Ferdi,...
Saya paling penasaran kalau ada yang mengatakan "pattern log menunjukkan
endapan turbidit", ...
Yang seperti apa sich, pattern lognya endapan turbidit?
Dalam kaitannya dg sedimentologi, yang bisa dibaca dari pattern log menurut
pengetahuan saya hanya: ketebalan, shale & non-shale, degree of interbedding
relatif terhadap ketebalan, menghalus keatas, mengkasar ke atas, dan/atau
blocky, transition atau sharp contact......
Dan pola-pola yang dihasilkan oleh kombinasi berbagai karakter log seperti
yang tersebut di atas dapat dijumpai baik di endapan arus traksi maupun
endapan arus turbid..
"Log pattern alone" akan sangat sulit menghasilkan interpretasi yang valid
ttg mekanisme pengendapan (turbid vs traksi)
Ketika anda melihat selang-seling shale-nonshale setebal 20 meter dengan
frekwensi perselingan tiap 30-50 cm dengan kontak tiap perselingan yang
tegas (sharp), selain secara konvensional disebutkan sebagai classical
turbidit (flysch), bisa jadi itu juga merupakan endapan dataran banjir
sungai, dimana terjadi perselingan antara arus traksi dan arus turbid dalam
mekanisme transport & pengendapannya; bisa juga pola itu diinterpretasikan
sebagai endapan selang-seling pasang-surut, atau yang lebih ekstrim lagi
endapan lakustrin (algal bloom/wet - clastic/dry)..... Kunci diskriminan
interpretasi utamanya sebenarnya terletak pada pengetahuan anda tentang apa
yang ada di atas, di bawah, dan di samping menyamping dari benda (log) 20
meter yang anda interpretasikan tsb, karena dalam hal ini kemungkinan besar
anda tidak punya kemewahan untuk mendapatkan core/side-wall core langsung
dari section tsb. Kalau ada core-sidewall core-nya, maka semuanya menjadi
jelas: BACK TO BASIC, LOOK AT ROCK..... Anda bisa memeriksa tekstur,
struktur, dan mineralogi batuan tsb (yg tidak direpresentasikan dalam
conventional log ==kecuali beberapa di FMI==), sehingga anda bisa sampai
pada kesimpulan apakah barang tersebut adalah turbidit atau endapan arus
traksi.
Nah, sekarang balik (atau terus) ke pertanyaan anda berikutnya:...
Seandainya anda sudah yakin dari "advanced pattern log interpretation"
(tentunya dengan mengkombinasikannya dg pengetahuan
stratigrafi/sedimentologi atas-bawah, sampingnya) bahwa si 20-m section tsb
adalah endapan turbidit ...... dan kemudian anda kombinasikan dengan info
data biostrat menunjukkan barang tersebut adalah endapan shelf (walaupun
masih ada juga "escape clause" berupa possibility reworking).... sebenarnya
tidaklah terlalu aneh kalau kita dapatkan arus turbid di daerah shelf,
apabila kita sadar bahwa arus turbid sebenarnya adalah arus dimana butiran
yang tertransport berada dalam posisi tercampur aduk / mengambang / melayang
di dalam massa fluida (in opposed to bedform migration: rolling, saltation,
creeping dsb yang merupakan ciri arus traksi)...... STORM dan TSUNAMI bisa
mencampur adukkan butiran dalam fluida(air)... selain itu adanya
ketidak-stabilan dasar laut yang dipicu oleh pergerakan karena
patahan-patahan di shelf, ataupun diapirism di bawah permukaan (terutama di
daerah delta), bisa juga menyebabkan terjadi "sloping-condition" yang
akhirnya memicu gravity-derived flow yang merupakan IBU-nya arus
turbid......
Terus,... apa bisa dia setebal 20 meter?? Apakah storm, tsunami, ataupun
relief sloping anomaly di shelf bisa menghasilkan endapan turbid 20 meter?
Bisa saja..... Nah, disinilah anda juga harus mulai memperhitungkan
basin-history secara keseluruhan, paleo-climate, paleo-geography, dsb....
Apakah mungkin ada storm yang sedemikian katastrofiknya shg bisa mengaduk2
massa air bercampur dengan bottom sedimen sampai membuat kolom massa turbid
setebal 20 meter? Apakah event spt itu dimungkinkan dalam cekungan anda?
Apakah mungkin ada tsunami disana? (Delta Mahakam?? Hmmm... Less Likely)....
Kalau begitu: bagaimana dengan trigger dari patahan2 di subsurface yang
menyobek2 shelf? Bisakah mereka menciptakan relief cukup besar sedemikian
rupa sehingga menimbulkan lonsoran yang mengendapkan massa turbid setebal 20
meter??.....
Nah, soal "apa nama dari lingkungan pengendapan yang macem begitu" di
shelf??? Anda bisa kasi nama apapun juga!!! Apalah artinya nama,... sejauh
anda bisa menjelaskan esensi proses sedimentasinya,... namanya bisa apa
saja: shelf sand, storm-sand, storm-induced turbidite shelf sand,
fault-induced turbidite shelf sand, offshore turbidite sand,.....
whatever....
Semoga bisa mencerahkan (dan membuka diskusi lebih lanjut)
Andang Bachtiar
"penggemar sedimentologi"
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, July 27, 2006 9:57 AM
Subject: [iagi-net-l] Endapan turbidit tebal lebih 20 m di shelf
Mau nanya geologi lagi ah....
Saya ada kasus, kalau melihat pattern logsnya menunjukkan endapan turbidit
tapi dari biostratnya (dengan uncertainity tertentu juga ) menunjukan
bahwa
endapan tersebut merupakan endapan shelf (apa kemungkinan reworks..?)
Mungkin ada rekan yang pernah menemukan adanya endapan turbidit di shelf (
bukan laut dalam ) yang tebalnya lebih dari 20 m...?
Setahu saya untuk dapat mengendapan turbidit yang cukup tebal dibutuhkan
kedalaman yang cukup dalam juga, nah apa mungkin ada endapan sand
dalam sistem turbidit di shelf yang bisa cukup tebal...?
Regards
Kartiko-Samodro
Telp : 3852
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------