Tambahan mas,
Akan lebih baik seandainya interpretasi log didukung oleh oleh data data
permboran seperti yang saya sebutkan di bawah ini:

1. Loss circulation zone. Ini adalah gambaran nyata dari adanya fracture
network yang OPEN. Saya garis bawahi kata OPEN untuk lebih menjelaskan
kondisi fracture yang aktual daripada kita melakukannya dari
resistivity-based image log dimana kita gak bisa mendefine mana yang open
dan mana yang closed. Yang perlu diperhatikan adalah loss circualtion yang
pertama kali terjadi untuk menghindari salah interpretasi terhadap zona zona
yang berada di bawahnya. Loss bisa berlangsung terus menerus yang disebabkan
oleh zona loss yang terus menerus tapi bisa juga oleh zona loss yang pertama
ditemui saja. Nah nanti kalo sampe tahap interpretasi fracture dari image
log, data data diatas harus diperhatikan. Coba buat zonal fracture
berdasarkan data loss kalo ada.

2. Coba perhatikan kembali sample descriptionnya. Minta sama WSG nya untuk
mengambil interval sample menjadi lebih rapat sehingga akan didapatkan
resolusi vertical sample yang padat. Ciri khas OPEN fracture biasanya
ditandainya oleh adanya Crystal Growth yang bagus, entah berupa kurasa
amaupun calcite yang biasanya akan mudah sekali terbentuk kalo ada space
yang terbuka.

3. Coba minta ke Mudlogging company untuk membuat Instan ROP dengan kejelian
sampe tingkat 0.1 meter atau kalo bisa lebih kecil lagi untuk mendapatkan
average ROP yang lebih baik. ROP yang normal biasanya di vaerage untuk
sekitar 1 meter. Biasanya mereka menyimpan data ini masih dalam bentuk time
based di data base mereka. Anda bisa cross check untuk depth dengan melihat
drilling time.

4. Data drilling torque kadangkala bisa membantu identifikasi fracture juga.

5. Biasanya Logging company selalu menggambungkan interpretasi image dengan
dipole sonic untuk interpretasi fracture. Kalo ada data cross dipole shear
dan stoneley wave cukup membantu analisa fracture juga. hati hati dengan
interpretasi data dari resistivity image log yang mendasarkan pada
differential conductivity semata diman antara shale dan fracture bisa
menghasilkan effect yang sama.


ok, met berburu fracture.






On 3/29/07, Sandrya Laksana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Terima kasih sebelumnya Pak Agus, Pak Shofi dan Pak Gde serta rekan2 yg
lainnya atas masukannya.

Mungkin perlu sedikit saya jelaskan masalahnya.
Target formation adalah Quartzite reservoirs yg berumur ordovician.
Formasi ini telah mengalami kurang lebih 5 kali periode structure. Mudah
terlihat oleh 3D seismic main faults (in general thrust faults) dan trend
natural fracture (kata: pak Gde) dibantu dengan software Fraca. Porosity
sangat rendah sekali: 3%. Oleh sebab itu kita menginginkan utk mem-bor sumur
yg kurang lebih mendekati fracture network. Paling tidak kalau pun dari
natural fracture tak mengalir, akan dilakukan fracturation setelah itu.
Satu sumur berhasil dibor pas didekat fracture network dan hasilnya cukup
bagus. Namun karena lemahnya kontrol BOP (kata: pak shofi), blow out lah yg
terjadi.

Untuk menghindari problem yg telah terjadi dan konon dengan UBD bisa
membantu mengurangi biaya pengeboran, mengurangi Skin well bore,
meningkatkan produksi dengan meminimumkan formaiton damange, untuk itu akan
dicoba pilot wells UBD.

Dari quartzite formation yg tebalnya kurang lebih 300m, kita tak bisa
menentukan dimana letak jelasnya bagian yg paling fracture atau berapa
persenkah dia. Harus dilakukan dulu fracture model (dari logs imagery +
analog field + seismic). Paling tidak apabila satu sumur berhasil di lakukan
interpretasi fracture dari log, akan dianalogikan ke sumur lain dimana kira2
yg berpotensial.

Yang diharapkan adalah: disamping engineering data terpenuhi (reducing
skin, improvement productivity) juga geological informasinya dari model
fracture bisa kita buat.

Dari masukan semua rekan2, bisa saya simpulkan bahwa resolusi imagery logs
akan lebih akurat dengn wireline (sulit utk kondisi kita). Alternatif lain
adalah dengan LWD tetapi tentu tidak akan sangat akurat.

Apakah ada dari rekan2 yg tahu success ratio nya: EcoScope dari
Schlumberger ?


sandrya




Kirim email ke