Pak Andang, Terima kasih atas gabungan informasi antara fakta dan analisanya.Sangat membantu untuk menyikapi secara pribadi atas apa yg sedang terjadi di BP-1, Salam, -Sena --- Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> MENGEBOR TANPA CASING (?) / LALAI MEMASANG CASING > (?) > > *andang bachtiar - arema* > > > > Istilah "mengebor tanpa casing" atau "lalai memasang > casing" - sehingga > mengakibatkan kejadian munculnya lumpur dalam skala > massif ke permukaan - > yang dijadikan argumen dari tuduhan banyak pihak > (termasuk kepolisian) > terhadap Lapindo merupakan istilah yang > membingungkan. Karena sebenarnya > yang terjadi adalah: dalam mengebor sumur > Banjar-Panji-1 Lapindo "sudah" > memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 feet, > casing 20 inchi pada 1195 > feet, casing (liner) 16 inchi pada 2385 feet dan > casing 13-3/8 inchi pada > 3580 feet (Bahan presentasi Lapindo Press Rilis ke > wartawan, 15 Juni 2006). > Nah, ketika mereka mengebor lapisan bumi dari > kedalaman 3580 feet sampai ke > 9297 feet, mereka "belum" memasang casing 9-5/8 > inchi yang rencananya akan > dipasang précis di kedalaman batas antara Formasi > Kalibeng Bawah dengan > Formasi Kujung, yang dalam hal ini ternyata > ketemunya di kedalaman 9297 feet > tersebut. Dalam teknik pengeboran lapisan bumi, > tentunya kita tidak mengebor > lapisan baru dengan memasang casing menembus lapisan > terlebih dulu, tapi > setelah menembus/membuka lapisan baru tersebut > menjadi lubang - barulah kita > turunkan casing untuk menahan lubang supaya tidak > runtuh, dan supaya dapat > digunakan dalam proses eksplorasi selanjutnya > (testing, produksi dsb). > > > > Ada juga argumen yang dipicu oleh bocornya surat > internal partner (Medco) ke > media massa (Kompas, 14 Juni 2006) yang menyebutkan > bahwa pada 18 Mei 2006, > Medco sudah mengingatkan Lapindo sebagai operator > untuk konsisten pada > program, yaitu memasang casing 9-5/8 inchi di > kedalaman 8500 feet. Maksudnya > mungkin setelah memasang casing untuk melindungi > lubang dari 3580 s/d 8500 > feet itu, maka diperkirakan operasi pemboran akan > aman di > kedalaman-kedalaman berikutnya. Belum tentu juga! > Pada saat itu mereka belum > mengetahui sampai berapa dalam lagi mereka harus > mengebor dalam kondisi > tekanan tinggi (over-pressure) sehinga mencapai > puncak Formasi Kujung yang > relatif tekanannya lebih rendah dari Formasi > Kalibeng yang sedang mereka > tembus di kedalaman 8000-9000an feet tersebut. Yang > menarik lagi dari > argumen-argumen yang mendasari surat yang "bocor" > tersebut adalah: > > 1.. Sebenarnya bagaimana bunyi program casing > 9-5/8 yang tertulis dalam > buku program pemboran Banjar-Panji-1? > 1.. Kalau bunyinya: "Pasang casing di kedalaman > +/- 8500 feet atau > apabila telah menembus puncak dari Formasi Kujung; > tergantung dari mana yang > dicapai terlebih dulu" maka dalam hal kedalaman 8500 > feet telah dicapai tapi > belum menyentuh puncak dari Formasi Kujung, > seharusnyalah pemboran > dihentikan untuk evaluasi dalam rangka memasang > casing. > 2.. Tetapi kalau bunyinya: "Pasang casing di > puncak Formasi Kujung yang > diperkirakan pada kedalaman +/-8500 feet", maka > pemasangan casing pada > kedalaman 8500 feet bukan sesuatu yang mandatory > (harus dilakukan) tetapi > hanya perkiraan saja; sementara tujuan utamanya > adalah memasang casing di > puncak Formasi Kujung yang dalam hal ini ditembus > pada kedalaman 9297 feet > (pada saat terjadi loss-circulation atau terhisapnya > lumpur ke dalam lubang > pemboran karena diasumsikan sudah memasuki Formasi > Kujung yang sangat > berongga). > 2.. Menurut informasi internal dari Lapindo bahwa > sebenarnyalah mereka > berhenti mengebor pada kedalaman +/- 8700 feet, > yaitu setelah menembus 8500 > feet tapi belum juga mendapatkan puncak Formasi > Kujung (informasi ini harus > dicek kebenarannya dengan melihat Daily Drilling > Report). Dalam operasi > pemboran, diperlukan "rat-hole" (lubang tambahan di > bawah target penghentian > pemboran) untuk mendapatkan informasi lengkap dari > kedalaman target yang > bisa di-cover oleh panjangnya alat logging (perekam > sifat lapisan batuan di > lubang pemboran). Dalam hal ini rat-hole tersebut > panjangnya 200 feet > dibawah 8500 feet. Data keratan batuan (cuttings) > dari kedalaman +/- 6100 > feet sampai 8700 feet semuanya menunjukkan bahwa > sumur Banjar-Panji-1 > menembus lapisan batupasir pada interval tersebut. > Demikian juga info yang > didapat dari alat perekam lapisan batuan (logging) > juga menunjukkan hal yang > sama (open hole log ini-pun harus di-cek kebenaran > interpretasinya) > 3.. Karena ternyata masih belum menembus puncak > Formasi Kujung (dibuktikan > dengan terus menerus munculnya lapisan batupasir s/d > kedalaman 8700 feet), > dan karena masih berada pada interval batupasir > (yang secara prosedur teknis > keselamatan pemboran TIDAK COCOK UNTUK DIPASANGI > CASING-SHOE karena > kekuatannya terhadap tekanan akan sangat lemah > dibandingkan dengan > batulempung), dan juga belajar dari pengalaman > pemboran Porong-1 yang > memasang casing 9-5/8" masih di interval > overpressure Kalibeng - menyisakan > puluhan feet overpressure Kalibeng Clay untuk dibor > lagi sebelum tembus > Formasi Kujung - dan setelah itu mengalami "loss" > dan "kick" berulang-ulang > ketika sudah menembus Kujung (sehingga harus > merelakan sumur Porong-1 > sebagai sumur gagal: disemen "plug" dan > ditinggalkan), maka keputusan untuk > tidak memasang casing 9-5/8" di 8500 feet merupakan > keputusan yang SANGAT > RASIONAL, TEKNIKAL, DAN AMAN (SAFE) pada waktu itu. > 4.. Tentu saja keputusan untuk meneruskan pemboran > tanpa memasang casing > 9-5/8" terlebih dulu (setelah run logging pada > 8700-an feet) harus > didasarkan pada prasayat (asumsi) bahwa: > 1.. Seluruh rangkaian casing dangkal sampai > intermediate (30", 20", 16", > dan 13-3/8") telah terpasang dan TERSEMENKAN dengan > sempurna, sehingga kalau > terjadi tendangan (kick) dari daerah lubang terbuka > di bawah casing-casing > tersebut, maka rangkaian casing tidak akan goyang, > rusak, atau bahkan jebol. > Perlu dicatat bahwa pada waktu mengebor Porong-1, > Huffco Brantas juga > mengalami loss & kick yang dapat diatasi di > permukaan dan tidak menyebabkan > retakan di bawah permukaan (underground blow-out) > karena casing-casing > dangkal & intermediate-nya terpasang sempurna. > 2.. Kekuatan menahan tekanan pada sepatu casing > (casing-shoe) yang > terdalam (yaitu 13-3/8" pada 3580 feet) - yang > diukur dari proses Leak-Off > Test (LOT) sebelum mengebor lebih dalam dari 3580 > feet - benar-benar seperti > yang dituliskan dalam laporan pemboran, yaitu: 16.4 > ppg EMW, dan maksimum > berat lumpur yang dipakai dalam pemboran berikutnya > sampai kedalaman > maksimum 9580 feet tidak melebih 15.4 ppg (dengan > menghitung ECD tambahan 1 > ppg). > 5.. Prasyarat (asumsi) butir 4-a merupakan > prasyarat mutlak yang harus > diyakinkan pada waktu selesai logging pada 8700 feet > dan memutuskan untuk > terus mengebor sampai ketemu puncak Formasi Kujung. > Apabila pada waktu itu > (bahkan pada waktu di awal-awal pengeboran interval > 3580-8700 feet) proses > evaluasi kekuatan casing-casing yang sudah terpasang > tidak dilakukan atau > dilakukan dengan seadanya atau dilakukan tanpa > mempertimbangkan lebih lanjut > tentang factor keamanan-nya lebih rinci, maka hal > ini patut disayangkan. > Pada kenyataannya terjadinya under-ground blow-out > mengindikasikan bahwa > casing 13-3/8" telah rusak dan bahkan "menjepit" > pipa pada waktu mereka > memutuskan untuk mencabut rangkaian pipa secara > keseluruhan (Lihat Bahan > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

