Kasus Lusi ini mirip dg kasus Listrik , karena sudah sama sama darurat maka Presiden mengeluarkan Kepresnya dan membentuk "Timnas" untuk menaggulanginya . Keduanya berhubungan dg sebab akibat minyak , yang satu ada hubungannya "mendaptkan" minyak , yang satu berhubungan dg "menghabiskan" minyak ( membakar BBM ) , kalau beberaqpa hari lalu sidang kabinet kasus Lusi , hari ini gantian sidang kabinetnya masalah listrik tsb. Disamping sering byar pet , ternyata listrik kita itu boros akan BBM ( dari kapasitas 25.000 lebih MW , 41 % nya minum BBM ), dg harga BBm yang melangit ini maka akibatnya biaya per Kwh tinggi sekali ( > 2000 Rp/Kwh) padahal jualan nya ke kita kita ini "cuma" 500 Rp/Kwh ( akibatnya subsidinya semakin besar). Ditengah kepanikan kepanikan tsb maka lahirlah Timnas Listrik ( seperti halnya Timnas Lusi ) untuk mempercepat pembanguanan PLTU batubara untuk menggatikan BBM dalam tempo yang sesingkat singkatnya ( 2 tahun selesai dg 10.000 MW) dimana 80 % nya ada di Jawa ini, Lha jangan heran ditahun 2009 nanti Jawa kan kebanjiran batubara ( 30 an juta ton ). Padahal setiap MWh batubara akan dihasilkan hampir 1 ton emisi gas CO2, maka kalau ada !0.000 MW maka 80% x 10.000 x 24 x 0,9 ton =...............ton CO 2 akan berterbangan di atas Jawa ini.setiap harinya...........Sebetulnya ada yang lebih "ramah" dikit yaitru Gas , cuma kelihatannya pemerintah tidak sabar , karena banyak permasalahan di Gas ini untuk Listrik terutama di Jawa ini , apalgi nunggu Geothermal yang rodo mbulet mbulet lagi pasti lebih tidak sabar , padahal kandungan C) nya hampir tidak ada. Apa semua persolaan dinegeri harus dicarikan solusinya setelah dalam kondisi krisis ya....... embuh ora weruh..

Iseng iseng sekedar nunggu buka puasa..........

Ism



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke