Sedikit melengkapi nih. A. Kalau target sekedar core recovery yang bagus, bbrp hal dibawah perlu diperhatikan : 1. kalau batuannya kurang kompak/ rapuh biasanya untuk memperoleh core recovery yang baik juga lebih susah. 2. pemilihan core bit yang benar. Untuk itu core hand ybs perlu melihat core bit record dari offset wells. Jangan sampai core head untuk batuan yang keras dipakai untuk meng-core batuan yang lunak dan sebaliknya. 3. Dari studi tsb diatas bisa diperkirakan aplikasi drilling parameter yang sesuai agar core tidak nge- jam dan harus dicabut sebelum waktunya. 4. Jenis core catcher. Ini penting agar core tidak merosot sewaktu dicabut. Kalau nggak salah core barrel dengan sistim "hidrolift" (?) sangat bagus. 5. Inner barrel yang alumunium lebih baik dan lebih rigid, tapi ya lebih mahal. 6. Untuk handling perlu ada bracket panjang sewaktu membawa turun core barrel dari rig floor ke main deck, biar core tidak melengkung/ patah sewaktu diangkat. 7. Sewaktu cabut core string perlu pelan2 untuk memberi waktu agar gas yang terperangkap pelan2 bisa keluar lewat lubang kecil di outer barrel. Sering terjadi begitu core sampai di surface dan dibuka, ujung core barrel meledak dan core hancur berhamburan. 8. Kalau coringnya lebih dari 100', sekalian saja pakai 3 inner barrel, sehingga sekali coring langsung dapat sekitar 94' an. Untuk memotong sambungan inner barrel ada alatnya yang khusus. 9. Biasanya untuk menahan goncangan core didalam inner barrel agar tidak remuk sewaktu transportasi, perlu diinjeksikan zat resin berwarna merah/oranye kedalamnya yang akan berubah menjadi semacam busa yang mengisi annulus antara core dengan inner barrel. 10. The man behind the gun. Perlu core hand yang sangat berpengalaman meng-core, bukan sekedar directional driller/ driller yang pernah coring. Core hand yang kurang pengalaman akan menyebakan core recovery yang buruk dan mungkin perlu lebih sering trip in dan trip out dsb. Ini akan buang2 rig time. B. Kwalitas core untuk core analysis juga sangat diperlukan, maka hal2 lain yang perlu dilakukan adalah : 1. Sewaktu coring menggunakan mud untuk low invasion core, bisa oil base mud (OBM) maupun water base mud yang khusus. Untuk lokasi drilling yang biasa menggunakan OBM ini mudah, tapi kalau lokasi yg biasa menggunakan WBM maka perlu mud khusus, agar hasilnya lebih berguna. Ini perlu beaya cukup besar. Catatan : Untuk transportasi, biasanya kotak core yg berisi inner barrel (bila coringnya menggunakan WBM) dimasukkan dalam freezer container yang selalu on sewaktu transportasi. 2. Ada juga yang langsung melakukan insitu core plugging di field.
C. Coring perlu persiapan yang betul2 matang, karena cost yang sangat tinggi apalagi kalau menggunakan offshore rig yang rate nya sedang gila2-an. Semoga bermanfaat, Wassalam, Indro. ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, December 8, 2006 1:20:36 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well Wah menarik nich, karena saya juga belum pernah melakukan directional coring. Apakah adahal teknis tertentu, sehingga harus coring dengan directional well type? kecuali memang disengaja agar coring BHA tegak lurus dengan kemiringan formasinya. Karena dengan directional, pasti akan mengurangi true thickness dari reservoir yang akan di coring. Mungkin menurut saya, secara operational tidak akan ada bedanya antara vertical dan directional coring, hanya drilling parameter saja yang harus lebih diperhatikan. Hal2 yang harus diperhatikan; - jenis mud (WBM or OBM), - core head (conventional or low invasion) - inner core barel (allumunium atau fiberglass) - handling on surface (resin or gypsum) Semua akan sangat tergantung pada BHT dan jenis formasi yang akan di coring (apakah temasuk consolidated atau unconsolidated), dan yang terpenting juga, analisis apa saja yang akan dilakukan di laboratorium. Rasio? nanti sharing yach hasilnya. Best Regards, ROMDONI Operation Geologist Eni Indonesia Phone: 021-52997254 HP: 081381877717 Email: [EMAIL PROTECTED] "Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]> 12/08/2006 11:00 AM Please respond to iagi-net To: <[email protected]> cc: Subject: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well Dear Iagi-netter yth, Mohon sharing pengalaman dari rekans semua. Kita ada rencana untuk melakukan pengambilan core (coring) pada sumur direksional (kemungkinan slanted/J type tapi bisa juga S type), dgn kemiringan sudut +/- 15-20 deg. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan agar recovery core tsb sesuai harapan (> 80%)? Dan meminimalisasi kendala yg mungkin terjadi saat operasionalnya? Berapa ya sukses rasio-nya dibanding vertical well. Terima kasih kind regards, Rai Barkah yglagibelajarcoring ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com

