Bravo Mas Agus,
Salut untuk kerja keras Mas, ...

Yudi

----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 25, 2006 7:37 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Opini Nusa Kambangan Pecah Jika ada Gempa; Perang Geologist vs 'LSM'


Selamat Mas Agus telah dg susah payah memberikan pencerahan
yang akhirnya semua senang .Diambil Hikmahnya saja , Justru dg berbagai peristiwa akhir
akhir ini geologi jadi terkenal , yang ujung ujung banyak
pesanan dimana mana ( coba tidak ada Gempa , Sunami ,Porong ,
dll ) geologi dianggap sepiiiii.
ISM

Dear all
 Tanggal 21 Juli 2006, pukul 19.00, saya mendapat telpon bu
 rita bahwa segera dikirim geologist ke Cilacap untuk
 memberikan penjelasan karena ada opini Nusa Kambangan, jika
 ada gempa besar maka akan pecah jadi 2 dan rencana demo
 besar-besaran oleh "sekelompok masyarakat" untuk menutup
 penambangan Semen oleh Holcim di Nusa Kambangan, karena
 telah mengakibatkan kerusakan dan mengancam keselamatan
 Kota Cilacap jika ada Tsunami. Memang, tsunami 17 Juli
 2006, lalu Pulau Nusa Kambangan (NK) telah menyelamatkan
 Kota Cilacap dari kerusakan, sehingga yang rusak adalah
 kampung nelayan di Adipala dan Binangun. Pada pukul 20.00,
 saya ditelpon pihak Direksi Holcim di Cilacap, untuk segera
 terbang ke Cilacap malam itu juga. Wah, suasana kayak
 perang saja. Berangkatlah saya dari Yogya, pada pukul 23.00
 dijemput / "diculik" utusan khusus dari Cilacap. Niat
 Basmalah, saya siapkan bahan-bahan ceramah (dalam 2 jam
 saja) tentang ; Geologi NK, Gempa, Tsunami, dan Lingkungan
 Tambang (data Amdal
PT Semen Cibinong Tbk di NK oleh UGM, tahun 1998). Sampai
Cilacap pukul 03.30 wib.
 Tanggal 22 Juli 2006 (sabtu kemarin), pukul 07.00 wib; saya
 memberikan sosialisasi / penyuluhan tentang geologi pulau
 jawa, NK, gempa dan tsunami kepada jajaran Manajemen dan
 Direksi PT Holcim Indonesia Tbk. Pukul 10.00, kuasa hukum
 Holcim ditelpon ajudan Bupati Cilacap untuk segera
 koordinasi dengan Bupati. Suasana malam sabtu hingga sabtu
 siang itu, Cilacap sangat SEPI SEKALI, termakan isu ada
 tsunami besar, Pulau NK akan Pecah, atau Demo yang
 besar-besaran oleh kelompok nelayan kepada Holcim untuk
 menutup tambang, karena "dianggap" mengganggu keutuhan NK
 sebagai benteng kota Cilacap dari hempasan Tsunami.
 Akhirnya : Kuasa Hukum Holcim (yang khusus datang mendadak
 dari Jakarta ke Cilacap) membawa saya ke Bupati Cilacap.
 Tanpa birokrasi, langsung lewat pintu belakang di kantor
 dinasnya, ketemu. Lalu miting singkat apa yang terjadi pada
 warga cilacap yang resah, karena tsunami kemarin, isu
 gempa, isu pulau NK mau pecah sehingga kegiatan tambangan
 batugamping Holcim harus
segera ditutup, kalau tidak ada pro dan kontra di masyarakat
cilacap. Bupati agak emosional, tapi kelihatan juga capek
dan kacihan juga. Lalu saya jelaskan singkat tentang :
geologi, gempa, tsunami, dan morfologi kota cilacap, teluk
penyu dan kejadian tsunami kemarin. Apa respon Bupati ?: Ok,
itu baik, tapi jangan sekarang. Malah, jika para pakar
geologi entah dari IAGI maupun UGM atau dari mana saja, ini
disampaikan, maka tidak akan masuk dan malah menimbulkan
emosional. Sekarang yang penting, informasi ilmiah
kegeologian tersebut supaya disampaikan pada stake-holder /
key person di cilacap. Saya jawab (dalam hati) : saya tidak
bodoh dan sembarangan dalam berceramah, ini kan masih
tanggap darurat, yang dibutuhkan logistik bukan ceramah.
Pasca gempa bantul : tim geologi turun memberikan pencerahan
pun setelah 3 minggu tanggap darurat. Itupun masih perang
urat syaraf dengan isu-isu.
 Akhirnya : saya dipertemukan jajaran pejabat pemda termasuk
 geologist2 dari dinas pertambangan dan energi cilacap. Kami
 diskusi dengan baik, tentang geologi, gempa, tsunami, dan
 pertambangan semen.  Kemudian, pukul 13.30, dipertemukan
 saya dengan pers (Jawa Pos Group); Banyumas TV, dan 2 LSM
 (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia / HNSI) serta Kelompok
 Nelayan Nusantara Cilacap. Lalu, saya memberikan penyuluhan
 dan penjelasan secara ilmiah dengan komunikasi yang hidup,
 ringan, tapi TEGANG. Pada penjelasan itu : saya juga
 menyinggung hasil Amdal Semen oleh UGM  (tim ahlinya saat
 itu /tahun 1999 : Sukandarrumisi dan Dwikorita Karnawati).
 Bahwa yang ditambang Holcim (dulu bernama Semen Cibinong)
 di Nusa Kambangan adalah batukapur yang ada di bagian utara
 Pulau NK (seluas 3% dari luas pulau dan yang diijinkan oleh
 Dep.Hukum dan HAM RI). Secara geologi : bagian selatan
 pulau NK memanjang barat-timur adalah :
 batupasir-batulempung volkanik, yang tidak mungkin
 ditambang dan itu hutan lindung. Nah, kebetulan saja pada
 tahun 2004, saya sendiri mendapat tugas dari Semen Cibinong
 untuk RPL/RKL rencana Perluasan Pertambangan 50 ha.
 Sehingga saya sempat jalan-jalan di hutan tropis
tertua di Jawa yang tersisa di pulau NK dan kondisi geologi
di bagian selatan. Jadi : tidak ada hubungannya kegiatan
pertambangan semen di NK dengan gempa dan tsunami. Tsunami
17 Juli 2006 dari selatan pangandaran kemarin tidak mampir
ke kota Cilacap dan cuman sedikit mengabrasi 4-5 m ke darat
di teluk penyu (setelah saya cek, sorenya itu). Nah, tapi
seadainya ada gelombang tsunami datang dari arah tenggara
dan timur, maka kota cilacap bisa dihampiri oleh tsunami
dari arah timur dan pulau NK tidak bisa menjadi pelindung
kota cilacap). Apa yang direspon LSM dan pers tersebut :
"Geologist yaa bicara geologi, apalagi saudara seorang
dosen, yaa bicara gempa, dan tsunami saja, dan tidak perlu
bicara kegiatan pertambangan semen di Pulau NK, yang
terkesan saya berada dibelakang Holcim. Sehingga kemurnian
saya menjelaskan situasi pasca tsunami kemarin di Cilacap
menjadi "tercemar" dianggap membela Holcim. Hehe..., dia
tanya mau nggebrak2 meja dan emosional. Aku jawab dengan
dingin dan dengan gaya Jogja yang elegant, akhirnya semua
saya jelaskan dengan pelan-pelan dan saya juga mengkritik
Holcim juga tentang kurang tersosialisasikan aktivitas
penambangan batugamping kepada publik.
 Aku juga sedikit menantang : bahwa sebelum jadi dosen UGM,
 saya 2 tahun di LSM yang turut pemulihan lingkungan pasca
 erupsi Merapi 2004 di Turgo dan Kaliadem (yang sekarang
 habis kena awan panas 14 Juni lalu), juga pernah KKN di
 relokasi korban banjir bandang di Temanggung. dan sekarang
 juga bekerja dengan LSM di Aceh untuk pemulihan lingkungan
 selama rehabilitasi pasca tsunami. Hee.kecilik juga.  Belum
 selesai berdebat disitu. Pukul 16.30 datang Polisi dan
 reserse yang turun lapangan dan memantu situasi yang
 "panas" di cilacap. Akhirnya saya ceramah lagi tentang :
 geologi, gempa, tsunami kepada reserse tersebut sampai
 pulul 17.30.  Ternyata belum selesai juga, maka pukul
 20.00, saya digiring untuk diskusi interaktif dan siaran
 langsung di Banyumas TV di Purwokerto. Berangkatlah dari
 Cilacap ke Purwokerto setelah adu mulut dengan LSM
 tersebut. Di TV tersebut jadi ramai dan diskusi tetap
 lancar. Nah, paginya saya ke Pulau NK untuk lihat perluasan
 yang terakhir dan mendapat kabar dari General Manager-nya
 Holcim via Hp setelah seharian dan semalaman maraton
 cerita-cerita geologi tersebut, pihak Kesbanglingmas
 Cilacap sedikit terkurangi bebannya, karena suasana agak
 "mereda" dan semoga tidak pecah demo (dalam hati saya
 ketika pulang ke Jogja, 23 juli sore tadi). Belum selesai
 juga : 25 Juli 2006, saya digiring lagi untuk memberikan
 ceramah di DPRD Cilacap bersama Pak Kuntoro Mangkusubroto
 (ketua BRR NAD - NIAS, yang juga Komisaris Utama Holcim
 Indonesia); dan sorenya ketemu Camat dan Lurah-lurah se
 wilayah pesisir Cilacap untuk memberikan penyuluhan.  Nah,
 dari semua itu, kelihatannya kalau begini terus kita
 geologist akan sering berperang dengan isu-isu yang tidak
 logis. apa tidak mungkin ada regulasi tentang edukasi
 masyarakat tentang bencana kebumian mulai pendidikan dasar
 dan menengah itu, juga kayak jamannya kampanye KB.
 Lurah-lurah juga gitu. Ingat kampanye Anti Narkoba yang
 sangat efektif. Nah loh....
 Salam
 Agus Hendratno - jogja


Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Menit-menit mendebarkan saat tsunami tanggal 17 July 2006
 di Pangandaran
http://rovicky.wordpress.com/2006/07/21/menit-menit-mendebarkan-saat-tsunami-tanggal-17-july-2006-di-pangandaran/> - ----

Berikut foto-foto kiriman kawan saya Mas Sonny yang mendapat
slide dari Arianes dan Daniel yg kebetulan berada di
Pangandaran waktu
terjadi tsunami itu. Mereka sedang memeriksa tambak di
Pangandaran. Saya minta ijin Arianes dan Daniel untuk
memposting di Blog ini,
sebagai ajang berbagi info utk kita semua, belajar.
Trimakasih dan bersyukur anda berdua selamat.

Kronologi kejadian Jam 08.45 - 15.30 :
More...Kami berangkat dari Ancol menuju Pangandaran .
Dengan tujuan untuk melakukan sampling di dempond tambak
udang daerah Babakan - Pangandaran.

Jam 15.30 Kami langsung ke tambak, terlihat 3 kolam yang
kering
setelah panen. Udara cerah Jam 15.30
Kami langsung ke tambak, terlihat 3 kolam yang kering
setelah panen. Udara cerah
15 45 16.00 slide6.JPG slide7.JPG slide8.JPG
slide9.JPGslide10.JPG slide11.JPG slide12.JPG slide13.JPG
slide14.JPG slide15.JPG
slide16.JPG slide17.JPG slide18.JPG slide19.JPG slide20.JPG
slide21.JPG

Ada bahan pelajaran dan data penting buatku buat kita, yang
harus
dipelajari saat ini.

Ternyata tsunami datang sekitar 45 menit - satu jam setelah
gempa
utama (main shock). Hal ini sebenernya mirip dengan
gempa-tsunami di Aceh. Dan ..... bingo sesuai dengan catatan
di blogku sendiri serta yang aku buat di Web IAGI disini.
Ini pertanda bagus utk early
warning. Ada kemungkinan ada generation time yang bisa saja
tidak
instan oleh main shock, atau ada kemungkinan lain bahwa
traveling
speed / kecepatan rambat dari gelombang ini kurang dari
800Km sejam seperti model2 sebelumnya.

Ada dua hal yg sangat penting :

1. Kalau memang bener, berarti kita masih punya cukup waktu
untuk
dimanfaatkan dalam emmberikan warning ke masyarakat.
2. Walaupun dekat dengan pantai Arienes dan Daniel tidak
merasakan adanya getaran, hanya sms kawannya yg justru
sebenarnya merupakan
early warning buatnya.

Trimaksih Arienes dan Daniel. Informasi anda ini bermanfaat
untuk
studi "tsunamic warning".

---------------------------------------------------------------------> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
--------------------------------------------------------------------->



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail
Beta.



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke