Qi,
  Tim yang tidak volunteer adalah yang dikenal dengan :
  Tim-1 : Tim Subsurface - Trijana/Rudi Rubiandini
  Tim-2 : Tim Surface - Lingkungan (Gempur ?)
  Tim-3 : Tim Surface - Sosial Masyarakat (Bupati Sidoarjo)
  Koordinator antar tim :(kalau gak salah ) Gubernur Jawa Timur
   
  IAGI secara volunteer membentuk Tim Independen untuk kasus lumpur ini, DR.Eddy
Sunardi yang menjadi ketua tim. Tim rasanya telah selesai melakukan penelitian 
hingga analisisnya. Rasa-rasanya basis data yang dipergunakan untuk analisa 
cukup banyak, detil, valid dan update serta berkoordinasi terus menerus dengan 
berbagai peneliti dari berbagai institusi2 yang lain. 
   
  Karena sifatnya yang independen, Tim IAGI ini ya gak melapor kemana-mana 
kecuali ke publik, sebagai pertanggungajawaban. Press rilis resmi dari IAGI 
telah disampaikan ke publik pada kisaran Juli lalu yang dilakukan di Surabaya. 
Beberapa media memuat (yang aku tahu ada di Kompas), memang mungkin jumlah 
lumpurnya waktu itu belum "sematang" kondisi saat ini yang sudah mengancam 
depan mata 45ribuan jiwa, jadi antusiasme publik juga biasa2 saja. Setelah 
gambaran GAME OVER yang disampaikan media massa sepertinya gak mendapat 
response. Kemaren kembali Kompas menampilkan kasus lumpur porong dengan MUD 
VOLCANO.
   
  Rasa2nya sih pernyataan IAGI yang ada waktu itu cukup netral, ilmiah dan 
memberikan pencerahan. Pak Eddy, Pak Arief, Pak Alam, Pak Ridwan barangkali 
bisa cerita banyak di forum ini. Konon Tim Independen IAGI sudah lama mau 
melakukan semacam seminar setengah hari, tapi mungkin masih pada sibuk kali.
   
  Yang menjadi perhatian besar itu kan persoalan lumpur yang terus menumpuk dan 
semakin banyak semakin banyak setiap hari, yang bolehnya hanya ditumpuk 
disekitaran kawasan mud volcano itu terus. Tiap hari memperbesar pond yang ada. 
sekarang pond kelima sudah harus dibuat lagi untuk menampung "masa depan" 
lumpur, berapa hektar lagi. Sementara kebocoran tanggul ganti berganti saja di 
lain2 lokasi. Padahal selain ngancam keselamatan jiwa warga sekitar, kondisi 
seperti ini jelas menyulitkan kerja Tim-1 untuk melakukan skenario 1 (snubbing 
unit), skenario 2 mau pun skenario 3 yang belum pernah sukses sesuai dengan 
skenarionya itu. bukan berarti gagal, tapi pelaksanaan skenario yang tak 
mencapai skenarionya.
   
  yang diperlukan saat ini adalah semangat MENYELESAIKAN PERSOALAN bukan 
TUDING-TUDINGAN.
   
  ar-
   
  

oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Dalam kasus gempa dan tsunami tidak ada tersangka, lain dengan kasus kuala 
lumpur ini. Setiap pernyataan yang 'resmi' dari satu organisasi profesi seperti 
IAGI sangat besar kemungkinannya untuk berujung sebagai kesaksian di pengadilan 
(baik memberatkan atau meringankan).

Masalah kedua adalah apakah IAGI punya data cukup untuk memberikan suatu 
'pernyataan yang bisa dipertanggung jawabkan'. Yang saya tangkap dari diskusi 
di sini, data2 mengenai BP-1 masih sangat konfidential. Setahu saya kita gak 
tahu dari formasi mana fasa cair dan padat dari semburan lumpur berasal (apakah 
sudah 'given' bahwa keduanya datang dari plio-plestosen atau airnya dari 
miosen, misalnya. Sudahkah dilakukan geochemical correlation dari lumpur dengan 
air formasi di Kujung/wonosari, Bledug Kuwu, plio-plestosen dll untuk tahu 
darimana dia berasal?

Juga banyak orang ribut soal 'zat-zat beracun dan berbahaya'. Ada yang sudah 
pernah lihat komposisi kimia lumpur ini gak? Dari mana zat-zat ini berasal ?

Jadi menurut saya, kalau memang IAGI tidak punya cukup data valid untuk 
menerangkan soal genesa si Lusi ini, lebih baik stay out of the debate. Lebih 
produktif kalau energi difokuskan untuk menolong usaha-usaha rehabilitasi dan 
remediasi. Ide mas Arif untuk membunuh si Lusi dengan menggunakan tekanan 
hydrostatiknya sendiri, mengalirkan airnya ke laut, membentengi jalan tol dari 
banjir de el el....

Mohon koreksi kalau saya salah


Cheers
Oki
[EMAIL PROTECTED] wrote:
=============================================================
Abah, Mungkin kalau kemarin Bencana Gempa Dan Sunami IAGI
mengadakan presentasi/diskusi/siaran press untuk memberikan
pencerahan dari segi ilmu geologinya, maka untuk kasus Lumpur
ini yang tidak kalah Ramainya pemberitaannya di Media /
masyarakat luas, bahkan tiada habis habisnya , apa tidak
sebaiknya dilakukan hal yang sama , untuk memberikan pencerahan
kemsyarakat luas ttg masalah ini dari segi geologinya
ISM



---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small 
Business.

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.

Kirim email ke