sebenarnya tak ada kesulitan besar coring di deviated well
dibandingkan di vertical well, hanya masalahnya ada handling coring.
Untuk menghindari terjadinya perubahan orientasy, core move dan broken
of core, di perlukan kecakapan core service untuk menghandelnya. di
bandingkan kalau dikerjakan sendiri lebih baik diserahkan ke Service
company karena mereka lebih mengerti quality handling core untuk lab
test. Coring man (co) juga sangat berperan dalam kesuksesan recovery
core, SOP yg diberikan coreman ke driller tentunya untuk optimasi cut
core dan good recovery and quality. Jadi informasi mengenai reservoir
sangat diperlukan  pertimbangan dasar untuk mendapatkan good recovery
core dan core quality. Unconsilidated sand butuh penanganan yg lebih
cermat di bandingkan compacted sand maupun limestone, dari pengalaman
coring teranyar Halliburton punya method sangat baik, corelab company
dalam handling core juga excellent, mereka begitu memegang philosophy
bahwa handling core adalah bagaikan mengangkat baby (katanya).

On 12/8/06, Amir Al Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memakai WBM menurut saya kok malah beresiko,
pengalaman coring terakhir, recovery cuma 20%,
padahal sudah hati-hati,
usut punya usut, dicurigai WBM sebagai biang keladinya.

karena sewaktu coring, ada shale yang terpotong, nah shale ini
mengembang di dalam core barel, (karena pakai water base mud), jadinya
sand dibawahnya nggak bisa masuk ke dalam core barrel, istilahnya
ngejam ...



On 12/8/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Oh begitu ceritanya,
> Sekedar saran,
> Kalau corenya mau dianalisis untuk permeability dan wetability sebaiknya
> dipakai core head yang low invasion, karena mud invasion akan mempengaruhi
> nilai kedua pengukuran tersebut.
> Pemakaian WBM sudah sangat tepat, Karena pemakaian WBM (jika memungkinkan)
> jauh lebih bagus dari OBM untuk coring.
> Untuk consolidated sand, alumunium dan resin sudah memadai.
> Btw, service company nya apa ? karena tiap company berbeda jenis alumunium
> ICB nya.
>
>
>
>
> "Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]>
> 12/08/2006 02:34 PM
> Please respond to iagi-net
>
>
>         To:     <[email protected]>
>         cc:
>         Subject:        RE: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well
>
>
>
>
>
>
> Menarik dan sedikit menantang tentunya mas Romdoni :)
> Tadinya kita berharap bisa dengan vertikal well, selain relatif lebih
> mudah operasionalnya juga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Tetapi
> kita terkendala dengan masalah pembebasan lahan (LI) disamping itu kita
> mencoba untuk menghindari fault.
> Berdasarkan praktek sebelumnya, untuk drilling parameter kita biasa pake
> WBM (berat lumpur 8-9 ppg),
> conventional core head, ICB-nya pakai alumunium dan handlingnya pakai
> resin.
> Sebagai informasi, Formasi yang akan di coring termasuk consolidated
> sand.
> Dengan kondisi reservoir seperti ini kira2 apa yang mesti di improve ya?
>
>
> Trims,
> Rai Barkah
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, December 08, 2006 1:21 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Coring @ Directional Well
>
>
>
> Wah menarik nich, karena saya juga belum pernah melakukan directional
> coring.
>
> Apakah adahal teknis tertentu, sehingga harus coring dengan directional
> well type? kecuali memang disengaja agar coring BHA tegak lurus dengan
> kemiringan formasinya.  Karena dengan directional, pasti akan mengurangi
> true thickness dari reservoir yang akan di coring.
> Mungkin menurut saya, secara operational tidak akan ada bedanya antara
> vertical dan directional coring, hanya drilling parameter saja yang
> harus lebih diperhatikan.
> Hal2 yang harus diperhatikan;
> - jenis mud (WBM or OBM),
> - core head (conventional or low invasion)
> - inner core barel (allumunium atau fiberglass)
> - handling on surface (resin or gypsum) Semua akan sangat tergantung
> pada BHT dan jenis formasi yang akan di coring (apakah temasuk
> consolidated atau unconsolidated), dan yang terpenting juga, analisis
> apa saja yang akan dilakukan di laboratorium.
>
> Rasio? nanti sharing yach hasilnya.
>
>
> Best Regards,
> ROMDONI
> Operation Geologist
> Eni Indonesia
>
> Phone: 021-52997254
> HP: 081381877717
> Email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
> "Barkah, Raden (rbarkah)" <[EMAIL PROTECTED]>
> 12/08/2006 11:00 AM
> Please respond to iagi-net
>
>
>         To:     <[email protected]>
>         cc:
>         Subject:        [iagi-net-l] Coring @ Directional Well
>
>
>
>
>
>
> Dear Iagi-netter yth,
> Mohon sharing pengalaman dari rekans semua.
> Kita ada rencana untuk melakukan pengambilan core (coring) pada sumur
> direksional (kemungkinan slanted/J type tapi bisa juga S type), dgn
> kemiringan sudut +/- 15-20 deg. Kira-kira apa saja yang perlu
> diperhatikan agar recovery core tsb sesuai harapan (> 80%)?
> Dan meminimalisasi kendala yg mungkin terjadi saat operasionalnya?
> Berapa ya sukses rasio-nya dibanding vertical well.
>
> Terima kasih
>
> kind regards,
>
> Rai Barkah
> yglagibelajarcoring
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
> -----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>


--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
OK TAUFIK

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke