Tritium adalah atom hidrogen yang punya dua neutron dan satu proton di
intinya sehingga rumusnya H3. Tritium punya waktu paruh 12.3 tahun dan
memancarkan partikel beta yang sangat lemah dan berubah menjadi atom
helium yang stabil dan tak radioaktif. Tritium sendiri ada di alam dalam
jumlah yang sangat kecil dalam bentuk seperti air (tritiated water). 

Orang terekspos terhadap tritium setiap hari tanpa disadarinya dalam
jumlah yang kecil sebab tritium ada di lingkungan dan ada di rantai
makanan. Saat menghirup udara pun bisa terserap tritium. Tapi jangan
kuatir, sebulan kemudian tritium dikeluarkan sebagai ekskresi di urin. 

Tetapi bila tritium dalam konsentrasi besar, punya risiko terhadap
kanker seperti juga radiasi radioaktif terionisasi lainnya. Tetapi
tritium adalah salah satu dari radionuclides yang paling kecil bahayanya
sebab radiasinya sangat lemah dan meninggalkan badan dengan cepat.
Analisis urin adalah bioassay tergampang untuk mengetahui kadar tritium
dalam tubuh.

Selama kita tak bekerja di reaktor nuklir atau fasilitas persentajaan
nuklir, gak perlu kuatir terhadap tritium, orang2 yang bekerja di
reaktor nuklir pun dilakukan pengecekan secara rutin terhadap tritium.
EPA (environmental protection agency) di Amerika punya baku mutu berapa
tritium boleh ada di air minum dan berapa konsentrasi boleh dibuang ke
lingkungan.

Jadi, mungkin saat ini juga kita tengah minum trtiated water !
Kesimpulannya, tririum bukan unsur radioaktif yang perlu terlalu
dikuatirkan. Sebagai tracer di geotermal, akan dibuat konsentrasi yang
lebih tinggi dari lingkungan, agar bisa berbeda, tetapi tetap dalam
batas aman.

Kalau nonton ke bioskop, jangan memecahkan EXIT sign ya, di situ banyak
tritium, sebab ia suka dijadikan juga unsur bercahaya di dalam gelap,
ganti posfor.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Waluyono Adi Pramono [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, September 18, 2006 9:36 AM
To: Awang Harun Satyana
Subject: RE: [iagi-net-l] Geothermal BPJ

Apakah unsur ini tidak berbahaya bagi manusia pak?
Terima kasih.

Salam,
Adi ' 95


>From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: "Waluyono Adi Pramono" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [iagi-net-l] Geothermal BPJ
>Date: Mon, 18 Sep 2006 08:56:45 +0700
>
>Tritium (H3)adadalah unsur radioaktif, dan hanya BATAN yang bisa
>memproduksi serta melacak perjalanannya.
>
>Salam,
>awang
>
>-----Original Message-----
>From: Waluyono Adi Pramono [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Monday, September 18, 2006 8:54 AM
>To: Awang Harun Satyana
>Subject: RE: [iagi-net-l] Geothermal BPJ
>
>Selamat pagi Pak,
>Membaca penjelasan dibawah "bila ada koneksi antara BPJ dengan
aktivitas
>
>geothermal gunung welirang maka BATAN harus dilibatkan" saya agak
>bingung.
>Apa hubunganya antara geothermal dengan Badan Tenaga Atom Nasional?
>
>Salam,
>Adi
>
>-----Original Message-----
>From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Monday, September 18, 2006 8:39 AM
>To: [email protected]
>Subject: RE: [iagi-net-l] Geothermal BPJ
>
>Data yang saya punya sih di permukaan temperaturnya 60-80 degC, tapi
itu
>data sebulan yl, yang temperatur sekarang belum ada.
>
>Bicara soal geotermal BPJ, kalau ekstruksi ini merupakan gejala
>geotermal, maka kecurigaan utama harus dipalingkan ke kompleks Gunung
>Welirang di baratdaya BPJ sejauh 25 km. Dalam sistem ini, semburan air
>panas di BPJ adalah outflow dari gunung itu. Analoginya seperti antara
>semburan air panas di Cisolok Pelabuhanratu dengan kompleks Gunungapi
>Halimun/Salak sejauh 15-20 km ke timur laut.
>
>Hanya, kalau sistem geotermal, maka mestinya nanti di BPJ ada
>endapan-endapan khas air panas geotermal seperti sinter silika atau
>travertine. Temperatur Cisolok, 99 degC, temperatur Cisukarame
(semburan
>air panas dalam sistem Salak/Halimun juga) 95 degC.
>
>Kalau temperatur permukaan air panas BPJ jadi 150 degC, maka sudah
>saatnya harus diselidiki intervensi dari geotermal kompleks Welirang.
>Gas H2S-nya pun bisa dari volkanik (Welirang = belerang), gak harus
>selalu dari uraian karbonat.
>
>Mungkin perlu disuntik tritium di Welirang, dan dua minggu kemudian
>dicek di BPJ, kalau di BPJ muncul, maka ada koneksi. BATAN maka harus
>dilibatkan. Kalau ini geotermal lo.
>
>Salam,
>awang
>
>-----Original Message-----
>From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Sunday, September 17, 2006 8:37 AM
>To: [email protected]; HAGI-Net
>Subject: [iagi-net-l] Geothermal BPJ
>
>Ada yang tahu berapa suhu lumpur ini dipermukaan. Ada yg memberitahukan
>ke
>aku saat ini sudah mencapai diatas 150 degC di permukaan. Ada komen,
>info,
>penjelasan
>Thx
>
>RDP
>
>_________________________________________________________________
>Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's
FREE!
>
>http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/
>

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!

http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke