Pak Andang,

Terus terang saya dan banyak kawan belum tahu bagaimana kronologi pemboran
mulai dari awal sampai dengan terjadinya "insiden lumpur" tersebut. Kalau
benar ada "underground blowout", pengertian saya berarti ada ketidaktepatan
dalam "casing design". Dapat dibayangkan pada penampang sumur ada "open
hole" yang cukup panjang, yang semestinya sudah dicover dengan pipa casing
dan disemen sebelum melanjutkan pemboran lebih dalam lagi.
Dalam kondisi openhole yang cukup panjang/dalam, ketika pemboran mencapai
kedalaman tertentu, dan terjadi loss yang diikuti dengan "kick" maka untuk
mengatasinya (kill the kick tersebut) diperlukan lumpur pemboran yang
densitasnya lebih besar dari lumpur yang dipakai saat pemboran; namun
resikonya/akibatnya formasi di bawah pipa casing terakhir (yang di-set
relatif agak dangkal) tidak mampu menahan lumpur pemboran yang densitasnya
lebih besar tersebut karena kondisinya relatif lebih lemah/rapuh (mendekati
unconsolidated?). Kemampuan/ daya tahan terhadap tekanan dari formasi ini
bisa diketahui dari data "leak off test" atau "formation integrity test"
yang biasanya dilakukan setelah pemboran menembus 10 ft formasi baru di di
bawah casing shoe.

Kalau sudah terjadi underground blowout, gas dan formation fluid akan
mengalir mencari rekahan-2 yang lemah dan keluar ke permukaan. Rasanya
keadaan ini lebih sulit diatasi. Kalau blowout (masih) melewati lubang sumur
yang peralatan pemboran (drilling rig, rangkaian drill pipe, blowout
preventer/BOP dll) masih lengkap, kick bisa dikendalikan dan dimatikan
(terkadang perlu waktu lama).
Saya tidak tahu bagaimana cerita akhir nanti; apakah seluruh pembiayaan
untuk mengatasi musibah ini akan menjadi beban Negara (cost recovery) atau
tanggung jawab operator ybs.
Semoga IAGI dan para partner profesional bisa melakukan tugas dengan sangat
baik, dan musibah bisa segera diatasi.

Salam hangat.
Sugeng
(mantan mudlogger, geologist merdeka)

..........
5. Insiden Lumpur Porong: fakta petroleum geology dan data kronologi
pemboran menunjukkan bhw yg terjadi adalah UNDERGROUND BLOWOUT yg ditrigger
oleh prosedur pemboran yang kurang sempurna...
...........


On Tue, 20 Jun 2006 08:29:28 +0700 (WIT)
[EMAIL PROTECTED] wrote:
.....Tapi aku "curiga" jangan janganan
>Adb sudah ada di
>Surabaya , kan dia AREMA.



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke