Sepengetahuan saya tidak begitu banyak reservoir yang mengandung glauconite cukup banyak atau significant sehingga mempunyai effek ke resistivity logs, kalaupun ada itu juga jarang2 dijumpai. Tapi mungkin kalau ada temen2 yang pernah kerja di blok-nya bekas ARCO atau BP di L.Jawa sebelah utara jakarta atau jawa barat, disana ada glauconitic sands yang cukup bagus sebagai reservoir & kandungan glauconite-nya cukup significant > 15% (sand-nya berwarna abu2 kehijauan). tapi saya gak tahu berapa resistivity readingnya ?, kalau ada yang punya pengalaman kerja di sana , please share with us.
Alinea kedua yang disebutkan oleh mas INS, betul sekali, yaitu beberapa type mineral halus/clay bertanggung-jawab significantly terhadap rendahnya resistivity readings, seperti smectite & mixed layers. karena mineral2 halus ini mempunyai porosity yang cukup besar sekali & mampu mengcengkeram connate water didalamnya sehingga tidak bisa keluar/mengalir atau disebut sebagai "clay-bond water". Apabila clay-bond water ini salinity-nya tinggi sekali, maka resistivity batuan tsb akan menjadi rendah sekali, biarpun didalam pori2 yang besar (macro pores) mengandung hidrokarbon (minyak ataupun gas). Karena saking banyaknya pori2 halus yang mengandung air asin inilah, dan karena basah, maka secara keseluruhan batuan tsb menjadi bersifat conductive, sehingga kalau ada arus listrik dari resistivity tool yang melewatinya, akan kena pengaruh "short circuit" dari batuan konduktif tsb. Dan arus listriknya cenderung akan melewati/mengalir melalui lapisan2 yang konduktif dan mengabaikan lapisan2 yang resistive (karena mengandung hidrokarbon), sehingga sering kali lapisan2 yang resistive tsb "terlewati" dan tidak terbaca resistivity yang sebenarnya / "true resistivity" oleh resistivity tool itu. Sehingga harga resistivitynya rendah & kalau dipakai untuk menghitung water saturation, akibatnya kelihatan pessimitis sekali atau sw-nya akan tinggi padahal lapisan itu sebenarnya mengandung hidrokarbon yang cukup ekonomis. Selain ada juga karena thin lamination yang menyebabkan resistivity tool vertical resolutionnya tidak mampu memisahkan antara resistivity reading di shale dengan sand-nya, sehingga cenderung untuk di-rata2kan, yang akhirnya akan memberikan resistivity yang tidak sebenarnya (true resistivity). Gara2 pori2 halus itulah, dan juga karena salinity formation water didalam pori2 halus tadi yang sangat tinggi sekali pada contoh low resistivity pay reservoir di tanah arab tadi (email saya sebelumnya), yang mempunyai salinity sekitar 200 k sampai 240 k ppm NaCl, makanya biarpun resistivity-nya rendah sekali (0.3 - 0.4 ohmm), tetapi umumnya menghasilkan water-free production dalam test-nya. Tetapi ada juga yang berisi water dalam tes-nya, karena memang sudah dibawah regional OWC dalam structurenya. susahnya, baik yang water-free production maupun yang water zone, keduanya mempunyai resistivity reading yang sama 0.3- 0.4 ohmm (di water zone-nya kadang2 lebih rendah sedikit yaitu 0.1 -0.2ohmm, tapi itu tidak selalu, tergantung matrixnya juga), jadi tidak bisa membedakan antara kedua reservoir tsb hanya dengan resistivity log-nya, apakah water zone ataukah hidrokarbon zone. Sebetulnya sudah banyak studi yang dilakukan oleh SLB & Western Atlas untuk reservoir tsb, dengan macam2 tool mereka yang canggih2, ada CMR, ada CMR-X, ada LWD-Sigma, ada FMI, ada MRIL, ada DIEL (Di-electric Logging), ada 3DEX, dll. Sekarang SLB punya resistivity tool baru bernama Rt-Scanner yang bisa membaca resistivity dalam 3 dimensi (X-Y-Z) dan outputnya berupa resistivity horizontal dan vertical atau setelah melalui re-processing di computing centernya, bisa menghasilkan output resitivity sand dan shale-nya. Tapi pada dasarnya semua itu ditujukan untuk "melihat" atau menghitung berapa sebenarnya Sw yang sebenarnya. Sampai sekarang teori2 dan pendapat2 baru termasuk perkembangan tool2 baru masih terus berkembang untuk mencapai tujuan tsb diatas. istirahat dululah capek , met wiken .... wass, nyoto On 4/13/07, Sadiarta, INengah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau ada yang punya paper/artikel dimaksud, saya juga mau. Sedikit menambahkan. Glauconite memang kaya akan K dan Fe. K menyebabkan glauconite mempunyai high radioactive response thd gamma-ray log (K) dan Fe menyebabkan kehadiran glauconite berbanding terbalik terhadap harga resisitivity dan berbanding lurus terhadap harga conductivity. Ditambah lagi di alam, pyrite (conductive mineral) sering berasosiasi dengan glauconite. Selain glauconite (biasanya sebagai pelletal grain), kehadiran authigenic clays di dalam batupasir seperti smectite dan mixed-layer illite/smectite (dengan kemampuannya menyerap air) dan kaolinite (mengandung microporosity) juga menyebabkan turunnya resistivity (naiknya conductivity). Pak Gede sudah di Balikpapan? Salam, INS -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 13, 2007 11:19 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Low resistivity in hidrocarbon zone (glauconite?) Pak Hadi, Memang glauconite bertanggung jawab atas rendahnya harga resistivity. Jangan lupa juga kalau si Glauconite ini kaya akan Fe, so pembacaan akan lebih conductive, so Sw >> Kalau mau run NMR monggo saja, karena NMR tidak terpengaruh jenis mineral, si doi ini mengukur pore size/fluid. Maaf, saya kagak punya paper-nya yg berkaitan dgn low resistivity oleh glauconite. -Gde- > Apa tidak mungkin karena salinitas dari air formasinyanya tinggi sekali > Pak sehingga Rw rendah sekali? > Atau karena ada faktor lainnya? Terus kalau pakar2 dari loging service > itu apa pakai juga 'advanced logging' misalnya EPT, PLT, NMR dsb.untuk > konfirmasi 'fluid contentnya'? > Saya masih nantikan tentang kondisi di klastik dari bapak2 semua. > Terima kasih atas sharing infonya Pak Nyoto. > > > nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hanya ingin share aja, tapi gak > menjawab pertanyaan mas hadiyanto. > Saya pernah menemui kasus "low resistivity pay", tetapi bukan di Indo, > melainkan di tanah arab sana. > resisitivitynya memang sangat rendah, yaitu sekitar 0.3 - 0.4 ohmm > (kurang dari 1 ohmm), lithologynya terdiri dari carbonates (argillaceous > limestone). reservoirnya setebal kira2 20 ft terbagi dua bagian dengan > ditengahnya ada bagian yang tight & very shaly. petrographic thin section > menunjukkan ada micro-porosity (clay-silt size pores) & tidak ada > mineral2 yang aneh2, hanya calcite saja dari clay - silt sampai > coarse-sand size. log porosity rata2 20% - 23% (agree dengan core > porosity), waktu ditest (dari beberapa sumur) selalu flow minyak (ada > sebagian campur gas), tapi semuanya tanpa air (water free production), > flow minyak rata2 5000 bopd. reservoir ini bisa dijumpai di beberapa > tempat/fields. pakar2 dari schlumberger & western atlas sudah banyak > yang mempelajari reservoir ini. > > > > wass, > > nyoto > > > > > > On 4/13/07, nhadiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bapak2/Ibu2 ysh, > Mohon bantuannya untuk menjelaskan atau merujukkan artikel/paper tentang > "Low Resistivity Hydrocarbon Zone", > Khususnya pada reservoir klastik yang cukup tebal (bukan karena efek thin > bed atau high angle dipping bed), > Tetapi mungkin lebih karena faktor pengaruh mineral (glaukonit?) > Terimakasih. > > > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check out new cars at Yahoo! Autos. > > > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos. ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.4.0/759 - Release Date: 4/12/2007 7:58 PM -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.4.0/759 - Release Date: 4/12/2007 7:58 PM ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

