salam,

maaf, apakah peta yogya dan surakarta yang dimaksud adalah peta geologi standar 
dari P3G dengan skala 1:100.000 itu pak?
soalnya kalau iya, terus terang saya rada skeptis.. banyak pengalaman saya dan 
teman2 yang melakukan pemetaan pada skala 1:12.500 dan 1: 25.000 di banyak 
daerah (jawa dan luar jawa) dan menemukan bahwa sesar2 yang ada di peta2 P3G 
itu ternyata banyak sekali yang  salah, terutama  dalam penentuan 
pergerakannya. 
seperti di daerah ngampel misalnya, yang masuk dalam peta geologi lembar 
rembang keluaran p3g, disana terdapat sesar2 turun berarah NE-SW, yang ternyata 
setelah di periksa di lapangan yang ada justru bidang-2 sesar dengan 
slickenslide yang jelas-jelas horizontal...

kemudian yang saya ingin tanyakan : apakah ada pengaruh gerakan sesar dengan 
intensitas gempa yang dapat di hasilkan? mungkin sesar turun cenderung memiliki 
stress level yang lebih rendah di banding sesar mendatar atau sesar naik? atau 
sama saja? tergantung akumulasi stress pada mekanisme stick-slip itu ??

terima kasih, 
salam,
.heru.
 
[EMAIL PROTECTED] wrote: Diskusi sebelumnnya dengan Pak Awang..
-----------------------------------------------------

Awang Harun Satyana
Fri, 09 Jun 2006 01:24:27 -0700


Efek merusak karena sesar bergerak. Sesar Opak semula ia normal fault
dengan
blok turun Bantul dan blok naik Wonosari (lihat lembar peta Yogyakarta
susunan
Pak Wartono UGM dkk., dan lembar Surakarta susunan Pak Budianto Toha dkk.).

Saat gempa Yogya terjadi, focal mechanism di episentrum menunjukkan
mekanisme
strike-slip. Ia teraktifkan ulang sebagai sesar mendatar yang bergerak dari

Jetis-ujung Klaten. Gerakannya ini yang merusak. Andai sesar Opak B-T saya
pikir ia tak akan teraktifkan sebagai strike-slip, mungkin malah sesar
naik,
bergantung kepada vector slip rupture gempa. Begitu pun untuk sesar naik
dan
normal, jelas strike sesar akan berpengaruh ke mekanisme dan hasil
reaktivasinya. Untuk selatan Jawa, saya pikir semua sesar yang
utara-selatan/BD-TL/BL-tenggara harus lebih diwaspadai.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 09, 2006 3:06 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Hubungan sesar dengan kerusakan akibat gempa

Kalau kita punya sesar, apakah jenis sesar dan orientasi strikenya bisa
menyebabkan perbedaan efek kerusakan yang berbeda ..?
mis : kalau kasus jogya ada sesar mendatar yang kebetulan (agak)  tegak
lurus Ne-SW dengan kompresi utama (dari selatan ) maka menyebabkan
kerusakan yang besar.
Bagaimana misalnya sesar mendatar tapi strikenya sejajar dengan arah
compresi sekarang ( sesar tua misalnya) , apa akan memberikan tingkat
kerusakan yang sama...?
misalnya di sumatera..apakah kalau ada gaya dari barat akan memberikan efek
yang sama bila gayanya dari utara mengingat strike dari faults sumatera
berarah NW-SE.
Apa memang yang  harus lebih diwaspadai adalah sesar - sesar geser yang
tegak lurus dengan arah kompresi /subduksi...?

Lalu bagaimana dengan sesar naik / turun dan berbagai orientasi strikenya
terhadap gaya kompresi utama yang berlaku, dalam memberikan efek
kerusakan...?


Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



                                                                                
                                                                   
                      "Rovicky Dwi                                              
                                                                   
                      Putrohari"               To:       HAGI-Net , 
[email protected]                                     
                      
                      m>                       Subject:  [iagi-net-l] Apakah 
setiap pergerakan sesar selalu mengakibatkan gempa ?                  
                                                                                
                                                                   
                      16/06/2006 12:18                                          
                                                                   
                      PM                                                        
                                                                   
                      Please respond to                                         
                                                                   
                      iagi-net                                                  
                                                                   
                                                                                
                                                                   
                                                                                
                                                                   




Ada yg tahu jawabnya ?

Kalau saya perhatikan patahan-patahan yang suangat buanyak di setiap
melihat outcrop. Sepertinya semua daerah ada patahannya. Namun tidak
semua tempat ada catatan gempanya. Mungkin terjadinya sudah masa lalu
sehingga tidak ada dalam catatan sejarah manusia. Atau memang
reaktivasi sesar tidak harus dikuti munculnya gempa.

Pada umumnya sesar-sesar yg dijumpai di lapangan (outcrop) maupun
penampang seismic memilki dimensi "slip" (pergeseran semu) dalam
hitungan sekian hingga puluhan meter.  Padahal perhitungan sementara
yg dilakukan Irwan untuk gempa jogja berkekuatan 6.4 MW di Bantul
kemarin memperlihatkan kemungkinan lateral displacement maksimum hanya
10cm dan slip 60 cm saja.
http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/STUDENT/irwan/jogjaeq/jogjaeq.html

RDP

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke