Pak Rovicky dan anggota milis ysh,

Mari kita bayangkan bahwa gempa itu
adalah sebuah bidang, bukan titik. Seandainya magnitudenya
6.7 maka ukuran bidangnya yaitu sekitar 20x15km,
kalo 7.4 mungkin 100x40km, magnitude 8.7 sekitar 400x80km.
Sedangkan focal mechanism seperti yg direlease USGS atau
Harvard CMT adalah point source solution.  Posisi dari
focal-mechanism atau hiposenter hanya menjelaskan initial
break dari rupture process-nya.

Sehingga,
Pak Rovicky menulis:
lemah sesuai pola geologi (patahan) yg sudah ada.
Kalau yg di Jogja kemarin itu pola susulannya
mengikuti penyebaran Sesar Opak kah ?

Gempa susulan akan berada pada wilayah rupture dari
gempa utama. Untuk kasus gempa jogja pun demikian,
gempa susulan berada pada kelurusan sepanjang 20km.
Kemudian ditambah dengan wilayah yg mengalami pe-
nambahan stress karena gempa utama di ujung-ujung.
Mungkin kalo kasus gempa jogja, ditambah dengan klaten.

Saat ini penjelasan mengenai aftershock
berkembang tidak hanya ganguan stress akibat gempa
utama saja (stress distribunce) tapi juga menjadi
stress trigering. Teori ini dpt menjelaskan efek
dari gempautama yg men-triger gempa2 susulan dan juga
gempa besar lainnya. Seperti yg dilakukan pak Wahyu,
dengan mengasumsikan bidang dari suatu gempa, maka
dapat dihitung wilayah2 yg kemungkinan ter-triger.
Dan menjadi gempa besar lainnya.


Pak Rovicky menulis:
membedakannya. Misalnya gempa Nias yg baru saja terjadi jam 8:28 pagi
hari minggu 30 July ini, apakah merupakan susulan yg kemarin yang
tanggal 27, juli jam 6:16 sore ?

Saya berpendapat bahwa kedua gempa tersebut masih
merupakan rangkaian gempasusulan dari gempa M8.7 Maret 2005,
karena:
1. Sampai saat ini wilayah nias masih dalam proses
postseismic relaksasi.  Ini bisa dilihat jelas dari
time series data GPS milik LIPI-CALTECH di pulau nias.
Arah pergeserannya masih menunjukan pola postseismic
deformation, dan belum ke stage normal interseismic period.
Sehingga gempa-gepma tsb masih merupakan bagian dari
relaksasi proses dari gempa utama stahun lalu.
(time series gps bisa saya kirim lewat japri)

2. Gempa susulan bisa berlangsung sangat lama,
tergantung magnitude gempa utamanya. mis gempa di Alaka M7.9
sampai sekarang masih ada gempa susulannya, begitu pula
gempa aceh.

3. Banyak contoh bahwa gempa susulan bisa cukup besar
walaupun datangnya sangat terlambat.Kemudian lokasi
gempa M6.1 ini tepat di ujung rupture area dari gempa
M8.7, yg gangguan stress karena gempa utamanya paling besar.

Salam hormat,
irwan

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke