Jadi kepecet tombol nurani saya.. jadi pingin nimbrung ahh !! Ini masalah
memang pelik2 atawa angel banget.. Boleh dibilang ini benang kusutnya policy
energy di Indonesia. Saya dulu pernah otak-atik kawasan tentangga kita
Australia, tidak saja masalah teknikal geologynya, termasuk juga policy
bisnis E&Pnya, kok saya fikir lebih sederhana, nggak mungkin menimbulkan
sindrom benang kusut. Secara umum gambarannya begini: Australia tidak pakai
KPS/PSC, modelnya seperti sewa lahan saja, daerah E&P di rating
prospectivitynya, kemudian ditetapkan tarip sewanya (mungkin pakai
matrix..), daerah prospek bagus lebih mahal sewanya, untuk Exploration sewa
lebih murah, namun setelah 5 tahun harus dilepas sebagian dan diteruskan
dengan Production leasing pada daerah pilihan, dengan sewa lebih mahal
tentunya. Dari situ nanti pengusaha harus berusaha agar selama 5 tahun
tersebut bisa bekerja fully evaluation seluruh daerah, sehingga nanti kalau
mau di retain yang dipilih yang paling bagus.. Kalau pengusahanya beruntung,
hasilnya bagus, negara tidak perlu merasa rugi, karena nanti ada pajak
perusahaan yang akan dibayar, bisa saja progresive sehingga kalau revenue
makin besar pajak masuk makin besar.  Dengan demikian setiap kumpeni benar2
bekerja secara optimal, tidak bisa pakai leha2, atawa boros2an karena nanti
tdk ada CR. Kalau model PSC, misalnya aku jadi boss, aku bisa keluar uang
suka2, krn nantinya toh akan di CR. Memang bisa BPMIGAS yang ikutan
ngontrol, namun ya apa bisa sampai detail2 sekali, 'kan nggak ya.. Jadi saya
fikir kita mungkin perlu reformasi juga dalam hal ini, jangan pakai nabrak2
instansi segala, karena mungkin ini hanya sindrom benang kusut sistim yang
tidak tepat utk jaman sekarang. Orang2nya kita tidak perlu ragulah, pasti
pilihan terbaik, namun sistimnya begitu lho.. Saya baca berita Pak Kardaya
juga mengambing hitamkan sistim/regulasi yang tidak memungkin BPMIGAS
bekerja effektif..

Bagaimana ??  Suai ???

Wassalaam
Ahmiyul Rauf

-----Original Message-----
From: Sri Adrianto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, January 25, 2007 14:33
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Lagi Lagi Cost Recovery

Yth bapak "so what gitu lho", 
   
  Saya sangat tidak setuju dengan statement anda, karena  ini bukan sekedar
"masalah So What Gitu Lho", tapi suatu "kecolongan" fundamental yang mesti
cepat-cepat dibenahi dan dibuat jelas. Meng-ekspat-kan bule yang baru keluar
sekolah untuk belajar di Indonesia, dan biayanya di-beban-kan ke
cost-recovery, jelas-jelas "perampokan". 
   
  Sebenarnya peraturan authority MIGAS Indonesia sejak jaman dulu sangat
jelas, bule-bule yang bisa ditempatkan disini (sebagai pegawai, expats, yang
dianggap expert) adalah orang-orang yang seharusnya memang punya pengalaman
luas di bidangnya, yang nantinya pengalamannya mesti dibagi ke pegawai lokal
yang akan pegang post dia dalam beberapa tahun. Jadi, seperti sudah
dikomentari mas Frank, mas Syaiful, sangatlah absurd untuk percaya kalau ada
bule yang baru selesai sekolah 3 tahun yang lalu (apapun sekolah asalnya)
ditempatkan di Indonesia, dibebankan pada recovery cost atau production
cost, atau biaya apapun, dianggap expert, yang dianggap punya "kesaktian"
lebih untuk dibagi. Yang terjadi, mereka "mengambil kesaktian"nya mas Frank,
mas Syaiful, dll, yang nantinya bakal dipakai di filial yang lain...
   
  Ironisnya, seringkali terjadi bahwa "prestasi" Human Resources Manager
(yang biasanya orang Indonesia, supaya bisa lebih "smooth" jika berinteraksi
dengan  authority MIGAS) diukur dari "berapa banyak si manager tersebut bisa
meloloskan bule untuk dipekerjakan di Indonesia atas pesenan CEO-nya yang
selalu bule" - challenge buat beliau ini adalah, bagaimana bisa mendapatkan
ijin kerja untuk "ekspat-cucakrowo mumet" di Indonesia (karena untuk bule
experienced dan expert biasanya sudah ada peraturan yang jelas). Dan kita
sama-sama tahu kalau gaji mereka (yang udah standard Amrik, Inggris, Itali,
Perancis, atau apapun) karena kerja disini sebagai ekspat jadi dobel,
eh...terus di "cost recovery"khan...nah bolong-lah kocek-nya bangsa
Indonesia karena "dikosongin" dari dalam dan luar!!!
   
  Maaf jadi melantur, tapi point saya adalah : ada banyak masalah yang bukan
sekedar "So what gitu lho", banyak masalah yang mesti kita fikirkan bersama
secara fundamental jalan keluarnya, seperti menghindari penempatan "ekspat
cucakrowo mumet" yang berkaitan dengan "lenyapnya" uang bangsa indonesia
ber-trilyun-trilyun tanpa ada "nilai tambah" yang bisa diambil oleh bangsa
kita tercinta ini!
   
  salam,
  Sri Adrianto 
  
[EMAIL PROTECTED] wrote:
  >
SO WHAT GITU LHO


frank dkk lainnya,
>
> kondisi tsb tampaknya masih bisa ditemui sekarang. di kumpeni saya yg
> lama, kebetulan bukan di departemen saya (eksplorasi), tepatnya
> departemennya orang2 yg suka bikin pod dll, ada 2x 'anak' bule baru,
> bahkan baru beberapa bulan saja kerja, terus ditempatkan di indonesia
> (jakarta).
>
> agak disayangkan, rekan indonesia yg sebenarnya lebih pinter dan lebih
> lama bekerja di kumpeni tsb, ya 'pasrah' saja. misalnya, kalo ada
> rapat teknis, eh si bule muda ini yg diajak, justru seringkali si
> indonesia pinter kok malah nggak diikutkan. belum lagi perlakuan
> diskriminasi ras lainnya (ruangan kerja dsb).
>
> kalo di departemenku, wis aku .....
>
> salam,
> syaiful
>
> On 1/25/07, Franciscus B Sinartio wrote:
>> .....
>>
>> kontrol pasti sangat sukar dilakukan dari dalam, tapi harus dari
>> BP-Migas.
>> mereka juga perlu dana untuk biayai riset mereka di kantor pusat.
>> kalau jaman dulu malah Indonesa di jadikan training ground beberapa
>> perusahaan besar.
>> ada yang baru pengalaman 3-5 tahun di hire sebagai expat di Indonesia
>> padahal tidak ada ke ahlian khusus yang bisa langsung di kontribusikan.
>> di Indonesia mereka belajar,pakai biaya cost-recovery.kalau sudah
>> pintar,kerja di tempat lain.
>> mudah2an tidak ada lagi yang kayak gini di Indonesia sekarang.
>> ditempat saya kerja sekarang ada yang kayak gini. orang baru lulus BSc
>> jadi expat disini.
>> katanya IP nya sangat tinggi di universitas terkenal di amrik sana.
>>
>> best regards,
>> frank
>
> --
> Mohammad Syaiful - Explorationist
> Mobile: 62-812-9372808
> Email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> Head Office:
> Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
> Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
> Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>
> ---------------------------------------------------------------------
> siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
> ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
> Dewata!!!
> semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




Sri Adrianto
  C/ Costa Brava 14B
  Madrid-28034
  Spain

 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.


---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke