Terima kasih Mas Maryanto. Saya coba pahami dulu nalar awam saja dulu
karena belum punya kemampuan untuk merangkum pelbagai jenis sains dan
kurun waktu yg demikian panjang dlm satu narasi utuh/komprehensif.

Trims,
Noel

On 3/21/07, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Mas Noel,

Makasih tanggapannya. Tak ada link (atau ujung linknya ke Maryanto
saja). Kecuali bahwa, terutama sosial, mempunyai simpangan lebar,
deviasi lebar, akurasi yang lebih rendah, di banding data-data
pengukuran GUNA (Gravity, Unified electromagnetic, Nuclear weak and
strong Algorithms). Dari sekian banyak, hampir semua natural evolutions,
mengisyaratkan adanya siklus satuan tahun : 7, 70, 700, .., 7Ga. Dan
data paleomagnetik pada semua skala waktu, dengan keterbatasan data,
akurasi, dan alat yang ada, sudah bisa menunjukkan adanya korelasi 90-95
% dengan pereode itu. Ini menjadi grafik SALAM, yang mengarah ke GUNA
"Grand Unified Natural evolution Algorithm".

Sebenarnya banyak referensi, mulai buku-buku lama tahun sebelum "Orba",
juga Notonegoro, dll, namun belum saya kumpulkan pada satu lembar. Pun
hanya dengan info Mas Noel tersebut, anggaplah akurasi error 1 abad
saja, ini akurasi terbaik mestinya, maka bisa susun menjadi sbb:
1. Dinasti Awal (27 abad SM)
2. Kerajaan Kuno (27-22 abad SM)
3. Kerajaan Tengah (20-17 abad SM)
4. Penjajahan Bangsa Hyksos (1674 -1548 SM)
5. Kerajaan Baru (16-11 abad SM) dst.

Lalu di teruskan, penyerangan Persia, dan Mesir Baru, jatuh pada Abad 7
SM.
Mesir Kuno              Abad 28-21 SM
Mesir Tengah    Abad 21-14 SM
Mesir Akhir             Abad 14-07 SM.
Jadi, anggap saja GUNA berkorelasi dengan evolusi budaya itu sekitar
katakanlah 60 -70 %, lalu, di perbaiki oleh SALAM Calendar, yang
anjurkan akurasi lebih baik, ada pengukuran-penmgukuran sejarah yang
masih perlu di perbaiki akurasinya, ada peristiwa yang tak terlihat
kini, yang di prediksikan oleh GUNA sebagai ada, dst. Begitu singkatnya
Mas Noel.

Nah, ingat stratigrafi, sequence boundary itu, dengan persamaan rumus
elevasi sinusoidal versus waktu, maka sequence boundary, ya perubahan
sejarah budaya itu equivalensinya, ada pada zerocross sea level down. Di
sini perubahan elevasi, atau kecepatan pergerakan muka laut ke bawah,
adalah maksimum. Untuk waktu lain, misal maximum flooding surface, atau
kondisi low stand, keduanya, punya kecepatan perubahan muka laut yang
nol.  Nah ada lagi zerocross-sea level up di tempat lain, di mana
regresi velocity terbesar, elevasi basin tercepat bergerak turunnya,
extensi tercepat. Disini banyak magma dari asthesnosphere yang bisa
keluar lewat celah ke permukaan bumi. Maka ini gempa extesi lempeng akan
terbanyak, ya tsunami itu,  gunung meletus.

Pun, karena secara nature, ada 10 parasequence pada setiap sequence,
jadikan agag sulit mencari lokasi sewaktu maximum velocity itu, ya si
SB. Dan kadang, SB yang di tentukan adalah SB parasequencenya, yakni
satu atau dua parasequence sebelum atau sesudah SB Sequence. Malah
nanti, SB sediiri akan bisa di tentukan di mfs. Juga di LS, juga di TST
"Transgresi system tract".

Ogg, Gradstein, pembuat GTS 2004, juga sering kesulitan menentukan SB.
Misal SB antara Cretaceous/Paleogene(Period Cenozoic) (dulu terkenal
sebagai K/T boundary, dan kini T, Tersier dah ilang). Stage Danian,
61.7-65.5 Ma (stage paling bawah Cenozoic, di GTS 2004), dulu sering di
sebut sebagai ujung atas Cretaceous, bukan bagian Cenozoic.

Terus SB Cretaceous/Cenozoic berapa Ma?
GSSP (Global Boundary Stratotype Section) SB ini adalah batas bawah
Danian, 65,5 +-0,3 Ma. Error ini mesitnya error pengukuran. Sedang
aktual SB bisa lebih tua dari 65,5 Ma. Lalu stage bawahnya, stage
Maastrichtian, dengan batas bawah 70,6 +- 0,6 Ma. Nah, SB akan di antara
70,6 dan 65,5 Ma. Saya, dari banyak analisa grafik evolusi akhirnya
mendapatkan SB ini pada 67,373522 Ma, atau 67.373.522 BC. Dengan harapan
eror kurang dari 1 Ma.

Banyak GSSP, yang masih rawan eror penentuan aktual SB ini. Terutama
juga karena tak mendapatkan singkapan batuan yang di laut terdalam,
tempat ideal penentuan SB.

Nah kalau sosial, kondisi sin8usoidal yang perubahan kontinu, maka akan
bisa di sebut awal-akhir yang lebar diviasinya.

Mulai saja siklus 70 terakhir, di tunjukkan maximum lalu 7 th (3.5 th
sebelum dan 3.5 th sesudahnya):

1. Maximum di th 1912 maximum di cirikan Perang dunia 1.
2. Zerocross down 1930, dicirikan Malaise, global ekonomi jatuh. New
York stack exchange jatuh, di sebut Black Tuesday th 1930. Seratusan
terkaya dunia di Amerika, menjadi banyak jadi miskin, dan 10 terkayanya,
mati jadi gelandangan (Robert Kiyosaki, 2003).
3. Minimum 1947. dicirikan perang Dunia 2.
4. Zerocross-up di th 1965, Komunis jatuh oleh Materialis
5. Maximum di 1982, Middle ZEast war, emabargo minyak, minyak naik dari
5 dolar ke 35 dolar sebarel.
6. Zerocross down di th 2000. Malise, sejak 1997 rupiah terpuruk,
uang-uyang lain teler, imbasnya ke semua ekonomi di semua negara.
7  Minimum di 2017, ada apa ? Pasar bebas menggoncangkan ?
8. Zerocross-up di 2035. Ada apa ?

... dst.

Gimana Mas Noel ? Apa ada komentar ? Mau yang JAWAH, ARIF, SDEKAH, dll ?


Salam,
Maryanto.


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Noel
Pranoto
Sent: Tuesday, March 20, 2007 8:15 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Pararaton 1296 Caka : Bencana "Pagunung Anyar"
dan Sandyakala ning Majapahit

Penasaran karena kebetulan anak saya suka Egyptology. Saya lihat di
buku-buku miliknya periodisasi Mesir Kuno adl sbb:
1. Dinasti Awal (27 abad SM)
2. Kerajaan Kuno (27-22 abad SM)
3. Kerajaan Tengah (20-17 abad SM)
4. Penjajahan Bangsa Hyksos (1674 -1548 SM) 5. Kerajaan Baru (16-11 abad
SM) dst.
Lalu kalau saya coba bandingkan dengan literatur lain (ensiklopedia,
wikipedia, dll) juga tdk berbeda.
Kenapa periodisasi Mesir Kuno punya Mas Maryanto berbeda dan selalu
kelipatan 7? Boleh saya dikirimi link/referensinya?

Salam,
Noel


On 3/20/07, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> O iya Mas.
>
> Maksudnya: Maximum perubahan, th 2000 (range 1997-2004), banyak
> tsunami, sudah 3 kali begitu, 3 siklus 70 th. Dan lalu 9 buah siklus
> (@ 70 th) lalu, atau 630 th lalu, adalah tahun 1367-1374. Nah nongol
> tahun 1374 M itu, menjadi di prediksikan sebagai tahun gempa juga.
> Atau bisa sebagi tahun terjadinya gunung-gunung anyar waktu itu.
Begitukan ?
>
> MYT.
>
> -----Original Message-----
> From: Taufik Manan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, March 20, 2007 4:29 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Pararaton 1296 Caka : Bencana "Pagunung
Anyar"
> dan Sandyakala ning Majapahit
>
> Mas Maryanto ...
>
> Numpang tanya sedikit "Apakah Agip itu sama dengan Egypt ?" yaitu
> Kebudayaan Mesir kuno yang ditandai bagunan Pyramid dan Sphinx serta
> kekuasaan Fir'aun yang terkenal
>
> Salam
>
> TAM
>

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
Noel

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke