Mas Agus,
Thanks mas Agus atas great supportnya!
Maaf ya kalau saya bikin capai dan pusing, karena dalam waktu yang sama saya
juga harus menjadi relawan untuk SEGERA membantu PEMDA Sleman dan Gunung
Kidul untuk menyelamatkan warga yang terancam Rock Fall and Rock Slides.
Setelah gempa, banyak tebing-tebing di sepanjang Peg Selatan
(Piyungan-Patuk, Prambanan dan Gantiwarno) yang retak dan beberapa sudah
meluncurkan bongkah-bongkah batuan sebesar-besar mobil. Puluhan rumah
terancam keruntuhan batu-batu tsb dan perlu dievakuasi. Namun ada tebing
juga yang akhirnya dapat diatasi, sehingga tidak perlu relokasi. Karena
masalah ini juga urgent untuk segera diatasi, maka saya sangat berterima
kasih atas kesediaan mas Agus untuk menangani kasus cilacap.
Karena saya juga mendengar ada masalah sosial di Nusa Kamabangan, maka Pak
Kuncoro (ahli psikologi massa) juga saya mohon mendampingi mas Agus.
Saya bersyukur, pas Hari Selasa lalu akhirnya Saya dan Pak Kuncoro bisa
gabung dengan mas Agus.......justru pas acara PANAS dengan para nelayan dan
DPR. Alhamdullillah, akhirnya kita bisa sama-sama menenangkan para nelayan
dan anggota DPR setelah dipaparkan mengenai amdal penambangan. Malah
sekarang ktia jadi mulai CS dengan mereka.
Banyak pelajaran yang dapat kita peroleh, khususnya tentang Socio-Geology.
Sebagai seorang geologist, saya merasa moment ini benar-benar mendewasakan
kita semua.
Apabila ada comment dari rekan-rekan iagi/hagi, sangat kami nantikan untuk
pencerahan bagi kita semua.Kami merasa bahwa kemampuan kami masih sangat
terbatas dalam menghadapi permasalahan sosial yang dipicu oleh kondisi
geologi. Namun tanpa disadari kami terpaksa terjebak dalam permasalahan ini,
sehingga mau tidak mau kami terpaksa terjun denagn didampingi para ahli
sosial.
Sekali lagi makasih atas kebersamaan ini.
Salam,
rita
Dwikorita Karnawati
Head of Geological Engineering Department
Gadjah Mada University
Host Institution of Asean University Network/SEED Net
Jl. Grafika no. 2 Bulaksumur, Yogyakarta 55281
INDONESIA
Phone : 62 274 513 668
Fax : 62 274 513 668/ 62 274 883 919
email : [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
www.geologi.ugm.ac.id
----- Original Message -----
From: "Agus Hendratno" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>; "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia HAGI"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>; "migas indonesia"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>
Sent: Sunday, July 23, 2006 10:04 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Opini Nusa Kambangan Pecah Jika ada Gempa; Perang
Geologist vs "LSM"
> Dear all
> Tanggal 21 Juli 2006, pukul 19.00, saya mendapat telpon bu rita bahwa
> segera dikirim geologist ke Cilacap untuk memberikan penjelasan karena ada
> opini Nusa Kambangan, jika ada gempa besar maka akan pecah jadi 2 dan
> rencana demo besar-besaran oleh "sekelompok masyarakat" untuk menutup
> penambangan Semen oleh Holcim di Nusa Kambangan, karena telah
> mengakibatkan kerusakan dan mengancam keselamatan Kota Cilacap jika ada
> Tsunami. Memang, tsunami 17 Juli 2006, lalu Pulau Nusa Kambangan (NK)
> telah menyelamatkan Kota Cilacap dari kerusakan, sehingga yang rusak
> adalah kampung nelayan di Adipala dan Binangun. Pada pukul 20.00, saya
> ditelpon pihak Direksi Holcim di Cilacap, untuk segera terbang ke Cilacap
> malam itu juga. Wah, suasana kayak perang saja. Berangkatlah saya dari
> Yogya, pada pukul 23.00 dijemput / "diculik" utusan khusus dari Cilacap.
> Niat Basmalah, saya siapkan bahan-bahan ceramah (dalam 2 jam saja) tentang
> ; Geologi NK, Gempa, Tsunami, dan Lingkungan Tambang (data Amdal
> PT Semen Cibinong Tbk di NK oleh UGM, tahun 1998). Sampai Cilacap pukul
> 03.30 wib.
> Tanggal 22 Juli 2006 (sabtu kemarin), pukul 07.00 wib; saya memberikan
> sosialisasi / penyuluhan tentang geologi pulau jawa, NK, gempa dan tsunami
> kepada jajaran Manajemen dan Direksi PT Holcim Indonesia Tbk. Pukul 10.00,
> kuasa hukum Holcim ditelpon ajudan Bupati Cilacap untuk segera koordinasi
> dengan Bupati. Suasana malam sabtu hingga sabtu siang itu, Cilacap sangat
> SEPI SEKALI, termakan isu ada tsunami besar, Pulau NK akan Pecah, atau
> Demo yang besar-besaran oleh kelompok nelayan kepada Holcim untuk menutup
> tambang, karena "dianggap" mengganggu keutuhan NK sebagai benteng kota
> Cilacap dari hempasan Tsunami. Akhirnya : Kuasa Hukum Holcim (yang khusus
> datang mendadak dari Jakarta ke Cilacap) membawa saya ke Bupati Cilacap.
> Tanpa birokrasi, langsung lewat pintu belakang di kantor dinasnya, ketemu.
> Lalu miting singkat apa yang terjadi pada warga cilacap yang resah, karena
> tsunami kemarin, isu gempa, isu pulau NK mau pecah sehingga kegiatan
> tambangan batugamping Holcim harus
> segera ditutup, kalau tidak ada pro dan kontra di masyarakat cilacap.
> Bupati agak emosional, tapi kelihatan juga capek dan kacihan juga. Lalu
> saya jelaskan singkat tentang : geologi, gempa, tsunami, dan morfologi
> kota cilacap, teluk penyu dan kejadian tsunami kemarin. Apa respon Bupati
> ?: Ok, itu baik, tapi jangan sekarang. Malah, jika para pakar geologi
> entah dari IAGI maupun UGM atau dari mana saja, ini disampaikan, maka
> tidak akan masuk dan malah menimbulkan emosional. Sekarang yang penting,
> informasi ilmiah kegeologian tersebut supaya disampaikan pada stake-holder
> / key person di cilacap. Saya jawab (dalam hati) : saya tidak bodoh dan
> sembarangan dalam berceramah, ini kan masih tanggap darurat, yang
> dibutuhkan logistik bukan ceramah. Pasca gempa bantul : tim geologi turun
> memberikan pencerahan pun setelah 3 minggu tanggap darurat. Itupun masih
> perang urat syaraf dengan isu-isu.
> Akhirnya : saya dipertemukan jajaran pejabat pemda termasuk geologist2
> dari dinas pertambangan dan energi cilacap. Kami diskusi dengan baik,
> tentang geologi, gempa, tsunami, dan pertambangan semen.
> Kemudian, pukul 13.30, dipertemukan saya dengan pers (Jawa Pos Group);
> Banyumas TV, dan 2 LSM (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia / HNSI) serta
> Kelompok Nelayan Nusantara Cilacap. Lalu, saya memberikan penyuluhan dan
> penjelasan secara ilmiah dengan komunikasi yang hidup, ringan, tapi
> TEGANG. Pada penjelasan itu : saya juga menyinggung hasil Amdal Semen oleh
> UGM (tim ahlinya saat itu /tahun 1999 : Sukandarrumisi dan Dwikorita
> Karnawati). Bahwa yang ditambang Holcim (dulu bernama Semen Cibinong) di
> Nusa Kambangan adalah batukapur yang ada di bagian utara Pulau NK (seluas
> 3% dari luas pulau dan yang diijinkan oleh Dep.Hukum dan HAM RI). Secara
> geologi : bagian selatan pulau NK memanjang barat-timur adalah :
> batupasir-batulempung volkanik, yang tidak mungkin ditambang dan itu hutan
> lindung. Nah, kebetulan saja pada tahun 2004, saya sendiri mendapat tugas
> dari Semen Cibinong untuk RPL/RKL rencana Perluasan Pertambangan 50 ha.
> Sehingga saya sempat jalan-jalan di hutan tropis
> tertua di Jawa yang tersisa di pulau NK dan kondisi geologi di bagian
> selatan. Jadi : tidak ada hubungannya kegiatan pertambangan semen di NK
> dengan gempa dan tsunami. Tsunami 17 Juli 2006 dari selatan pangandaran
> kemarin tidak mampir ke kota Cilacap dan cuman sedikit mengabrasi 4-5 m ke
> darat di teluk penyu (setelah saya cek, sorenya itu). Nah, tapi seadainya
> ada gelombang tsunami datang dari arah tenggara dan timur, maka kota
> cilacap bisa dihampiri oleh tsunami dari arah timur dan pulau NK tidak
> bisa menjadi pelindung kota cilacap). Apa yang direspon LSM dan pers
> tersebut : "Geologist yaa bicara geologi, apalagi saudara seorang dosen,
> yaa bicara gempa, dan tsunami saja, dan tidak perlu bicara kegiatan
> pertambangan semen di Pulau NK, yang terkesan saya berada dibelakang
> Holcim. Sehingga kemurnian saya menjelaskan situasi pasca tsunami kemarin
> di Cilacap menjadi "tercemar" dianggap membela Holcim. Hehe..., dia tanya
> mau nggebrak2 meja dan emosional. Aku jawab dengan dingin
> dan dengan gaya Jogja yang elegant, akhirnya semua saya jelaskan dengan
> pelan-pelan dan saya juga mengkritik Holcim juga tentang kurang
> tersosialisasikan aktivitas penambangan batugamping kepada publik.
> Aku juga sedikit menantang : bahwa sebelum jadi dosen UGM, saya 2 tahun
> di LSM yang turut pemulihan lingkungan pasca erupsi Merapi 2004 di Turgo
> dan Kaliadem (yang sekarang habis kena awan panas 14 Juni lalu), juga
> pernah KKN di relokasi korban banjir bandang di Temanggung. dan sekarang
> juga bekerja dengan LSM di Aceh untuk pemulihan lingkungan selama
> rehabilitasi pasca tsunami. Hee.kecilik juga.
> Belum selesai berdebat disitu. Pukul 16.30 datang Polisi dan reserse yang
> turun lapangan dan memantu situasi yang "panas" di cilacap. Akhirnya saya
> ceramah lagi tentang : geologi, gempa, tsunami kepada reserse tersebut
> sampai pulul 17.30.
> Ternyata belum selesai juga, maka pukul 20.00, saya digiring untuk
> diskusi interaktif dan siaran langsung di Banyumas TV di Purwokerto.
> Berangkatlah dari Cilacap ke Purwokerto setelah adu mulut dengan LSM
> tersebut. Di TV tersebut jadi ramai dan diskusi tetap lancar. Nah, paginya
> saya ke Pulau NK untuk lihat perluasan yang terakhir dan mendapat kabar
> dari General Manager-nya Holcim via Hp setelah seharian dan semalaman
> maraton cerita-cerita geologi tersebut, pihak Kesbanglingmas Cilacap
> sedikit terkurangi bebannya, karena suasana agak "mereda" dan semoga tidak
> pecah demo (dalam hati saya ketika pulang ke Jogja, 23 juli sore tadi).
> Belum selesai juga : 25 Juli 2006, saya digiring lagi untuk memberikan
> ceramah di DPRD Cilacap bersama Pak Kuntoro Mangkusubroto (ketua BRR NAD -
> NIAS, yang juga Komisaris Utama Holcim Indonesia); dan sorenya ketemu
> Camat dan Lurah-lurah se wilayah pesisir Cilacap untuk memberikan
> penyuluhan.
> Nah, dari semua itu, kelihatannya kalau begini terus kita geologist akan
> sering berperang dengan isu-isu yang tidak logis. apa tidak mungkin ada
> regulasi tentang edukasi masyarakat tentang bencana kebumian mulai
> pendidikan dasar dan menengah itu, juga kayak jamannya kampanye KB.
> Lurah-lurah juga gitu. Ingat kampanye Anti Narkoba yang sangat efektif.
> Nah loh....
> Salam
> Agus Hendratno - jogja
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Menit-menit mendebarkan saat tsunami tanggal 17 July 2006 di Pangandaran
>
http://rovicky.wordpress.com/2006/07/21/menit-menit-mendebarkan-saat-tsunami-tanggal-17-july-2006-di-pangandaran/
> -----
>
> Berikut foto-foto kiriman kawan saya Mas Sonny yang mendapat slide
> dari Arianes dan Daniel yg kebetulan berada di Pangandaran waktu
> terjadi tsunami itu. Mereka sedang memeriksa tambak di Pangandaran.
> Saya minta ijin Arianes dan Daniel untuk memposting di Blog ini,
> sebagai ajang berbagi info utk kita semua, belajar. Trimakasih dan
> bersyukur anda berdua selamat.
>
> Kronologi kejadian Jam 08.45 - 15.30 :
> More...Kami berangkat dari Ancol menuju Pangandaran .
> Dengan tujuan untuk melakukan sampling di dempond tambak udang daerah
> Babakan - Pangandaran.
>
> Jam 15.30 Kami langsung ke tambak, terlihat 3 kolam yang kering
> setelah panen. Udara cerah Jam 15.30
> Kami langsung ke tambak, terlihat 3 kolam yang kering setelah panen.
> Udara cerah
> 15 45 16.00 slide6.JPG slide7.JPG slide8.JPG slide9.JPGslide10.JPG
> slide11.JPG slide12.JPG slide13.JPG slide14.JPG slide15.JPG
> slide16.JPG slide17.JPG slide18.JPG slide19.JPG slide20.JPG
> slide21.JPG
>
> Ada bahan pelajaran dan data penting buatku buat kita, yang harus
> dipelajari saat ini.
>
> Ternyata tsunami datang sekitar 45 menit - satu jam setelah gempa
> utama (main shock). Hal ini sebenernya mirip dengan gempa-tsunami di
> Aceh. Dan ..... bingo sesuai dengan catatan di blogku sendiri serta
> yang aku buat di Web IAGI disini. Ini pertanda bagus utk early
> warning. Ada kemungkinan ada generation time yang bisa saja tidak
> instan oleh main shock, atau ada kemungkinan lain bahwa traveling
> speed / kecepatan rambat dari gelombang ini kurang dari 800Km sejam
> seperti model2 sebelumnya.
>
> Ada dua hal yg sangat penting :
>
> 1. Kalau memang bener, berarti kita masih punya cukup waktu untuk
> dimanfaatkan dalam emmberikan warning ke masyarakat.
> 2. Walaupun dekat dengan pantai Arienes dan Daniel tidak merasakan
> adanya getaran, hanya sms kawannya yg justru sebenarnya merupakan
> early warning buatnya.
>
> Trimaksih Arienes dan Daniel. Informasi anda ini bermanfaat untuk
> studi "tsunamic warning".