Syukurlah, keaktifan Merapi sudah menurun terus, malah sudah di turunkan
statusnya dari AWAS menjadi SIAGA (mulaiSelasa jam 11:00 kemarin )yang
cocok dengan prediksiku 2 hari lalu, rangkain prediksi 3 bulan terakhir.
Lega, banyak penduduk sudah bisa pulang kampong, aktifitas mau pulih,
setelah 2 bulan dagdigdug. Nadanya Merapi mau istirahat sekitar 2 th.
Sajennya cukup manjur.
Berapa biaya memasang 1000 seismometer ( untuk tiap 70 km sepanjang
sirkum pacific-medeteran 70'an ribu km ) ? Atau 100 buah untuk di
Indonesia yang 7.000'an km ?
Siklus yang di buat untuk Mereapi ini di sebut : Siklus REDI ("Recorded
volcano Eruption, Development, and Implication) Merapi. Kami ucapkan
terimakasih kepada R: Ratdomo Purbo (BPPTK), (E-nya tuk siapa ya ?), D:
SubanDriyo (BPPTK), I: Indyo Pratomo (P3G). Semoga bisa untuk prediksi
gunung lain sirkum Pacific-Medeteran atau "lindu" (eh Large Intensity
Natural Disaster Underground").
Sajen-nya juga jompa-jampi ramalan lalu kami memakai kembang dari 7
daratan, di ambil dari 7 mataangin, bertapa gag sampai 7 hari 7 malam
(he..he..he..).
Kembang itu berupa "flower structure of SYUKUR (Structural plate or mass
Yielded by Unrest convection as Key Unifying fragmented plate or mass
Reference"). Ini membuat 10 folding atau faulting atau atau massa
densisty rendah di setiap level berjarak sekitar 7 x 10^n meter, untuk n
setidaknya 3 s/d 7. (bisa n dari -20 hingga +28). Pergerakan arus di
bumi membuat 7 arus angin itu sebagai "planetary cyclone" pada bumi 7
lapis, menggerakkan 7 megalempeng, dengan siklus Gelombang SALAM.
Salam,
Maryanto.
-----Original Message-----
From: Maryanto (Maryant)
Sent: Monday, June 12, 2006 1:16 PM
To: '[email protected]'; 'Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)'
Subject: RE: REDI Merapi
Syukurlah, Merapi sudah bernada melemah keaktifannya. Jum'at lalu,
adalah terbesar "wedus gembel" di 2006, arah selatan maks 5 km . Ya
begitulah rangkuman diskusi dengan Mas Subandriyo, BPPTK Minggu.
"Erupsi" terbesar itu timbulkan kawah di Jum'at sore. Hari berikutnya,
perlu isi kawah untuk melelehkan lagi. Ini juga bernada Merapi mau
istirahat walau puncak purnama, tgl 15 komariah, malah Minggu malem
Senin semalam. Minggu kemarin pun lebih sedikit jumlah "wedhus
gembel"nya. Cocoklah dugaan Pak Leo dengan nada melemahnya Merapi kini.
Ternyata Pak Leo juga Mas Vicky dah pikirkan hubungan kegempaan ini
versus siklus bulan, dan mungkin malah jauh dari sebelum aku, 3 th lalu.
Pak Yatno pun komentar bagus-bagus.
Deviasi prediksi 3 hari dengan model gaya bulan ini tuk Merapi nadanya.
Lava perhari masa erupsi kini amat tinggi, sekitar 3 kali dari erupsi
rata-rata perhari 100 th terakhir, nadanya berkorelasi dengan adanya
gempa Jogja, dan tak ada "erupsi" besar di Merapi.
Model ini, sepertinya anjurkan pasang geophone tiap mikrolempeng (~ 70
km), untuk pantau gempa dan tahu lokasi 1 Magnitude dan lebih besar.
Kini dengan 34 seismometer nadanya belum bisa pantau skala magnitude
itu. iya ? Ini yang mungkin akan berikan info "tremor early warning"
gempa besar. Yang kuyakini, tremor akan ada sebelum gempa besar. Tentu
itu berguna untuk tentukan kapan gempanya. Semoga, kedepan semakin
mantab prediksinya.
Wassalam,
Maryanto.
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------