> Mas Agoes
Hebat , just go ahead !!!!Kalau jaman dulu di Pasundan yang namanya guru itu sangat dihormati dan dipanggilnya juga Juragan (Tuan) Guru. Memang tugas yang sangat sangat mulya, mugkin sebandimg dengan tugas mulya seorang IBU. Kalau Assegaf tahu Si Abah yang ini disangka dia , pasti marah karena Assegaf mah masih muda gagah lagi kalau si Abah mah tos sepuh. Kalau saya sih YRS alias Yanto R.Sumantri. Salam. Si-Abah ___________________________________________________________________________ Abah yang budiman di Jakarta, > Wah, sudah menjadi tugas profesi seorang guru, > menceritakan sesuai dengan data dan pengalaman saja > dengan bahasa yang berbeda-beda, karena audens-nya > juga berbeda. Kadang, saya berpikir bahwa ngomong > kepada bapak-bapak anggota dewan yang terhormat di > gedung yang terhormat, koq mempunyai pemahaman yang > sama dengan simbah-simbah di pinggir K.Opak (yang jauh > dari Koran, yang jauh dari internet; yang radio&TV-nya > rusak karena keruntuhan rumah yang roboh oleh gempa) > ketika menanggapi berbagai isu tentang : akan ada > gempa besar, tsunami, pulau Jawa mau pecah, Jogja mau > amblong, juga ada senjata gempa dll. Itulah yang > sehari-hari ke depan akan kita hadapi. > > Beberapa bahan sosialisasi geologi, gempa dan juga > tsunami, sebagian sudah ditangan kawan-kawan geologist > di Jakarta (yang juga aktivis IAGI-net: Mas Saipul > ETTI), khusus untuk kasus Gempa 27 Mei di Jogja. > barusan : Geologist dari BPMIGAS (Mas Sulis Hastuti), > juga sudah mengcopy file-file yang kami kumpulkan > tentang Sadar Gempa dan Sadar Gunungapi, yang juga > dibawa ke Jakarta untuk Sosialiasi ke Guru-Guru SMP. > Mohon maaf apa yang disebut Abah di IAGI-net itu Pak > Assegaf GL-Trisakti? Kalau ya, saya mah sering ketemu > kalau di kegiatan PP-IAGI. Kan terakhir ketemu di > Komisi 7 DPR-RI saat PP-IAGI dengar pendapat dengan > DPR-RI. Saat IAGI di Sby kamarin saya tidak melihat > Abah. > Kemarin baru dari Jakarta, menghadiri > SEG-IPA-HAGI-IATMI-IAGI, 15-16 Agustus 2006 di JCC. > Ada yang uniq, tadi malam - dinihari, Jogja dilanda > gempa lagi pukul 00.45, dengan 3.7 SR, terasa agak > lama. Oleh BMG Jogja : pusat Gempa ada di Jogja Utara, > kedalaman 10 km. Blaik...., yang sebelumnya menurut > SMS warga ke Hp saya sudah 3 malam terdengar suara > "glung" di Kalasan-Berbah (utara Bandara Adisucipto), > lalu ada getaran secara pelan-pelan, rumah juga ada > yang retak-retak di Kalasan tersebut. > Diantara sms yang masuk itu : > Mas Agus, hasil sosialisasi kawan-kawan geologi, gempa > tadi malam, banyak warga Gowongan sebagian besar SIAGA > keluar rumah dengan pakai Helm dan siap Senter. Karena > gempanya agak lama, kami takut ada robohan lagi. Tapi > warga yang panik pada tanya warga yang tenang : Koq > tenang-tenang saja malah pake Helm dan bawa senter > to..? > Aku pikir : tadi malam itu kayak simulasi jika ada > gempa.., padahal adaa gempa sungguhan (dangkal lagi) > dan agak lama goyangannya. > Nah, tirakatan kemarin cukup banyak kawan-kawan > geologist di DIY yang turun melakukan sosialisasi > tentang gempa. Muga-muga sangat mengena edukasi ini > dan mampu menghadirkan geologi di tengah-tengah > masyarakat. Amin > > Salam semua > Agus Hendratno (Geologi UGM) > > --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > >> > >> >> Mas Agoes >> >> Apa kabar , saya membaca perjuangan Anda bersama >> Rita dalam sosilaisasi >> ,mengenai gempa , saya sangat terkesan !!!!!!!! >> Semoga il,u Anda dapat disebarkan seluas-lausanya >> sehingga penduduk >> NKRI bertambah mengerti . >> Ngomong ngomong pengen ernar saya ketemu , apa >> kita pernah ketemu ndak >> ya . >> Kalau ke Jakarta dan ada waktu luang boleh dong >> kita ngobrol. >> >> Si- Abah >> >> > __________________________________________________________________________ >> >> >> >> Pak Yatno dan mang Okim, >> > >> > betul juga ya.., njuk apa itu kira-kira dari sisi >> ilmu >> > mineralogi dan petrologi. Memang bagi para pemburu >> > batuan antik, ada "giok" yang didalamnya ada >> gambar >> > naga saja, penginnya itu disebut giok dan dijual >> > mahal. Saya pernah mendampingi : si pemburu "giok" >> > yang wujudnya meja; juga ada polisi dan pembawa >> uang >> > (ratusan juta kaleee...., di tahun 2005 lalu). >> Saya >> > lihat, "giok" tsb keruh, dilapisi kaca, jadi susah >> > juga dilihat dalamnya. Lalu saya ndak berani >> memberi >> > komentar. >> > Memang dikalangan "broker" batu mulia ada istilah >> > tersendiri untuk mengelabuhi calon pembeli. Lha.., >> > untuk melihat saja..(si calon pembeli dikenakan >> dana : >> > 7jt), jika ndak jadi traksaksi, maka 7jt tadi >> hilang. >> > lhah..kepriben kiye. Brokernya yang sering >> > diuntungkan... >> > >> > Agus Hendratno >> > Geologi UGM >> > >> > --- [EMAIL PROTECTED] wrote: >> > >> >> > >> >> Mang Okim Mas Yuwono >> >> >> >> Jadi Batuan hijau yang dinamakan zamrud Cikotok >> >> itu apa sebenar-nya, >> >> paling tidak menurut term petrologi? >> >> Maaf baru joint lagi baru jakan jalan di RSPP >> >> selama seminggu. >> >> >> >> Si - Abah >> >> >> >> >> >> >> > >> > ________________________________________________________________________ >> >> >> >> terimakasih, pak yatno. untungnya, saya bukan >> >> termasuk penyuka/pemakai >> >> > batu >> >> > mulia, meskipun senang saja melihat2nya. >> >> > >> >> > salam, >> >> > syaiful >> >> > >> >> > >> >> > On 8/15/06, Y S Yuwono <[EMAIL PROTECTED]> >> >> wrote: >> >> >> >> >> >> Rekan Saipul yth. >> >> >> Tidak semudah itu utk "mengungkap kebenaran" >> dari >> >> temuan Mas Okim. >> >> >> Karena >> >> >> di >> >> >> dalam dunia gemstone ada semacam kode etik >> juga, >> >> terutama di kalangan >> >> >> sesama >> >> >> pebisnis. Dalam hal ini Mas Okim bertindak >> >> sebagai sesama pebisnis, lain >> >> >> dengan saya yang selain ilmuwan petrologi juga >> >> sebagai penggemar >> >> >> gemstone, >> >> >> bisa lebih "bebas" ngomong. Bukan di Indonesia >> >> saja orang sering salah >> >> >> beli >> >> >> batu mulia, di negeri maju pun bahkan kolektor >> >> kakapnya juga sering >> >> >> salah. >> >> >> Harga batu yang murah setelah berpindah >> pemilik >> >> beberapa kali bisa >> >> >> melambung >> >> >> tinggi karena ketidak tahuan dari pembeli ybs. >> >> >> Salam gemstone dan sekali lagi hati-2 membeli >> >> "barang seni" termasuk >> >> >> batu >> >> >> mulia. >> >> >> Yatno >> >> >> ----- Original Message ----- >> >> >> From: "mohammad syaiful" >> >> <[EMAIL PROTECTED]> >> >> >> To: <[email protected]> >> >> >> Sent: Saturday, August 12, 2006 5:36 PM >> >> >> Subject: Re: [iagi-net-l] CERPEN TENTANG >> ZAMRUD >> >> CIKOTOK >> >> >> >> >> >> >> >> >> > terimakasih mang okim, cerpen yg sangat >> >> bermanfaat. >> >> >> > namun, tahun 1993 tsb, tampaknya mang okim >> >> belum 'merdeka' utk >> >> >> mengungkap >> >> >> > 'kebenaran'. entah karena latar-belakang sbg >> >> orang jawa (sama dg >> >> >> saya), >> >> >> yg >> >> >> > 'meredam' utk memberitahukan 'kebenaran' >> tsb. >> >> jangan2, kenalan mang >> >> >> okim >> >> >> > sendirilah yg justru menemukan 'lokasi >> zamrud >> >> cikotok' dan mencoba >> >> >> menguji >> >> >> > mang okim. asumsinya, kalau orang sejago >> mang >> >> okim ternyata tidak tahu >> >> >> > 'kebenaran' tsb, apalagi orang2 awam >> termasuk >> >> para penggede yg sudah >> >> >> > membeli >> >> >> > dan lainnya akan membeli 'berlian' tsb. >> >> >> > >> >> >> > memang ada banyak yg dapat dipelajari dan >> >> bermanfaat dari mang okim, >> >> >> baik >> >> >> > cerita2nya maupun mang okim sendiri. >> >> terimakasih dan selamat berakhir >> >> >> > pekan. >> >> >> > semoga mang okim diberikan kesehatan dan >> umur >> >> yg berkah. semoga tidak >> >> >> > sekedar 61 tahun seperti halnya negeri kita >> >> tercinta, tetapi lebih >> >> >> baik >> >> >> > lagi >> >> >> > isi dan rakyatnya. >> >> >> > >> >> >> > salam, >> >> >> > syaiful >> >> >> > >> >> >> > >> >> >> > On 8/13/06, sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]> >> >> wrote: >> >> >> >> >> >> >> >> Rekan-rekan Gems-Lovers yang budiman, >> >> >> >> >> >> >> >> Mang Okim punya cerpen tentang Zamrud >> Cikotok >> >> yang semoga dapat >> >> >> melupakan >> >> >> >> sejenak ketegangan kita semua atas >> peristiwa >> >> Lapindo Brantas yang >> >> >> >> ceritanya >> >> >> >> tak kunjung reda. >> >> >> >> >> >> >> >> Suatu hari di tahun 1993, mang Okim >> diundang >> >> selametan oleh kenalan >> >> >> >> mang >> >> >> >> Okim, sepasang suami isteri, yang baru >> selesai >> >> >> >> merenovasi galeri perhiasannya di >> kawasan >> >> Cikini, Jakarta. Di >> >> >> >> galerinya >> >> >> >> yang berfungsi juga sebagai kantor, >> terlihat >> >> lemari-lemari antik >> >> >> berisi >> >> >> >> perhiasan batumulia yang diikat dengan >> bahan >> >> emas dan platina dengan >> >> >> >> ornamen berlian. Desainnya benar-benar >> kelas >> > === message truncated === > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

