Mas Nengah, Trims untuk penjelasannya. Kapan kapan kalo kesana tak mampir. Nanti kalo sudah ada core ya.
On 4/13/07, Sadiarta, INengah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Shofi, Saya ada paper-nya Odin and Matter (1981) berjudul "De glauconiarum origine" yang menjelaskan terbentuknya glauconite (Odin lebih suka menyebutnya Glaucony). Panjang juga kalau ditulis di sini, tapi secara garis besar disebutkan bahwa glauconitic grains bisa berasal dari material asal yang berbeda-beda yang mengalami proses "glauconitization". Odin merangkum pendapat dari beberapa penulis dan pendapat dia sendiri dan mengelompokkannya menjadi empat macam cara terbentuknya glaucony dan tidak begitu diketahui mana yang lebih dominan: 1). Internal moulds atau casts dari fosil-fosil karbonatan (misalnya foraminifera) (Bjerkli & Ostmo-Saeter, 1973). 2), Faecal pellets bisa lempungan atau gampingan dan mengandung bervariasi material organic yang mungkin berasal dari kotoran (coprolites) organisme laut dan mengalami glauconitization. (Moore, 1939; Giresse & Odin, 1973). 3). Biogenic carbonate debris yang sering ditemukan diganti oleh glaucony (Dangeard, 1928; Lamboy, 1974). 4). Mineral grains and rock fragments yang mengalami glauconitization (Cayeux, 1961; Odin, 1972a; Hein, Allwardt & Griggs, 1974). Dalam paper tersebut Odin memperbaharui teori terbentuknya glaucony dengan masih mengacu teori2 di atas ditambah dengan data terbaru hasil pengamatannya, termasuk faktor2 yang mengontrolnya. Untuk kelanjutannya bagi yang berminat silahkan baca di Sedimentology (1981) 28, 611-641 atau kalau kebetulan main ke Cilandak silahkan mampir. Selamat berakhir pekan. Salam, INS ------------------------------ *From:* Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] *Sent:* Friday, April 13, 2007 4:39 PM *To:* [EMAIL PROTECTED] *Subject:* Re: [iagi-net-l] Low resistivity in hidrocarbon zone (glauconite?) Mas Nengah, Bisa beri gambaran bagaimana Glauconite terbentuk? dari uraian anda dibawah tersirat dua genesa. Yang pertama adalah glauconite dari hasil reworked pre-existing rock yang berupa pelet (grain - debris), yang kedua bisa berasal dari cairan yang mengisi rongga rongga forams. Mana yang lebih dominan dan faktor faktor apa yang mengontrolnya? Trims sebelumnya. Shofi On 4/13/07, *Sadiarta, INengah* <[EMAIL PROTECTED]> wrote: De, Kebanyakan glauconite hadir sebagai pelletal grain (debris) di dalam sandstone, tapi kadang-kadang hadir juga sebagai pengisi foram chambers (secondary glauconite). Kehadirannya biasanya kurang dari 10%, tapi pernah juga lihat sandstone dari Timor dengan kandungan glauconite di atas 80% (Green sand). Karena kompaksi, butiran glauconite-nya terdeformasi membentuk pseudomatrix. Grain outline-nya masih bisa diamati karena intergranular pores-nya sebelum kompaksi lanjut diisi oleh dolomite cement. Salam, INS -----Original Message----- From: Wirawan, Gde [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 13, 2007 2:14 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [iagi-net-l] Low resistivity in hidrocarbon zone (glauconite?) Ngah kenken? Ane masih disisi mu. Ngah, masih sering ketemu glauconite bukan dalam bentuk pellet tapi grain atawa debris dalam satu sand body? -Gde- -----Original Message----- From: Sadiarta, INengah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 13, 2007 1:49 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [iagi-net-l] Low resistivity in hidrocarbon zone (glauconite?) Kalau ada yang punya paper/artikel dimaksud, saya juga mau. Sedikit menambahkan. Glauconite memang kaya akan K dan Fe. K menyebabkan glauconite mempunyai high radioactive response thd gamma-ray log (K) dan Fe menyebabkan kehadiran glauconite berbanding terbalik terhadap harga resisitivity dan berbanding lurus terhadap harga conductivity. Ditambah lagi di alam, pyrite (conductive mineral) sering berasosiasi dengan glauconite. Selain glauconite (biasanya sebagai pelletal grain), kehadiran authigenic clays di dalam batupasir seperti smectite dan mixed-layer illite/smectite (dengan kemampuannya menyerap air) dan kaolinite (mengandung microporosity) juga menyebabkan turunnya resistivity (naiknya conductivity). Pak Gede sudah di Balikpapan? Salam, INS -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 13, 2007 11:19 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Low resistivity in hidrocarbon zone (glauconite?) Pak Hadi, Memang glauconite bertanggung jawab atas rendahnya harga resistivity. Jangan lupa juga kalau si Glauconite ini kaya akan Fe, so pembacaan akan lebih conductive, so Sw >> Kalau mau run NMR monggo saja, karena NMR tidak terpengaruh jenis mineral, si doi ini mengukur pore size/fluid. Maaf, saya kagak punya paper-nya yg berkaitan dgn low resistivity oleh glauconite. -Gde- > Apa tidak mungkin karena salinitas dari air formasinyanya tinggi sekali > Pak sehingga Rw rendah sekali? > Atau karena ada faktor lainnya? Terus kalau pakar2 dari loging service > itu apa pakai juga 'advanced logging' misalnya EPT, PLT, NMR dsb.untuk > konfirmasi 'fluid contentnya'? > Saya masih nantikan tentang kondisi di klastik dari bapak2 semua. > Terima kasih atas sharing infonya Pak Nyoto. > > > nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED] > wrote: Hanya ingin share aja, tapi gak > menjawab pertanyaan mas hadiyanto. > Saya pernah menemui kasus "low resistivity pay", tetapi bukan di Indo, > melainkan di tanah arab sana. > resisitivitynya memang sangat rendah, yaitu sekitar 0.3 - 0.4 ohmm > (kurang dari 1 ohmm), lithologynya terdiri dari carbonates (argillaceous > limestone). reservoirnya setebal kira2 20 ft terbagi dua bagian dengan > ditengahnya ada bagian yang tight & very shaly. petrographic thin section > menunjukkan ada micro-porosity (clay-silt size pores) & tidak ada > mineral2 yang aneh2, hanya calcite saja dari clay - silt sampai > coarse-sand size. log porosity rata2 20% - 23% (agree dengan core > porosity), waktu ditest (dari beberapa sumur) selalu flow minyak (ada > sebagian campur gas), tapi semuanya tanpa air (water free production), > flow minyak rata2 5000 bopd. reservoir ini bisa dijumpai di beberapa > tempat/fields. pakar2 dari schlumberger & western atlas sudah banyak > yang mempelajari reservoir ini. > > > > wass, > > nyoto > > > > > > On 4/13/07, nhadiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bapak2/Ibu2 ysh, > Mohon bantuannya untuk menjelaskan atau merujukkan artikel/paper tentang > "Low Resistivity Hydrocarbon Zone", > Khususnya pada reservoir klastik yang cukup tebal (bukan karena efek thin > bed atau high angle dipping bed), > Tetapi mungkin lebih karena faktor pengaruh mineral (glaukonit?) > Terimakasih. > -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.4.0/759 - Release Date: 4/12/2007 7:58 PM
-- Salam hangat Shofi

