Dear all, dan mas sulastama Memang benar,tidak semua LSM itu nakal. apapun bidang kerja LSM tersebut. tapi mungkin oknum dalam LSM itu sendiri. atau bisa jadi, bahwa itu juga bukan kesalahan informasi yang disengaja, tapi ketidak-tahuan seseorang di dalam LSM ketika membaca fenomena alam pasca gempa 27 mei, kemudian dia juga termakan isu bahwa seolah-olah gempa bisa diramal, hari, tanggal, jam, sampai weton (jumat legi atau kamis kliwon, ada gempa, padahal tidak. nah bisa jadi dia mengolah informasi ilmiah kebumianm, tapi tidak paham pakemnya yang mengakibatkan info tersebut menjadi keliru ketika disampaikan masyarakat yang awam. terus terang saya juga pernah kerja dengan LSM di lereng Merapi Selatan, pasca erupsi Merapi 1994, dan sekarang saya memback-up LSM/NGO asing (GTZ Jerman)dan BRR NAD-Nias untuk Support for Local Governance for Sustainable Reconstruction for Aceh, tapi ini untuk urusan rehabilitasi lingkungan, yang perlu assessment geologist. saya masih wira-wiri Jogja - Aceh. Percayalah, masih banyak teman-teman dan jaringan LSM / NGO yang baik bahkan lebih baik dalam bekerja untuk publik. tapi tetap ada juga yang jadi "broker proyek NGO", kayak di Aceh. Yachh..semua memang sangat tergantung nurani pribadi penggerak kepentingan untuk publik melalui lembaga apa saja. yang jelas sampai pagi ini, masih beredar isu besok 15 Juli 2006 ada gempa besar, namanya juga isu. Lha itu orang Jokteng Wetan (lingkungan kota) saja termakan isu, bahkan mereka berpendidikan.
Salam, agus hendratno --- "Raharja, Sulastama" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Andang dan Pak Agus yang terhormat, > Terima kasih atas pencerahannya dan issu aktual yang > berkembang di > Bantul dan Klaten, > Namun saya sedikit terusik dengan: "5. ada LSM-LSM > yang telah memasuki > wilayah korban gempa, yang juga jadi broker > proyek-proyek dan juga ada > yang menebar isu ada gempa susulan yang lebih besar. > mereka dipercaya > karena mereka juga pinter-pinter ngomong (walau > waton ngomong). ini yang > laporan mhs KKN UGM ke saya. ada LSM yang kurang > ajar. ini juga susah > dilacak" > > Ini rasanya agak ofensif terhadap sebagian teman > LSM. > Mohon pencerahannya kira2 LSM apa saja, dan proyek > apa saja yang > dibrokerkan? > Apakah ada bukti2 yang mendukung statement kalau > mereka pinter ngomong > [walaupun waton ngomong]? > Kalau keberadaannya susah dilacak, apakah > menyebarkan statement diatas > tidak sama juga dengan menyebarkan issu? > > Sejujurnya, > Saya pribadi malu, sedikit sekali yang bisa saya > lakukan dibanding > dengan teman2 LSM yang hadir pada kesempatan > pertama, bekerja tanpa > pamrih untuk kemanusiaan. > Mudah2an ini hanya karena temans LSM yang saya temui > di Bantul dari > tanggal 1-9 Juni, berbeda dengan yang ditemui > mahasiswa Pak Agus, > > Wassalam, > Komo > ~disiniakulahir,disiniakubesar,disiniakumerasa...bodoh~ > > > > -----Original Message----- > From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, July 13, 2006 2:47 PM > To: [email protected] > Subject: Fw: [iagi-net-l] Re: [IATMI-KL] awan > vertical tipis di Bantul, > karena gaya electromagnetic ? > > Berikut ini saya forward-kan juga > email-balasan-tambahan dari mas Agus > Hendratno ttg kejadian Yogja semalam, issue-2 jahat > mendompleng IAGI, > dan > issue2 aktual korban Gempa Yogja-Jateng (ttg Jadup > dll). > > Note: Mas Agus dan Bu Rita sampai skrg belum masuk > dalam milis IAGINET. > > salam > > adb > > ----- Original Message ----- > From: "Agus Hendratno" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]> > Cc: "rahman aliah" <[EMAIL PROTECTED]>; "AMC > AGUSTIRTO" > <[EMAIL PROTECTED]>; "sari kusumayudha" > <[EMAIL PROTECTED]>; "Sari > Bahagiarti" <[EMAIL PROTECTED]>; "Rita UGM" > <[EMAIL PROTECTED]>; > "Gendoet Hill" <[EMAIL PROTECTED]>; "Retno > Pamedarsih" > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, July 13, 2006 2:38 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [IATMI-KL] awan > vertical tipis di Bantul, > karena gaya electromagnetic ? > Dear All, > > kawan-kawan komunitas geologi dimana saja. > > Sejak tanggal 11 Juli 2006 siang saya di Jakarta (di > bpmigas) saya ditelpon banyak orang dan sms, > terutama dari Klaten dan > Kota Bantul, bahwa isu gempa tanggal > 15 Juli itu diumumkan di masjid-masjid. Kelihatannya > ada orang iseng > sejak tanggal 4 juni 2006 tentang edaran IAGI itu. > Akhirnya saya telpon > satu-persatu untuk minta diumumkan ke masjid-masjid > lagi bahwa : > datangnya gempa itu mirip datangnya kematian, tidak > ada yang tahu pasti, > hari, tanggal, jam, kecuali TUHAN. Kayak dokter, dia > tahu perkembangan > penyakit pasien, tapi ndak tahu kapan pasien itu > mati, kan tiba-tiba > saja. > Sebelum saya berangkat ke Jakarta, saya bersama-sama > Pak Wartono, Pak > Sudarno (UGM) juga teman-teman Perhimagi dan tim KKN > UGM Peduli Bencana > telah 20 kali penyuluhan gempa di Kasongan, Sewon, > Pleret, Pundong, > Imogiri, Jetis, Kali Code, Kalasan, Bayat (Klaten), > Kota Yogyakarta > (bagian selatan) untuk memberikan informasi yang > ilmiah populer dan > mudah dipahami orang awam, tentang gempa. Penyuluhan > tersebut rata-rata > dihadiri lebih dari 100 warga dan lokasi tersebut > tidak terjangkau Koran > KR. Padahal semua elemen geologi di DIY telah > melakukan edukasi ilmiah > melalui media dengan benar dan baik. > Apa jawab warga : wah mas, koran KR ndak sampai > sini. > Nah, setelah saya investigasi (kayak investigasi > inteljen wae...), yang > membuat resah warga korban gempa adalah : > 1. ketidak-jelasan jatah hidup / living cost dari > pemerintah (bahkan ada > yang belum sampai 9 juli,pas saya di Prambanan). > 2. ketidak-jelasan bantuan pemerintah (walaupun > sudah didata > berkali-kali oleh RT/RW dan juga diverifikasi oleh > aparat bahkan dibantu > oleh sejumlah tim relawan KKN dari berbagai kampus > di DIY dan Solo) > tentang bantuan yang rumah rusak berat, sedang dan > tinggi. > gara-gara ini warga DIY -Klaten korban gempa itu > sangat SENSITIF jika > ditiup isu-isu yang meresahkan. > 3. ada irihati, kalau ada warga yang dapat jatah > hidup (salah sasaran), > sementara yang kena musibah ternyata tidak terdata > dan tidak dapat jatah > hidup. Maka warga itulah yang kemudian menjadi demo > tentang JADUP itu > dan ini sangat sensitif jika ada isu-isu yang tidak > ilmiah. > 4. ada sekelompok warga yang hanya rumahnya retak > dikit, gentengnya > jatuh 5-10 saja dan kena getaran gempa, maka > sekelompok warga tersebut > minta JADUP dan minta bantuan kerusakan rumah ringan > (itu di Kalasan dan > Prambanan). Mereka tidak tahu bagaiman kerusakan > rumah-rumah di Imogiri > dan Pundong. Ini juga jadi IRI, dan jangan-jangan > sering menebar isu > bohong tentang akan datangnya gempa besar, lalu > Bantul - Pundong mau > ambles jadi DANAU. > 5. ada LSM-LSM yang telah memasuki wilayah korban > gempa, yang juga jadi > broker proyek-proyek dan juga ada yang menebar isu > ada gempa susulan > yang lebih besar. mereka dipercaya karena mereka > juga pinter-pinter > ngomong (walau waton ngomong). ini yang laporan mhs > KKN UGM ke saya. ada > LSM yang kurang ajar. > ini juga susah dilacak. > 6. Ini laporan RT di Pundong (saat ketemu saya di > lapangan penyuluhan), > bahwa ada aparat pemda yang verikasi data KK yang > dapat JADUP dibatasi, > misal yang mestinya ada KK dengan jumlah anggota 5 > atau 4, tapi dibuat > rata-rata setiap KK anggotanya 3. Lucu, ini > statistik macam apa? > sehingga ketika JADUP itu turun, maka ada warga yang > tidak kebagian. > Protes lagi dan panik lagi.., nah ketika isu gempa > datang, ada fenomena > awan tipis di bulan purnama yang cantik itu. > warga panik lagi. > > Saya dan Pak Wartono, kalo gojeg, ini orang ngasih > penyuluhan gempa > dimana-mana, tapi pas gempa 27 mei lalu, tidak > merasakan gempanya, > karena diluar kota. > Tanggal 27 Mei 2006 itu, jam 6.30 Pak TON telpon ke > Hp saya, heran koq > bisa masuk, coba hubungi RRI bahwa tidak mungkin ada > tsunami. Saya jawab > : saya sudah hubungi RRI tapi tidak bisa masuk. > Karena saya lagi di > Aceh, dan Pak TON lagi di Pemalang. Jumat 26 Mei > 2006 sore itu, saya > menyuluhkan gempa dan tsunami pada murid-murid SD di > Malahayati, === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

