Mau share kalo boleh .. ...kali berguna ....sambil nunggu fishing tool yang
lagi stuk ........
Barangkali ada baiknya kita pisah satu satu apa yang menjadi penyebab low
res ini. Tapi sebelumnya satu hal yang harus kita catat bahwa kita harus
melihat semua data (terutama MUDLOG) untuk menghasilkan interpretasi yang
menyeluruh. Total gas, oil show, gas chromatography merupakan titik titik
kunci yang harus kita perhatikan.

Menurut khayalan saya, low resistivity terjadi karena tiga hal:
1. Alat membaca saline water (konduktif),
2. Alat membaca elemen/mineral yang mempunyai konduktifitas tinggi
(konduktor)
3. Resistivity sebagai fungsi dari fluida dan porositas. Artinya pada jenis
fluida yang sama, alat akan membaca resistivity lebih rendah pada porositas
yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada porositas yang sama, saline water akan
terbaca paling rendah dibandingkan dengan hidrokarbon.

1. Shaley effect.
Penyebab low res ini karena kandungan air yang terdapat dalam shale (clay
bound water) cukup significant sehingga kan berpengaruh terhadap beberapa
pembacaan alat alat log:
- GR : akan terlihat shaley dan lebih tinggi dari clean line nya. Coba kalo
punya spectral Gamma Ray, gunakan GR dari Thorium untuk menghitung Vshale
nya. Pengalaman saya cukup memberikan hasil bagus.
- Resistivity : akan tersuppress menjadi lebih rendah karena membaca
claybound yang berlimpah (asumsi claynya dispersed). Untuk laminated shale,
kemungkinan besar akan tersuppress juga mengingat resolusinya Res tool tidak
cukup memadai dibandingkan dengan ketebalan masing masing sand.
- Neutron akan menghasilkan pembacaan yang lebih besar karena membaca
hidrogen index dari claybound water sehingga walaupun gas zone, kemungkinan
adanya cross over N-D menjadi lebih kecil. Saya pernah melihat gas zone yang
tidak ada sama sekali cross over nya tapi sample MDT menunjukkan gas.
- Density terang akan berpengaruh karena bulk volume yang terbaca
terpengaruh oleh volume dari claybound water terutama yang berisi gas. Untuk
oil saya pikir pengaruhnya gak banyak. Untuk perhitungan porosity, saya
sering menggunakan single value dari Density saja. Pengalaman saya hasilnya
pesimis tapi cukup realistis.
- Pendekatan untuk menentukan hidrocarbon dilakukan secara integrated dengan
mudlog. Ada yang sering dilupakan orang yaitu log SP yang seringkali
tersuppress kalo ada hydrocarbon yang sering sekali disebut sebagai
Hydrocarbon Suppression effect. Beberapa kali metoda ini saya gunakan untuk
menentukan zona zona yang berpotential.

2. Effect mineral logam.
Saya tidak punya khalayan untuk efek ini. Tapi saya pikir akan ada beberapa
respon yang cukup mendasar yang bisa kita jadikan pegangan untuk
interpretasi. Resistivity jelas akan drop kalo komposisi mineral mineral
logam ini cukup signifikan dan (relevan ... kata JK)
- Saya belum cek ke library, apakah mineral ini punya densitas yang tinggi.
Logikanya sih begitu ya? coba kita buat apparent porosity dengan anggapan
matriknya pure sandstone (Rho 2.65 gr/cc). Seandanya ada apparent porosity
yang negatif (Rho actual lebih tinggi), maka bisa dipastikan ada apa apanya.
Nah bolehlah mata kita tertuju kesana. Tapi ini harus diinget juga bahwa
kalo matrixnya mengandung shale dengan Rho yang lebih besar dari 2.65 juga
akan berpengaruh dan menghasilkan apparent porosity yang gak beda jauh.
- Apakah efek mineral logam ini berkaitan dengan unsur unsur radioatif
seperti Potassium? sori, belum saya cek, maklum lagi di lapangan .... kalo
iya, silahken di cek di spectral GR nya. Gunakan Thorium aja untuk
perhitungan VShale nya. Kayaknya lumayan bagus.
- Neutron? ... barangkali akan terpengaruh kalo mineral logam ini juga
ternyata mineral yang hidrous juga.

3. Silahken di reka reka sendiri ... just logic and easy things. Hal yang
saya selalu terapkan untuk interpretasi LWD kalo kita cuma punya GR dan Res
saja.

4. Saya sering menggunakan BVW untuk interpretasi apakah water yang ada di
reservoar itu free water atau irreducible water. Shaley sand pasti akan
mengahsilkan Sw yang besar, tapi bukan berarti free water. Analisa BVW
sangat membantu untuk itu ....

Salam ...... silahken berburu HC di low res

Shofi



On 4/13/07, Wirawan, Gde <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 Walaupun NMR tidak terpengaruh mineral/rock type, tapi kelihatannya masih
bisa juga dipengaruhi element Paramagnetic seperti unsur Fe pada glauconite.
Apa iya ini akan mempengaruhi T2 cutoff? mungkin ada yg bisa share punya
pengalaman NMR didaerah Paramagnetic.

Ren, setahu-ku conventional log buat menentukan immovable-moveable
hydrocarbon dr perbandingan Sxo-Sw. BVI?? BVM??CBW??

Tadi malem kagak dateng…?

-Gde-



-----Original Message-----
*From:* Rendhi Iswarajati [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Friday, April 13, 2007 1:26 PM
*To:* [EMAIL PROTECTED]
*Subject:* [iagi-net-l] Balasan: Re: [iagi-net-l] Low resistivity in
hidrocarbon zone (glauconite?)



Sekedar urun rembug untuk pertanyaan Pak Handiyanto,



Kelihatannya Low resitivity ini bisa terjadi karena efek mineral (yang
seperti diutarakan Pak Gde) atau bisa juga terjadi karena adanya  high
salinity water yang melekat pada butiran (bahasa kerennya : bulk volume
water irreducible) pada grain. Hal ini diyakini dapat menyebabkan  nilai
resistivity yang terekam menjadi rendah. Tapi saya tidak tahu apakah ini
yang juga terjadi pada kasus low resistivity pay dari Pak Nyoto yang
diungkapkan sebelumnya.



Saya kurang tau persis bagaimana teknik paling manjur untuk menentukan
besarnya BVI ini dari konvensional log, namun seperti yang diutarakan Pak
Gde sebelumnya, log NMR  bisa membantu memberikan informasi gambaran
distribusi ruang pori dalam reservoar kita sehingga diharapkan kita bisa
mengetahui apa penyebab dari penurunan resistivity di hydrocarbon zone itu,
apakah karena BVI atau penyebab lain.



Mohon diluruskan jika ada kesalahan.

* *

Kirim email ke