minyak jarak dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti solar (=biodisel), berbeda dengan bioethanol yang di hasilkan dari karbohidrat...
ethanol (lebih tepatnya bioethnol) saat ini masih di kembangkan di teknik kimia itb, disana mereka mencoba berbagai bahan organik (yang penting karbohidrat) untuk diolah menjadi bioethanol... tujuan utamanya ya untuk menggantikan bensin minyak bumi sebagai sumber energi... kalau tidak salah sih mesin yang beredar saat ini masih belum mampu untuk membakar ethanol 100%secara efektif, untuk kadar bioethanol >10%vol mesin mobil sudah harus di modif sedikit, terutama bagian karburatornya, tidak boleh ada aluminiumnya... setahu saya ini juga menjadi bahan tugas akhir salah satu mahasiswa teknik mesin itb.. untuk saat ini sepertinya ongkos produksi bioethanol masih lebih mahal dari pada minyak bumi.. untuk diproduksi secara masal sudah tentu bisa jadi jauh lebih murah, namun sepertinya tekanan politis dinasti rockfeller masih kuat, seperti halnya untuk pengembangan sumber energi alternatif yang lain (geothermal untuk listrik, 2H+O untuk kendaraan, dll..) salam, .heru. "Winderasta, Wikan (wikanw)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Apakah produk bbm dari pohon jarak berupa ethanol ? Saya pernah mengisi gasoline dari SPBU Shell yang menggunakan 10% ethanol dalam gasoline mereka. Dan itu sudah disebut sebagai produk bbm yang lebih ramah lingkungan. Kalau mengganti berjuta-juta mobil ber-bbm hidrokarbon dengan murni ethanol 100% apa mungkin ? Salam, WW -----Original Message----- From: B. Pujasmadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 15 Agustus 2006 14:21 To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] energi alternatif Pan udah pernah dibahas, bahwa kapasitas produksi jarak, hampir tidak mungkin mengganti 100% konsumsi bbm saat ini. Kalo gak salah itung, satu mobil perlu 1 ha lahan untuk konsumsi 5-10 l/hari. Bisa menggantikan 50% aja udah pol hebat. Yang mobil hibrid ternyata juga masih belum bisa meninggalkan bbm.Yang Hidrogen juga ternyata bahan dasar utama masih berasal dari hidrokarbon. Setidaknya menunggu sampai minyak benar-benar habis, belum akan sepenuhnya tergantikan. Paling tidak aman sampai pensiun lah..heheh. Daripada jadi petani jarak mending jadi pedagang besi tua aja, pan nanti banyak mobil rongsok yang gak bisa jalan kalo bbm gak ada lagi. Salam Prasiddha Hestu Narendra wrote: saat ini pemerintah sedang menyiapkan rancangan utk mendorong adanya energi alteratif berupa biodisel dari tanaman jarak, setelah sebelumnya pemerintah begitu getol dengan program briket batubara. Tetapi briket batubara ternyata kurang diminati oleh konsumen, dan lagi batubara masih termasuk sumber energi tak terbaharukan. investasi biodisel berupa penyiapan lahan sekitar 2 juta ha dan dana mencapai sekitar 200 trilyun rupiah yg didapatkan dari konsorsium beberapa bank dalam negri, investasi asing dari malaysia, singapura dan china. Kemarin di TV ada tayangan bahwa di Inggris sudah mulai di pasarkan sepeda motor dgn bahan bakar higrogen, cara pengisiannya mudah dan bisa sumber energinya atau semacam akinya bisa dicopot untuk keperluan lain misal penerangan lampu. Asyiknya lagi polusi yg dihasilkan berupa air yg bisa dikonsumsi, oksigen dan panas. Shg sangat ramah lingkungan. Harganya $ 6.000,- dan bisa ditekan lagi jika sudah produksi massal. Sementara di Swedia sudah mulai dikeluarkan insentif yg menarik bagi kendaraan yg menggunakan biodiesel, salah satunya parkir gratis, pajak dll. Hebatnya lagi biodiesel tersebut berasal dari sampah rumah tangga. Memang harga mobilnya lebih tinggi tetapi setelah dihitung dg insentif yg didapat costnya jadi cukup menarik. Nah bagaimana kira2 energi fosil sbg penghasil petro dolar beberapa tahun kedepan? He..he...saya ndak bisa membayangkan para geocientist nanti jadi petani jarak beberapa puluh tahun kedepan............. salam, PR --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

