Kalau di negara manca nun jauh disana, terutama di perkotaan, juarang sekali 
orang membor air tanah.
   
  Seluruh kebutuhan air jadi tanggung jawab negara via PDAM lokal (bayar 
tentunya).
   
  Denger-denger untuk bisa ngebor, harus punya permit khusus, punya alasan kuat 
(misalnya PAM gak masuk untuk daerah rural), punya plan (reservoir mana yang 
akan di bor), berapa debit yang akan disedot dll. Bagus untuk menghindarkan 
pencemaran silang antar reservoir karena sumber daya air benar-benar dijaga.
   
  Kita harus bangga punya negara yang bebas merdeka...everyone for 
himself......he he he...
   
  Salam 
  Oki
  (sekedar ngomong_
   
  Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Hmm..kalau nekat ingin tetap membor..saya coba membantu merangkum komentar 
dari rekan-rekan yang ada (silahkan dilengkapi atau dikoreksi)

- Pindahkan lokasi pemboran dengan tetap memperhitungkan faktor teknis 
instalasi air ke rumah.

- Hindari lokasi pemboran terlalu dekat dengan septik tank atau bekas timbunan 
sampah (kalau ada).

- Negosiasikan kontrak bukan berdasarkan kedalaman tetapi berdasarkan 
kemungkinan mendapatkan air bersih. Sedikit catatan : di beberapa wilayah 
pemboran melebihi suatu kedalaman tertentu, perlu lapor ke instansi yang 
berwenang.

- Pada saat pemboran sebaiknya ikut mengamati apakah memungkinkan mendapatkan 
lapisan yang didominasi oleh batuan ukuran pasir yang bersih tidak bercampur 
lempung atau debu (sebenarnya kalau dalam tatanan endapan gunungapi tidak 
menggunakan istilah pasir, tapi supaya tukangnya tidak bingung pak).

- Setelah mendapatkan lapisan yang diinginkan, pasang pipa (casing) dan lakukan 
pengurasan. Hal ini untuk menghilangkan airtanah dari lapisan diatasnya yang 
memiliki kandungan material yang kaya bahan pelapukan oksida besi,mangan dan 
atau permanganat bercampur dengan airtanah ini dan menurunkan kualitas yang 
diharapkan.

- Pada saat melakukan pengurasan, jika memungkinkan perhatikan fluktuasi muka 
airtanah, kecepatan muka airtanah untuk kembali ke posisi awal dapat digunakan 
untuk memperkirakan jenis pompa dan berapa lama pemompaan sebaiknya dilakukan 
dalam satu hari (recovery test). Sedikit catatan ; `jet pump` memiliki 
keterbatasan pengambilan airtanah hingga kedalaman maksimum 12 - 14 meter. 

- Airtanah, setelah pengurasan selesai, diambil dan ditest ke laboratorium 
kualitas air terdekat (bisa PAM, DepKes, universitas dan lain-lain). Air teh 
juga bisa digunakan jika hanya ingin menguji kandungan Fe saja.

- Kalau kualitasnya masih tidak membaik... instalasikan alat penjernih air.

Tidak perlu dilakukan pengukuran geolistrik, karena kedalaman akuifer sudah 
dapat diperkirakan dari data-data sumur yang telah ada dan juga kualitas air 
tidak dapat tergambarkan dari pengukuran ini. Yang bapak perlukan ; penelitian 
sebaran kandungan Fe dikaitkan dengan sistem pengendapan produk gunungapi serta 
tingkat lapukannya di daerah ini.

Salam,
Fajar (1141)







---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

Kirim email ke