Koreksi pak: 500rb-1jt -nya dalam US$ dan "ide-ide konseptuanya" yang benar ide-ide konseptualnya . . .
pak Ndaru saat ini sedang dengan "anak gajah" kan? gimana nih strategi untuk "middle sized coy" speerti sampeyan?? setengah gajah setengah junior = gajah junior??? . . . Di minyak kalau gak salah dalam mimpi saya pak, "junior-juniornya" adalah beliau-beliau anak negeri yang paham betul peta penyebaran cekungan potensial kemudian "mengkonsusltan kan" ide itu kepada 'gajah' atau mendirikan perusahaan bersama rekan-rekan kemudian mengapling daerah tersebut . . . kemudian menawarkannya kepada 'gajah-gajah bahkan super gajah yang ngantri' mendapatkan 'bocoran' informasi tersebut . . . kita di mineral sebenarnya bisa juga kan pak? . . . pertanyaanny kapan kita mulai . . kemampuan ada, ide-ide nyata maupun konseptual lebih dari cukup . . hanya satu pak masalahnya . . yaitu: seperti jawaban anak saya 'gak punya teman' untuk mendiksripsikan bahwa dirinya gak berani/takut . . . he he he he --- Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Menarik nih.... ulasan bung STJ yang lagi "dibuang" > di Afrika ini. > > Adakah di minyak, coy "gajah" dan coy "junior" macam > di mineral ini ya? > > Salam - SP > > -----Original Message----- > From: budi santoso [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, September 14, 2006 5:08 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [iagi-net-l] Mineral Exploration Coys > Baru Masuk > > Pak Ndaru, > > Saya pikir merekalah pioneer2 dalam dunia eksplorasi > ini bahkan merekalah explorationist sejati meski > kadang nekat . . . bahkan terlalu dan keterlaluan. > > Menurunkan 'threshold' mungkin salah satunya tapi > bagi > mereka 'no pain no gain' > > bagi perusahaan gajah, seperti kita ketahui mereka > terlalu konservatif jadi sering terlambat > mengantisipasinya; terlalu 'rumit' parameter yang > digunakan. Yang mereka lakukan selalu menunggu > sampai > (gajah-gajah) lainny beraksi dan lagi-lagi akhirnya > mereka selalu terlambat. > > bagi saya mestinya; justru di kondisi seperti ini si > gajah bisa lebih leluasa 'bermain' karena tidak > banyak > 'competitor' dan mereka umumnya punya kemampuan > teknis > untuk men'generate' sebuah 'project' dan > mengevaluasinya secara lebih baik dibanding juniors. > > > Sebenarnya si gajah gak masalah, tapi si personal > pengambil keputusan untuk masuknya yang gak mau > mengambil mempertaruhkan 'jabatannya' . . wajar. > Tapi > terdengar konyol jika mereka ini (secara personal > oknumnya) tahu akan potensi suatu daerah di suatu > negara katakanlah Indonesia project "A" tapi tidak > 'berani' mengambil keputusan untuk masuk . . tapi > akhirnya ada sebuah junior yang akhirnya menemukan > sebuah world class deposit tepat di daerah yang si > oknum ni pikirkan sebelumnya. . . yang bisa mereka > lakukan akhirnya 'hanya' rame-rame dengan > gajah-gajah > mendekati si junior . . . dengan kemungkinan kalah > dalam bersaing meminang si Junior ini . . . > > Dengan sumber dana yang jauh lebih memadai mestinya > mereka lebih bisa persistent untuk mengaplikasikan > ide-ide konseptuanya terhadap suatu daerah, > 500rb-1jt > untuk melakukan assessment terhadap sebuah daerah > perosective sebenarnya . sesuatu yang hampir > 'nothing > to loose' bagi si gajah ini . . . apalagi si junior > juga akan dengan sendng hati "menerima linpahan" > 'abandoned project' ini dari si Gajah ini jika pada > akhirnya mereka memutuskan untuk idak meneruskannya > . > . jadi meskipun gajah; besar, dan relatif lambat > gerakannya, mestinya dicangkokan kepadanya otak > 'kancil' dari sisi "kecerdikannya" tapi bukan > kelicikannya . . . > > wah terus terang pak, saya 'kesel' juga kerja dengan > si 'gajah' sampai berbusa-busa promosi negeri ini, > salah-salah malah 'dibuang' ke Afrika' seperti > sekarang ini . . . he he he > > > --- Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pak Awang/ Bung STJ/ Mas Agus dkk, > > > > Apakah masuknya/ tertariknya investor ke > Indonesia, > > walau mereka sadar > > banyak kendala "non-teknis" spt yg kita sebut > > barusan, boleh diartikan bahwa > > mereka ini (termasuk yg berstatus calon > > investor)telah menurunkan > > threshold-nya untuk masuk ke suatu Negara?? > Menarik. > > Mungkin jawabannya... > > adalah iya, karena kalau kita amati yg mulai > > "berani" adalah para junior > > coys, yang biasanya lebih fleksible dan lebih > berani > > ambil resiko, sementara > > coys besar tetap saja "jaga jarak". > > > > Jadi kalau kita ambil positip-nya dari situasi > ini, > > masih terbuka kesempatan > > lebar buat investor pribumi (Indonesia) untuk > > berkompetisi dengan investor > > asing skala kecil ini, dan meramaikan industri > > eksplorasi, membuka lapangan > > kerja baru dst -dst.... (cmiw). Siapa berani? > > > > Salam - Daru > > ---- belum berani jadi investor ---- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > ----- Submit to: > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

