berbeda pendapat sah-sah saja dan berpeda pendapat bukan hanya milik para
Geologist, berbeda kepentingan juga sah saja, karena semua manusia punya
beda kepentingan, tapi perlu juga di pahami dimana-mana berorganisasi ada
aturannya, misi, visi, dan lainnya yg diatur oleh AD/RT nya. Kalau mau
menganggap perlu untuk menjalankan organisasi ikuti saja aturan mainnya.
Kalau tidak kata-kata berbeda pendapat bisa jadi senjata untuk mensahkan
semua tindakan, kesannya jadi seenaknya, tak becus. Pendapat saya (masih
dalam koridor beda pendapat)  sebaiknya IAGI juga terlibat dalam mensponsori
simposium, seminar dan sejenisnya dengn tema " LUSI, AKIBAT KELALAIAN DAN
AROGANISME KEKUATAN UANG DAN KEKUASAAN"

didukung oleh aku.


*Innalilahi wa innalilahi rojiun*, buat korban meninggal akibat gempa di
Sumbar

On 3/6/07, Agus Hendratno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Yaa.repotnya, kalau perbedaan pendapat dalam hal penafsiran geologi
dikonsumsi pers..., runyam hasilnya. Lebih baik berbeda pendapat dalam
kertas karya ilmiah saja. Kalau semua ahli geologi menjadi figur-figur yang
menjadi Problem Solver, saya kira sangat baik. Bisa memberikan masalah
penafsiran yang berbeda, tapi yang jauh lebih penting adalah solusi dari
masalah yang ditafsirkan tadi. Penafsiran bisa beda; tapi solusi jauh lebih
elegant.

Banyak yang bisa mengurai masalah dari berbagai teori, sudut pandang,
asumsi-asumsi, pengalaman, tapi tidak banyak yang kemudian menyodorkan
solusi dari asumsi-asumsi yang dibuat tadi.

Geologi, ke depan akan menjadi penentu penting dalam setiap kebutuhan
masyarakat yang membutuhkan nilai Keamanan dan Kenyamanan dalam hidup.
Keamanan, berarti kebutuhan akan  ekonomi sumberdaya geologi terjamin dengan
pola yang berkelanjutan dan tidak terlalu merusak lingkungan dan juga aman
dari  keancaman bencana kebumian.
Kenyamanan, berarti kebutuhan akan kenikmatan hidup yang tidak terganggu
akan resiko keancaman bencana kebumian, lingkungan geologinya sehat,
terjamin kebutuhan energi (dalam arti luas), terjamin kebutuhan air (dalam
arti luas), dll. Semua membutuhan peran penting geologi maupun geologist....
kita lihat saja nanti....................
Semoga, "perseteruan" yang ada hanya sebagai bentuk pergulatan pemikiran
yang dinamis sebagaimana bumi ini yang dinamis dan bergerak..., tentunya
bagi yang mempelajari juga........................
Kita berdoa saja..., suatu saat ada Geologist yang terpilih jadi Presiden
RI (entah kapan...); sekarang baru ada Presiden IAGI yang tentunya
geologist.

Salam............
AGus



Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saat saya barusan ngobrol2
dg Pak Luthfi, telepon dari Sdri. Nieke
Indrietta (Tempo Interaktif) masuk ke handphone Pak Luthfi dan wawancara
jarak jauh pun terjadi sekitar 20 menit seputar perbedaan pendapat LUSI.

Perbedaan pendapat wajar saja terjadi di antara para ahli geologi, kita
semua tahu dan sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Kalau perbedaan
pendapat tak pernah terjadi, maka kita tak akan menemukan
lapangan-lapangan minyak baru atau deposit mineral baru. Daerah yang
direlinquish total oleh sekelompok geologist karena dianggap tak ada
migasnya, ternyata jadi lapangan yang sangat subur bahkan raksasa.
(contoh : Jabung area, Jambi, dan Wiriagar Deep-Tangguh complex
Bintuni).

Dan setiap orang akan berpendapat dilatarbelakangi oleh pengalaman dan
keahliannya. Kasus LUSI. Orang geothermal akan bilang itu kasus erupsi
geyser geotermal. Orang tektonik akan bilang itu dipicu gejala tektonik,
dll.

Apapun perbedaan pendapat di antara kita, jangan sampai meretakkan dan
memecahkan silaturahmi di antara kita. Jangan terpancing dengan
"perseteruan" - itu bahasa media yang bombastis.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Alman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 06, 2007 2:26 C++
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Ahli Geologi Saling Berseteru

Koran Tempo edisi cetak hari ini membahas 1 halaman khusus ttg hal
ini. Bahkan sampai bersambung di edisi esok hari. Judulnya sangat
menggelitik sekaligus menyindir ahli2 kebumian.

versi web juga ada, hanya lebih singkat & tdk selengkap edisi cetak.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/03/06/brk,20070306-94825,id
.html
_________________________________________

Ahli Geologi Saling Berseteru
Selasa, 06 Maret 2007 | 04:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 1973-1975, Koesoemadinata,
memprotes hasil pertemuan workshop internasional tentang luapan lumpur
panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diadakan organisasi itu
pada 20-21 Februari lalu di Jakarta. Sikap protes itu tertuang dalam
surat terbukanya via surat elektronik kepada IAGI pada 25 Februari.

Alasannya, kesimpulan workshop tersebut ia nilai cenderung tidak
mencerminkan IAGI yang independen, tidak relevan dengan materi, bahkan
cenderung bertolak belakang. "Saya sangat prihatin dengan hasil
workshop yang disebutkan bertaraf internasional ini," kata
Koesoemadinata kepada Tempo, Senin (5/3).

Seperti diketahui, pada 20-21 Februari lalu, IAGI bekerja sama dengan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia mengadakan diskusi bertema "International
Geological Workshop on Sidoarjo Mud Volcano".

Koesoemadinata menjelaskan kesimpulan dari workshop itu tidak
mencerminkan materi yang dibahas. Para pembicara masih mempertanyakan
berbagai kemungkinan tentang penyebab semburan lumpur panas. Bahkan
workshop itu buru-buru menyimpulkan penyebab semburan lumpur panas itu
adalah gempa bumi. "Itu memang benar mud vulcano (lumpur panas), tapi
penyebabnya apakah gempa bumi atau kesalahan pengeboran, kan, belum
terjawab," ujarnya.

Seharusnya, menurut dia, IAGI sebagai lembaga ilmuwan
yang independen juga memberi ruang mengenai adanya pendapat bahwa
semburan lumpur panas itu terjadi karena kelalaian pengeboran. "Saya
khawatir kalau sampai IAGI digunakan untuk kepentingan-kepentingan
tertentu. Padahal kebenaran ilmiah sebagai ilmuwan harus
dipertahankan."

Koesoemadinata mengungkapkan workshop yang dihadiri beberapa ilmuwan
dari luar negeri itu juga hanya menyatakan lumpur panas Lapindo adalah
bencana alam sehingga tidak dapat dihentikan. Namun, tidak memberikan
rekomendasi penanggulangan masalah, padahal itulah yang ditunggu
masyarakat.

Dalam surat terbukanya kepada Ketua Umum IAGI, Koesoemadinata
menyatakan kekecewaan dan keprihatinannya. Dalam pembacaan kesimpulan
workshop, misalnya, menurut dia, seolah-olah sudah ada kesepakatan
bahwa terjadinya gunung api lumpur di Sidoarjo semata-mata murni
bencana alam yang dipicu oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tidak ada
hubungannya dengan kelalaian pengeboran Sumur Banjar Panji-1.

Sampai berita ini diturunkan, Tempo belum berhasil mendapatkan
konfirmasi dari Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Achmad Lutfi.
Achmad tidak mengangkat telepon selulernya. Namun, dia membalas lewat
pesan pendek (SMS), "Besok saja (hari ini) karena (saya) sedang ada
acara keluarga," katanya.

------------------------------------------------------------------------
----
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007

----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.




--
OK TAUFIK

Kirim email ke