Saya pikir akselarator dalam hal ini hanya sebagai alat bantu untuk menghasilkan partikel2 sub-atomik yang kemudian nantinya akan dipakai untuk penentuan umur. Jadi, dalam hal ini bukan akseleratornya yang menentukan umur.
Akselerator selama ini hanya digunakan di bidang fisika inti/nuklir yaitu untuk memberikan energi kepada partikel2 subatomik melalui medan elektromagnetik agar partikel2 ini bisa melesat dengan sangat cepat kemudian berbenturan dengan target2 tertentu. Dan dari benturan ini akan muncul partikel2 subatomik lain yang kemudian dialirkan ke detector untuk identifikasi. Dari informasi di dalam detector, para ahli fisika dapat menentukan sifat2 partikel dan interaksinya. Dalam kaitan dengan age dating proyek ini, mungkin akan diusahakan mengeluarkan isotop karbon melalui akselerator, yang nanti akan ditentukan umurnya melalui half-life isotop tersebut. Semakin kuat akselerator energizing partikel, semakin banyak informasi akan diperoleh. Tetapi, kok saya merasakan sesuatu yang berlebihan ya untuk proyek ini menentukan umur dengan bantuan akselerator. Masih banyak cara lain yang cukup ampuh. Atau memang dibutuhkan presisi yang sangat akurat sampai ke hitungan hari ? Salam, awang -----Original Message----- From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, July 31, 2006 8:06 AM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] PALEOTSUNAMI vs Laguna di Pangandaran?! Tsunami telah mengalami 3 kali kejadian di Pangandaran?. * Kejadian pertama sebelum tahun 1600-an - sebelum masuk colonial Belanda. * Peneliti Belanda, Mc Cann, gelombang tsunami pernah terjadi di Jawa Barat pada tahun 1921 * Tsunami 17 Juli 2006 Jejak Tsunami berupa pasir dan material dari laut kedalaman tertentu (pasir besi yang berasosiasi dengan lempung) yang terdapat pada lapisan tanah 15 - 20 cm di Desa Cikembulan dan beberapa tempat hingga kedalaman 2 meter, sebelah barat Pangandaran. Conto pasir tersebut akan dikirim ke laboratorium USA dengan menggunakan alat akselerator kandungan material radiocarbon yang dapat mengetahui usianya. Adakah yang mengetahui cara kerja akselerator tersebut?! - barangkali pak Eko sendiri yang mau menjelaskan?! p.s.: sumber Kompas 29 Juli 2006 - ahli peneliti DR. Eko Yulianto, ketua tim peneliti LIPI, alumni Hokaido Jepang. Salam, SLAMET RIYADI This message and any attached files may contain information that is confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the intended recipient. If you are not the intended recipient or the person responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised that you have received this message in error and that any dissemination, copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the disclosure of the information therein. If you have received this message in error please notify the sender immediately and delete the message. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

