Mas Maryanto ...

Numpang tanya sedikit "Apakah Agip itu sama dengan
Egypt ?" yaitu Kebudayaan Mesir kuno yang ditandai
bagunan Pyramid dan Sphinx serta kekuasaan Fir'aun
yang terkenal

Salam

TAM

--- "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hemm.. Th 1374 M, sewaktu Gunung Anyar itu
> terbentuk,  primbonku
> sebutkan ada pada masa maximum perubahan pada siklus
> 70 th,  dan bisa
> juga 700 th. Perubahan itu termasuk elevasi,
> temperature, economy, dll.
> Perubahan plate tectonic-nya divergence.
>  
> 1. Siklus 70 th terkini nyatakan th 2000 (1997-2004)
> , adalah
> zerocross-down: paling banyak tsunami, sudah 3
> siklus begitu, 1800-2000.
> Perubahannya extensi. Dugakan juga banyak gempa,
> gunung meletus.  
>  
> 2. Th 1374 M adalah abad ke 14. Abad in termasuk
> pada perubahan besar di
> siklus 700 th. 
> Dengan korelasi abad dengan kondisi sbb: 
> 28 SM    Old Agip
> 21 SM    Mid Agip
> 14 SM    New Agip
> 07 SM    Persia
> 00 SM    Rome
> 07 AD    Arab
> 14 AD    Renaisance, Gunung Anyar.
> 21 AD    Globalisasi. 
>  
> Begitukan ?
>  
> Salam,
> Maryanto.
>  
>  
> ________________________________
> 
> From: Awang Harun Satyana
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Tuesday, March 20, 2007 11:59 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Pararaton 1296 Caka : Bencana
> "Pagunung Anyar" dan
> Sandyakala ning Majapahit
> 
> 
> Judul di atas maksudnya adalah menurut Kitab
> Pararaton yang
> diterjemahkan Brandes (1896), bahwa pada tahun 1296
> Caka atau 1374
> Masehi telah terjadi sebuah bencana bernama
> "Pagunung Anyar" yang
> memundurkan Majapahit, kerajaan Nusantara terbesar.
> Apakah bencana
> Pagunung Anyar ? Saya menafsirkannya,  itu adalah
> erupsi gununglumpur
> ala semburan LUSI (!)
>  
>  Di bawah ini adalah catatan2 saya setelah
> mempelajari buku2 sejarah,
> geologi, dan folklore yang berselang lebih dari 100
> tahun penerbitannya.
> Dimulai dari Daldjoeni (1984, 1992) "Geografi
> Kesejarahan", lalu
> bersambung ke depan dan ke belakang menuju Purwadi
> (2001) "Babad Tanah
> Jawi : Menelusuri Jejak Konflik", Slamet Muljana
> (1968, 2005) "Runtuhnya
> Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara
> Islam di Nusantara",
> Slamet Muljana (1965, 2005) "Menuju Puncak Kemegahan
> (Sejarah Kerajaan
> Majapahit)", Denys Lombard (1990) "Le Carrefour
> Javanais", James Nash
> (1932), "Enige voorlopige opmerkingen omtrent de
> hydrogeologie der
> Brantas vlakte - Handelingen van 6de Ned. Indische
> Natuur
> Wetenschappelijke Congres",  H.J. de Graaf (1949)
> "de Geschiedenis van
> Indonesie", J. Brandes (1896) "Pararaton (Ken Arok)
> of het Boek der
> Koningen van Tumapel en van Majapahit", buku2
> geologi karya Duyfjes
> (1936-1938) untuk pemetaan wilayah Kendeng bagian
> timur ("Zur geologie
> und stratigraphie des Kendenggebietes zwischen
> Trinil und Soerabaja" dan
> "Toelichting bij blad 115,109, 110, 116), juga karya
> masterpiece van
> Bemmelen (1949, 1972) "The Geology of Indonesia",
> dan buku folklore
> karya James Danandjaja (1984) " Folklor Indonesia :
> Ilmu gossip,
> dongeng, dan lain2"
>  
> Maksud hati ingin menelusuri tulisan2 sejarah
> tentang kronik kejadian
> Bledug Kuwu di selatan Purwodadi agar bisa mencari
> analogi untuk kronik
> semburan LUSI, ternyata penelusuran buku2 di atas
> malahan membawa saya
> ke pemikiran bahwa : selain oleh alasan politik,
> Majapahit MUNGKIN telah
> mundur oleh deformasi Delta Brantas akibat rentetan
> erupsi gununglumpur
> Jombang-Mojokerto-Bangsal pada kawasan sepanjang 25
> km. Mari kita lihat
> sisik-meliknya. 
>  
> Kita mulai dari panorama sebuah gunung yang
> dikeramatkan oleh penduduk
> dan tokoh2 kerajaan sejak Mpu Sindok, Erlangga, dan
> para pengikutnya :
> Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan, sebuah
> gunung setinggi 1659
> meter di utara Gunung Arjuno-Welirang, adalah gunung
> paling dekat ke
> lokasi semburan LUSI. Gunung ini terletak di sebelah
> selatan Sungai
> Porong dan masih ke sebelah selatan dari Gawir
> Watukosek, sebuah gawir
> sesar hasil deformasi Sesar Watukosek yang juga
> membelokkan Sungai
> Porong , melalui titik2 semburan lumpur panas
> termasuk LUSI, juga
> melalui gunung2 lumpur di sekitar Surabaya dan
> Bangkalan Madura. 
>  
> Dalam sejarah kerajaan2 Hindu di Jawa Timur, Gunung
> Penanggungan adalah
> sebuah gunung yang penting (Daldjoeni, 1984;
> Lombard, 1990). Kerajaan2
> yang pernah ada di Jawa Timur, selain berurat nadi
> Sungai Brantas,
> kerajaan2 itu mengelilingi Gunung Penanggungan,
> misalnya Kahuripan,
> Jenggala, Daha, Majapahit, dan Tumapel (Singhasari).
>  Daerah genangan
> LUSI sekarang dulunya adalah wilayah Medang atau
> Kahuripan dari zaman
> Sindok dan Erlangga, juga termasuk ke dalam wilayah
> Majapahit. Setiap
> kali ada kekacauan di wilayah kerajaan2 itu, maka
> Gunung Penanggungan
> dijadikan ajang strategi perang. Erlangga pun pada
> saat pengungsian dari
> serangan Worawari  tahun 1016 yang menewaskan
> Dharmawangsa mertuanya
> (Maha Pralaya), bersembunyi di Penanggungan sambil
> memandang ke utara
> menuju lembah Porong dan Brantas memikirkan
> bagaimana membangun
> kerajaannya yang baru.  Penanggungan pun dijadikan
> tempat2 untuk
> memuliakan tokoh-tokoh kerajaan. Di lereng timur
> gunung ini di Belahan
> terdapat makam Erlangga, makam Sindok di Betra, dan
> makam ayah Erlangga
> di Jalatunda. Di Penanggungan pun terdapat ratusan
> candi, yang saat ini
> tidak terawat. Makam2 keramat ini ditemukan penduduk
> Penanggungan pada
> awal abad ke-20 setelah beratus2 tahun terkubur,
> saat mereka membakar
> gelagah yang menutupinya untuk keperluan pembuatan
> pupuk. 
>  
> Dari Gunung Penanggungan ke lembah dan delta Brantas
> pemandangannya
> permai dan subur lahannya, sehingga banyak kerajaan
> didirikan di dataran
> Brantas. Menurut Nash (1932) - "hydrogeologie der
> Brantas vlakte", Delta
> Brantas terbentuk berabad-abad lamanya; dan
> peranannya penting di dalam
> percaturan politik kerajaan-kerajaan yang pernah ada
> di Jawa Timur.
> Kemajuan dan kemunduran kerajaan2 ini kelihatannya
> banyak dipengaruhi
> oleh segala yang terjadi di Delta Brantas.
>  
> Menurut penelitian Nash pada tahun 1930, tanah Delta
> Brantas itu tidak
> stabil karena di bawahnya masih terus saja bergerak
> tujuh jajaran
> antiklin sebagai sambungan ujung Pegunungan Kendeng
> yang mengarah ke
> Selat Madura. Misalnya, pernah terjadi kenaikan
> tanah di sekitar
> sambungan (muara) Kali Brantas dengan Kali Mas;
> palung sungai bergeser
> ke kiri sehingga airnya mengalir ke barat. Setelah
> mengisi ledokan yang
> dinamai Kedunglidah (di sebelah barat Surabaya
> sekarang), kemudian
> mengalir menuju laut dan bermuara di dekat Gresik.
> Menurut catatan
> sejarah, Kedunglidah itu masih ada pada tahun 1838. 
>  
> Denys Lombard, ahli sejarah berkebangsaan Prancis
> yang menulis tiga
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html 

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke