Memakai WBM menurut saya kok malah beresiko,
pengalaman coring terakhir, recovery cuma 20%,
padahal sudah hati-hati,
usut punya usut, dicurigai WBM sebagai biang keladinya.

karena sewaktu coring, ada shale yang terpotong, nah shale ini
mengembang di dalam core barel, (karena pakai water base mud), jadinya
sand dibawahnya nggak bisa masuk ke dalam core barrel, istilahnya
ngejam ...



On 12/8/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Oh begitu ceritanya,
Sekedar saran,
Kalau corenya mau dianalisis untuk permeability dan wetability sebaiknya
dipakai core head yang low invasion, karena mud invasion akan mempengaruhi
nilai kedua pengukuran tersebut.
Pemakaian WBM sudah sangat tepat, Karena pemakaian WBM (jika memungkinkan)
jauh lebih bagus dari OBM untuk coring.
Untuk consolidated sand, alumunium dan resin sudah memadai.
Btw, service company nya apa ? karena tiap company berbeda jenis alumunium
ICB nya.




"Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]>
12/08/2006 02:34 PM
Please respond to iagi-net


        To:     <[email protected]>
        cc:
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well






Menarik dan sedikit menantang tentunya mas Romdoni :)
Tadinya kita berharap bisa dengan vertikal well, selain relatif lebih
mudah operasionalnya juga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Tetapi
kita terkendala dengan masalah pembebasan lahan (LI) disamping itu kita
mencoba untuk menghindari fault.
Berdasarkan praktek sebelumnya, untuk drilling parameter kita biasa pake
WBM (berat lumpur 8-9 ppg),
conventional core head, ICB-nya pakai alumunium dan handlingnya pakai
resin.
Sebagai informasi, Formasi yang akan di coring termasuk consolidated
sand.
Dengan kondisi reservoir seperti ini kira2 apa yang mesti di improve ya?


Trims,
Rai Barkah

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, December 08, 2006 1:21 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well



Wah menarik nich, karena saya juga belum pernah melakukan directional
coring.

Apakah adahal teknis tertentu, sehingga harus coring dengan directional
well type? kecuali memang disengaja agar coring BHA tegak lurus dengan
kemiringan formasinya.  Karena dengan directional, pasti akan mengurangi
true thickness dari reservoir yang akan di coring.
Mungkin menurut saya, secara operational tidak akan ada bedanya antara
vertical dan directional coring, hanya drilling parameter saja yang
harus lebih diperhatikan.
Hal2 yang harus diperhatikan;
- jenis mud (WBM or OBM),
- core head (conventional or low invasion)
- inner core barel (allumunium atau fiberglass)
- handling on surface (resin or gypsum) Semua akan sangat tergantung
pada BHT dan jenis formasi yang akan di coring (apakah temasuk
consolidated atau unconsolidated), dan yang terpenting juga, analisis
apa saja yang akan dilakukan di laboratorium.

Rasio? nanti sharing yach hasilnya.


Best Regards,
ROMDONI
Operation Geologist
Eni Indonesia

Phone: 021-52997254
HP: 081381877717
Email: [EMAIL PROTECTED]






"Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]>
12/08/2006 11:00 AM
Please respond to iagi-net


        To:     <[email protected]>
        cc:
        Subject:        [iagi-net-l] Coring @ Directional Well






Dear Iagi-netter yth,
Mohon sharing pengalaman dari rekans semua.
Kita ada rencana untuk melakukan pengambilan core (coring) pada sumur
direksional (kemungkinan slanted/J type tapi bisa juga S type), dgn
kemiringan sudut +/- 15-20 deg. Kira-kira apa saja yang perlu
diperhatikan agar recovery core tsb sesuai harapan (> 80%)?
Dan meminimalisasi kendala yg mungkin terjadi saat operasionalnya?
Berapa ya sukses rasio-nya dibanding vertical well.

Terima kasih

kind regards,

Rai Barkah
yglagibelajarcoring



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------






--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke