sama , dimasukan kembali ke PTM
>>>> tetapi
>>>>  harus suda bebas pajak.
>>>>
>>>>  Jadi pada dasar-nya kak boleh memecah interest-nya , maka akan sulit
>>>>  bagi - PTM untuk mengembangkan diri.
>>>>  Dus , yang jadi kunci adalah mau apa tidak Pemerintah memberikan
>>>>  hak kepada PTM untuk memecah-mecah porto folio berdasarkan
>>>> kepentingan
>>>>  bisnis-nya ?
>>>>
>>>>  Si - Abah
>>>>
>>>> ___________________________________________________________________________
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>  Ini sekedar wacana ("provokasi") saja mengenai KSO. Saya harap
>>>> tulisan
>>>> ini
>>>>> dapat menuai diskusi
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Jika Pemerintah ingin membesarkan Pertamina dan tidak
>>>>> meng-anak-tirikan
>>>>>  anak
>>>>> kandungnya sendiri walaupun pernah nakal, maka Pertamina harus
>>>>> diperlakukan
>>>>> sebagai PSC lainnya sehingga dapat bersaing dengan sehat.
>>>>>
>>>>> Pertama-tama prinsip 'undivided interest" tidak diberlakukan untuk
>>>>> Pertamina. Yang jadi masalah utama bagi Pertamina adalah mendapatkan
>>>>> dana
>>>>> untuk mengembangkan lapangan-lapangannya, membor prospek2-nya bahkan
>>>>> mengexplorasi sebahagian daerah-daerahnya, untuk mana tidak mungkin
>>>>> untuk
>>>>> dibiayai bank. Pertamina harus diperbolehkan untuk mem-farm-out-kan
>>>>> sebahagian ladang2 minyaknya, prospek demi prospek, bahkan bahagian
>>>>> tertentu
>>>>> daerahnya, kepada perusahaan minyak nasional maupun internasional
>>>>> dengan
>>>>> memberikan participating/ working interest (termasuk reserves
>>>>> entitlement?)
>>>>> dan dibayar dengan hasil produksinya (in kind) sesuai dengan
>>>>> participating
>>>>> interestnya. Hal ini dilakukan oleh PSC lainnya, mengapa Pertamina
>>>>> tidak?
>>>>> Perusahaan minyak tidak akan berminat kalau sekedar jadi kontraktor
>>>>> dibayar
>>>>> dengan cost and fee saja. Supaya Pertamina tidak jadi perusahaan
>>>>> portfeuille
>>>>> saja, maka Pertamina harus tetap jadi operator tetapi dengan
>>>>> partisipasi
>>>>> aktif dari fihak investor. Untuk ini tidak perlu dibentuk perusahaan
>>>>> baru
>>>>> seperti PT Pertamina Cepu, tetapi Pertamina cukup membentuk
>>>>> management
>>>>> units
>>>>> seperti Strategic Business Units (yang mengelola keuangannya sendiri)
>>>>> yang
>>>>> langsung berada di bawah management Pertamina dan merupakan bagian
>>>>> integral
>>>>> dari Pertamina. Namun supaya bentuk KSO ini menarik bagi perusahaan
>>>>> minyak
>>>>> yang melakukan farm-in (partner), maka partner harus diberi hak untuk
>>>>> menempatkan personilnya pada SBU ini (seconded) untuk slot-slot
>>>>> tertentu
>>>>> sehingga mempunyai kontrol langsung terhadapa jalannya operation.
>>>>> Jadi
>>>>> sebenarnya sama dengan JOB atau JOA (yang nota bene bukan merupakan
>>>>> badan
>>>>> usaha/badan hukum tersendiri, tetapi lebih semacam panitya bersama).
>>>>>
>>>>> Hal ini terjadi pada waktu PT Humpuss Patragas melakukan farm-out
>>>>> blok
>>>>> Cepu
>>>>> pada Ampolex, pada waktu mana PT H. Patragas adalah tetap operator,
>>>>> tetapi
>>>>> Ampolex menempatkan seorang Vice President Exploration dan seorang
>>>>> Chief
>>>>> Geologist di dalam organisasi PT H. Patragas. Untuk menghindari
>>>>> kecurigaan
>>>>> Menteri BUMN atau fihak lainnya akan adanya duplikasi dengan BP
>>>>> Migas,
>>>>> atau
>>>>> adanya PSC dalam Pertamina, maka nama dari SBU ini tidak perlu
>>>>> mencantumkan
>>>>> nama partner. Program kerja, POD, AFE dsb dilaporkan pada BP Migas
>>>>> sebagai
>>>>> bahagian dari rencana kerja Pertamina. Dengan demikian Pertamina
>>>>> benar2
>>>>> bertindak sebagai partner dan bukan sebagai regulator. Apakah daerah2
>>>>> yang
>>>>> di-KSO-kan harus ditenderkan, kita pertanyakan juga apakah PSC lain
>>>>> jika
>>>>> ingin melakukan farm-out harus melakukan tender, bahkan izin dari BP
>>>>> Migas?
>>>>>
>>>>> Correct me if I am wrong!
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> (PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB)
>>>>> R.P.Koesoemadinata
>>>>> Jl. Sangkuriang G-1
>>>>> Bandung 40135
>>>>> Telp: 022-250-3995
>>>>> Fax: 022-250-3995 (Please call before sending)
>>>>> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>>>
>>>>> ----- Original Message -----
>>>>> From: <[EMAIL PROTECTED]>
>>>>> To: "malahan" <[email protected]>
>>>>> Sent: Thursday, May 18, 2006 8:49 AM
>>>>> Subject: Re: [iagi-net-l] 40 KSO PTM
>>>>>
>>>>>
>>>>>>> ==================intro=============
>>>>>>> KORAN TEMPO, Senin, 15 Mei 2006, INDUSTRI, kilas:
>>>>>>> Pertamina EP Kembangkan 15 Lapangan.Jakarta- Pertamina Explorasi
>>>>>>> dan
>>>>>>> Produksi (pertamina EP), anak perusahaan PT Pertamina Persero, akan
>>>>>>> mengembangkan 15 Lapangan ZExplorasi di Jawa Barat mulai tahun ini.
>>>>>>> Dari
>>>>>>> lapangan itu, diperkirakan akan menambah produksi gas sebesar 100
>>>>>>> juta
>>>>>>> kaki kubik per hari dan minyak 5.000 barel per hari. Direktur Utama
>>>>>>> Pertamina EP Kun Kurnely mengatakan pengembangan lapangan itu untuk
>>>>>>> membantu Jawa Barat yang sedang mengalami kekurangan pasokan gas.
>>>>>>> Selain
>>>>>>> itu, Pertamina mulai menawarkan 40 lapangan lainnya beberapa tahun
>>>>>>> ke
>>>>>>> depan dengan pola kemitraan. Diharapkan Juni nanti sudah ada
>>>>>>> penetapan
>>>>>>> mitra Pertamina. *MUHAMAD FASABENI
>>>>>>> ==============end of intro================
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>>>>> -----  Call For Papers until 26 May 2006
>>>>> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>>>> No. Rekening: 255-1088580
>>>>> A/n: Shinta Damayanti
>>>>> IAGI-net Archive 1:
>>>>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>>>> -----  Call For Papers until 26 May 2006
>>>> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>>> No. Rekening: 255-1088580
>>>> A/n: Shinta Damayanti
>>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>
>>>
>>>
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>>> -----  Call For Papers until 26 May 2006
>>> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> -----  Call For Papers until 26 May 2006
>> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke