Efek merusak atau tidaknya tentunya juga sangat tergantung dari lithology
permukaannya biasanya disebut percepatan tanah. Atau ngga begitu ngerti apa
arti fisis percepatan tanah ini, Pak Leo mungkin lebih tahu jawabnya
daripada rumput bergoyang :).

Kalau anda coba tengok peta kerusakannya di
http://rovicky.blogspot.com/2006/06/peta-kerusakan-gempa-jogja-27-mei-2006.html

Tempat-tempat yg mengalami kerusakan terutama disebelah barat dari lokasi
gempa ini atau sebelah barat dari patahan opak.
Mengapa ?
Selain daerah kerusakan ini lebih padat penduduk dibandingkan sebelah timur
yg berupa pegunungan selatan, Klau anda lihat dipeta tersebut bangunan
(perkampungan di Tinggian Wonosari relatip tidak rusak) daerah ini
dibawahnya terususun oleh batuan lunak yg akan meredam energi gempa artinya
terjadi percepatan gelombang di daerah Bantul. Bayangkan kalau energi
diserap disini artinya banyak energinya yg dilepaskan dalam menggetarkan
daerah ini. Bagian timur dari daerah ini berupa perbukitan terdiri atas
batuan keras. Dengan demikian energi gelombang akan melewatinya dan
percepatan gelombangnya relatif lebih kecil dan daya rusaknya juga lebih
kecil. Namun gelombang gempa ini menjalar jauh kearah timur. Bahkan menurut
laporan USGS getaran ini dirasakan hingga di daerah Bali.

Gempa Jogja kemarin juga lebih dirasakan ke timur ketimbang ke barat.

rdp

On 6/16/06, [EMAIL PROTECTED] <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Diskusi sebelumnnya dengan Pak Awang..
-----------------------------------------------------

Awang Harun Satyana
Fri, 09 Jun 2006 01:24:27 -0700


Efek merusak karena sesar bergerak. Sesar Opak semula ia normal fault
dengan
blok turun Bantul dan blok naik Wonosari (lihat lembar peta Yogyakarta
susunan
Pak Wartono UGM dkk., dan lembar Surakarta susunan Pak Budianto Toha
dkk.).

Saat gempa Yogya terjadi, focal mechanism di episentrum menunjukkan
mekanisme
strike-slip. Ia teraktifkan ulang sebagai sesar mendatar yang bergerak
dari

Jetis-ujung Klaten. Gerakannya ini yang merusak. Andai sesar Opak B-T saya
pikir ia tak akan teraktifkan sebagai strike-slip, mungkin malah sesar
naik,
bergantung kepada vector slip rupture gempa. Begitu pun untuk sesar naik
dan
normal, jelas strike sesar akan berpengaruh ke mekanisme dan hasil
reaktivasinya. Untuk selatan Jawa, saya pikir semua sesar yang
utara-selatan/BD-TL/BL-tenggara harus lebih diwaspadai.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 09, 2006 3:06 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Hubungan sesar dengan kerusakan akibat gempa

Kalau kita punya sesar, apakah jenis sesar dan orientasi strikenya bisa
menyebabkan perbedaan efek kerusakan yang berbeda ..?
mis : kalau kasus jogya ada sesar mendatar yang kebetulan (agak)  tegak
lurus Ne-SW dengan kompresi utama (dari selatan ) maka menyebabkan
kerusakan yang besar.
Bagaimana misalnya sesar mendatar tapi strikenya sejajar dengan arah
compresi sekarang ( sesar tua misalnya) , apa akan memberikan tingkat
kerusakan yang sama...?
misalnya di sumatera..apakah kalau ada gaya dari barat akan memberikan
efek
yang sama bila gayanya dari utara mengingat strike dari faults sumatera
berarah NW-SE.
Apa memang yang  harus lebih diwaspadai adalah sesar - sesar geser yang
tegak lurus dengan arah kompresi /subduksi...?

Lalu bagaimana dengan sesar naik / turun dan berbagai orientasi strikenya
terhadap gaya kompresi utama yang berlaku, dalam memberikan efek
kerusakan...?


Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852




                      "Rovicky Dwi
                      Putrohari"               To:       HAGI-Net <
[EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
                      <[EMAIL PROTECTED]        cc:
                      m>                       Subject:  [iagi-net-l]
Apakah setiap pergerakan sesar selalu mengakibatkan gempa ?

                      16/06/2006 12:18
                      PM
                      Please respond to
                      iagi-net






Ada yg tahu jawabnya ?

Kalau saya perhatikan patahan-patahan yang suangat buanyak di setiap
melihat outcrop. Sepertinya semua daerah ada patahannya. Namun tidak
semua tempat ada catatan gempanya. Mungkin terjadinya sudah masa lalu
sehingga tidak ada dalam catatan sejarah manusia. Atau memang
reaktivasi sesar tidak harus dikuti munculnya gempa.

Pada umumnya sesar-sesar yg dijumpai di lapangan (outcrop) maupun
penampang seismic memilki dimensi "slip" (pergeseran semu) dalam
hitungan sekian hingga puluhan meter.  Padahal perhitungan sementara
yg dilakukan Irwan untuk gempa jogja berkekuatan 6.4 MW di Bantul
kemarin memperlihatkan kemungkinan lateral displacement maksimum hanya
10cm dan slip 60 cm saja.
http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/STUDENT/irwan/jogjaeq/jogjaeq.html

RDP

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !

Kirim email ke