Wah menarik nich, karena saya juga belum pernah melakukan directional 
coring.

Apakah adahal teknis tertentu, sehingga harus coring dengan directional 
well type? kecuali memang disengaja agar coring BHA tegak lurus dengan 
kemiringan formasinya.  Karena dengan directional, pasti akan mengurangi 
true thickness dari reservoir yang akan di coring.
Mungkin menurut saya, secara operational tidak akan ada bedanya antara 
vertical dan directional coring, hanya drilling parameter saja yang harus 
lebih diperhatikan.
Hal2 yang harus diperhatikan;
- jenis mud (WBM or OBM), 
- core head (conventional or low invasion) 
- inner core barel (allumunium atau fiberglass)
- handling on surface (resin or gypsum) 
Semua akan sangat tergantung pada BHT dan jenis formasi yang akan di 
coring (apakah temasuk consolidated atau unconsolidated), dan yang 
terpenting juga, analisis apa saja yang akan dilakukan di laboratorium.

Rasio? nanti sharing yach hasilnya.


Best Regards,
ROMDONI
Operation Geologist
Eni Indonesia

Phone: 021-52997254
HP: 081381877717
Email: [EMAIL PROTECTED]
 





"Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]>
12/08/2006 11:00 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        [iagi-net-l] Coring @ Directional Well






Dear Iagi-netter yth,
Mohon sharing pengalaman dari rekans semua.
Kita ada rencana untuk melakukan pengambilan core (coring) pada sumur
direksional (kemungkinan slanted/J type tapi bisa juga S type), 
dgn kemiringan sudut +/- 15-20 deg. Kira-kira apa saja yang perlu
diperhatikan agar recovery core tsb sesuai harapan (> 80%)?
Dan meminimalisasi kendala yg mungkin terjadi saat operasionalnya?
Berapa ya sukses rasio-nya dibanding vertical well.

Terima kasih

kind regards,

Rai Barkah
yglagibelajarcoring



Kirim email ke