Setuju sekali dengan pak ADB !!

Pak Andang mengistilahkan "underground blow out", sedang saya dengan istilah "Kick".= tendangan pressure tiba-tiba..sama arti dan maksudnya. Kejadian Kick atau underground blow out ini biasa terjadi di pemboran manapun...baik di minyak maupun gas dan juga bahkan di pengeboran geothermal... Drilling Engineer, Drilling Superintenden dan Mud Engineer yang ahli cukup paham bagaimana mengatasi ini...Namun bila terlambat ambil aksi....Gawat dan resikonya besar. Kejadian blow out merembet ke permurkaan sudah banyak terjadi toh ?? Di Badak Field (Huffco ) pernah satu drilling rig tenggelam ditelan bumi ( sekarang jadi danau air yang luas ), juga di Kalimantan - Offshore ( Total ) satu kapal drilling disedot masuk laut, di Dieng ( Himpurna-California Energy ), di Gulf Mexico, di Texas dll.dlll.....dlllllll. Makanya Safety di Oil Co itu harus sangat ketat sekali..juga penerapan SOP, tanpa tawar menawar !! Juga bila ada lost circulation.... aksinya harus cepat dan tepat... Makanya pasti ada yang namanya BOP ( Blow Out Preventer )dengan minimal 3 macam valve/katup yang tahan tekanan sampai 20,000 psi, juga di mud material banyak dikenal berbagai jenis untuk mengatasi lost dan kick itu. LCM ( lost circulation materials), polymer, Gunk Squeeze, Densifier dsb <---maaf ini hanya info buat para geologist non migas, yg di migas pasti sudah paham. Jadi jika ngebor di area open hole sampai lebih dari 6000 kaki tanpa casing trus ada loss and kick tidak ditangani segera satu persatu pada saat awal-awal...itu...siapa yang bertanggung jawab ?? Mosok Alam ?? Atau rumput yang bergoyang ??

Ntar jadi preseden kelak bahwa jika Oil Operator, KPS dan JOB atau lainnya ngebor trus ada blow out tak terkendali maka ALAM lah yang jadi biang keladinya..Ohhhh enaknya jadi operator dan drilling engineer !!

Sekali lagi menurut saya gak ada hubungannya dengan gempa atau sesar yang teraktifitasi karena gempa. Murni...keteledoran..titik. Bukan wacana lagi nih...hehehe ( maaf agak ngotot ya saya ?? ). Cobalah baca-baca lagi Drilling History/Kronologi sejak mulai ngebor surface casing hingga mau ngejar Formasi Kujung yang diduga ada gasnya itu....apa saja yang terjadi ?? Gak usah lari kemana mana dulu...sampai ke Yogya, Madura, Kalimantan dsb... Gambar yang ditampilkan oleh Pak Dhe Rovikcky di weblognya menurut saya hampir benar, cuma menurut saya semburan itu masih menembus melalui channel dekat sekali sumur <- ini masih zona lemah juga, lalu menjelang di permukaan atau lapisan kwarter ( alluvial porong? ) baru "shooting" ke titik yang lemah.Makanya sekarang titik semburan sudah berpola radial dan acak, tidak lagi seperti awal dulu yang segaris. Terus terang tidak banyak Geologist yang "nyasar" jadi real drilling engineer asli....jadi kita ini tidak banyak paham tentang teknik pengeboran, kecuali jadi wellsite geologist atau kadang sebagai mud engineer. Karena drilling engineer syaratnya pasti bukan lulusan geologi. ( kecuali Pak Dhe Rovicky ngkali yee ? ) Ingat saja, sekarang ditangan Polisi sudah ada para tersangkanya lho ....!!? Apa mau ditambah satu tersangka baru....si Alam ? ( bukan si penyanyi dangdut itu )

----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, January 29, 2007 8:12 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural !


Pemicu lainnya: POLITISASI KASUS (termasuk "dispute" soal politik-bisnis-nya)

- POLITISASI KASUS-lah yg mengakibatkan penanganan yang lambat, berlarut-larut, saling lempar tanggung-jawab, tidak jelasnya skema pembiayaan penanggulangan bencana, dsb, dsb..... sehingga yang di awal-awalnya hanya merupakan UNDERGROUND BLOW-OUT akhirnya berkembang menjadi pembentukan mud-volcano yang massif ...... akhirnya menjadi bencana besar bagi lingkungan dan manusia yang tak terhindarkan .....

Hal ini menjelaskan kenapa di awal-awal kejadian saya dengan lantang menyebutkan ini sebagai underground blow-out,.... tetapi begitu penanganannya tidak sempurna (malahan subsurface-nya tidak ditangani sama sekali sampai lebih dr sebulan), maka ketidak-stabilan tekanan dan fasa material di bawah permukaan merembet, menginduksi lapisan-lapisan "mud-diapir" di sekitar lubang bor, menyebabkan adanya mekanisme pergerakan lateral yang massif dari massa material bawah permukaan (yang semula didominasi pergerakan vertikal).....

Harap juga dilihat lagi "My Opinion": salah satu pemicunya adalah kegiatan manusia yang berupa proses pemboran, perijinan dan tata ruang, dan tanggap darurat ...... (bukan hanya proses pemboran).
konektifitas titik2 semburan lumpur dengan sumur pemboran

adb



----- Original Message ----- From: "Arya Nuhan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, January 29, 2007 1:08 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural !


Rekan2 Senior yang saya hormati,

Mohon ijin untuk ikut2an berpendapat..

Bukankah baru beberapa waktu yang lalu Beberapa Geologis dari
Universitas2 Indonesia dalam Forum Aspermigas menyimpulkan bahwa LUSI
merupakan natural disaster?

Dan statement Pak ADB dalam versi tanya jawab yang dipost di email ini
juga tersurat bahwa LUSI adalah Gejala alam/Geologi yang SALAH SATU
PEMICU-NYA ialah kegiatan pengeboran. Saya yakin Pak Andang punya input
tertentu hingga mentimpulkan bahwa pemicu Mudflow Sidoarjo bukan karena
satu faktor (drilling semata). Karena, mohon saya dikoreksi bila salah,
Beliau di awal kejadian LUSI lantang sekali menyerukan bahwa masalah ini
adalah MURNI underground blowout karena kegagalan/kesalahan dalam
prosedur pemboran (this opinion shared by MEDCO and some, if not all,
public speaking geoscientist).

Menurut saya, tanpa fakta2 baru yang komprehensif dari subsurface
BanjarPanji, misal; konektivitas titik2 semburan lumpur dengan sumur
pemboran; ada/tidaknya pengaruh gempa dalam reaktivasi sesar2 di sekitar
well;dll, maka pandangan-pandangan mengenai asal kejadian lumpur panas
ini hanya sebatas wacana saja, yang gampang diperdebatkan tapi sulit
dibuktikan.



Nuhun,
Arya Muhammad Nuhan
Jr.Geologist

-----Original Message-----
From: Kabul Ahmad [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, January 27, 2007 1:18 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Scientists: Mudflow caused by drilling, not
natural !

Pak Dhe,
Bagi geologist atau geomechanics expert Indonesia yang datang pada
awal-awal mbledosnya Lusi ( tgl 30 Mei -2 Juni ) sudah bisa pastikan
bahwa Bencana ini murni akibat drilling. Pertama lihat drilling
historynya, trus well contruction ( casing and cementing ), dsb...trus
ada lost circulation and kick.....lha...gampang to kesimpulannya ????
Gak perlu menunggu sampai hari ini baru ada tulisan dari GSA baru
dikatakan "..caused by drilling" . Tapi entah IAGI/ITB/ITS/UGM/UPN
sampai sekarang belum 100% pasti pendapatnya ?
Makanya Lapindo masih kelabakan sekarang....menanggung biaya yang entah
nanti bisa di "cost recovery" kan apa nggak....( disni politik yang
main) Seperti tulisan email saya di milist ini beberapa yll..( juga
dongeng sampeyan di weblog itu )..Relief well akan gagal ( sekarang yang
ke 2 sudah gagal, mau bor lagi ke 3...padahal Pak Rudy sebelumnya sangat
optimis bulan Desember 2006 Lusi akan mampet dgn relief well.....Mengapa
gagal ? sebab sudah sangat terlambat....mestinya saat lost circulation
dan kick harus diatasi satu persatu dan harus dipasang casing !! Atau
plug abandon diawal....tapi ya sudah..,,nasi sudah jadi bubur.
Trus sekali lagi sekarang ini adalah geothermal drive mechanism dengan
horse power yang luar biasa besarnya...Dahsyat !! Wong bisa menyemburkan
130 ribu m3 /hari lumpur Formasi Kalibeng.
Jadi, tindakannya sekarang adalah tinggalkan lokasi, evakuasi korban,
pindahkan infrastruktur ( jalan, listrik, pipa gas, rel KA dll ) ,
alirkan ke Kali Porong dengan gravitasi dan perlebar kanalnya ( bukan
dgn pompa dan pipa ). Atau masih mau gambling triliunan rupiah lagi ??
Grup EMP/Bumi sekarang sudah menurunkan aktifitas explorasi/exploitasi
di lapangan lain agar konsentrasi ke Porong....termasuk keuangannya juga
toh ??
Jadikan lokasi Lusi sebagai wisata "bencana" juga bagi mahasiswa
geologi/drilling engineer/geoscientist untuk studi kasus/museum atau
pelajaran pada anak cucu kelak bahwa beginilah akibatnya bila teledor.
Anggap saja ini mirip Gunung Mahameru atau Merapi  yang memang gak bisa
kita sumbat....apalagi dengan Bola-bola beton itu....karena bila
disumbat bola2 itu, khawatirnya malah akan timbul spot baru dan jatuh
korban baru...
Jadi ingat ketika ke Wyoming dulu...lihat semburan geyser yang
indah...walau berbahaya.

Berita minggu lalu, Halliburton sebagai service company sudah amit
mundur dari lokasi ini...jadi siapa lagi yang akan ikut gambling...??
Tanggul untuk pipa gas sudah jebol lagi...So What ?
Sekarang ini sedang musim gempa tektonik terus menerus.... Idza
zulzilatil ardhu zilzalaha...wa akhrojatil ardhu atsqolaha....wa qolal
insanu ma laha...( QS Al Zalzalah 1-3 )



----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "HAGI-Net" <[EMAIL PROTECTED]>; "migas
indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>;
"MediaCare" <[email protected]>
Sent: Friday, January 26, 2007 11:34 PM
Subject: [iagi-net-l] Scientists: Mudflow caused by drilling, not
natural !


Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural
http://rovicky.wordpress.com/2007/01/26/scientists-mudflow-caused-by-d
rilling-not-natural/

Begitulah judul dari tulisan Asociate Press (AP) . Kalimat ini diambil

dari kesimpulan yang dilakukan oleh 4 ahli dari Durham University.
Judul tulisan asli yang diterbitkan oleh GSA (Geological Society of
America) ini berjudul "Birth of a mud volcano: East Java, 29 May 2006"
- kelahiran gunung lumpur pada tanggal 29 May 2006.

Satu kesimpulan yang menarik adalah LUSI Lumpur Sidoarjo ditrigger
oleh pengeboran dan bukan karena gempa tektonik.

Artikel ilmiah ini ditulis oleh empat orang ahli kebumian yaitu

   * Richard J. Davies, Centre for Research into Earth Energy Systems
(CeREES), Department of Earth Sciences, University of Durham, Science
Labs,
   * Richard E. Swarbrick, Geopressure Technology Limited, Mountjoy
Research Centre, Stockton Road, Durham, DH1 34Z, UK;
   * Robert J. Evans, 3DLab, School of Earth, Ocean and Planetary
Sciences, Main Building, Park Place, Cardiff University, Cardiff CF10
3YE, UK;
   * Mads Huuse, Department of Geology and Petroleum Geology,
University of Aberdeen, Aberdeen AB24 3UE, UK

Tulisan aslinya dalam pdf dapat didonlod di link sini-->
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau

Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




----------------------------------------------------------------------------
hot news!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke