Rekan-rekan Gems-Lovers IAGI yang budiman,

Bulan Maret 2007 yang lalu , mang Okim kedatangan  seorang tamu Jepang 
berpostur pendek, kekar, dan berwibawa. Kata pengawalnya , dia adalah seorang  
Profesor di bidang Karate yang diundang khusus oleh organisasi karate nasional  
yang berkedudukan di Jakarta. Cukup fasih berbahasa Indonesia, dia selalu 
datang dengan mobil baby-benz mewah berwarna hitam.

Pada kedatangannya yang pertama, Pak Profesor yang memakai cincin emas 
berhiaskan batu merah dikelilingi "berlian" zircon,  minta mang Okim untuk 
memeriksa 2  batu merah lepasan yang beratnya  masing-masing sekitar 20 karat ( 
4 gram ). Pak Profesor yakin  bahwa batu merah yang konon baru dibelinya adalah 
pigeon blood ruby atau mirah delima berwarna darah merpati ( sangat mahal !).

Kedua  batu  yang mang Okim periksa memiliki kekerasan sekitar 9 skala Mohs, 
translusen mendekati transparan, berat jenisnya 3,4, dan memancarkan cahaya 
merah menyala di bawah sinar ultra violet. Dengan pembesaran 40 kali, kabut 
putih seperti kapas yang tampak nyata  dengan mata bugil ternyata merupakan 
kumpulan gelembung udara berukuran mikron. Inklusi mineral tidak ditemukan. 
Kesimpulannya adalah Mirah Siam  Kapas atau  Cotton Siamese Ruby  yang tak lain 
adalah synthetic ruby.

Mendapatkan kenyataan tersebut, Pak Profesor dan pengawalnya tampak sangat 
kecewa . Hal ini bisa dimaklumi karena kedua batu  merah tersebut pastilah 
dibeli dengan harga mahal. Apakah Pak Profesor kapok ? Ternyata tidak ! Dua 
minggu kemudian , Pak Profesor dengan pengawal dan mobil yang sama datang lagi 
membawa sebuah liontin dan sebuah cincin  dengan batu merah yang dikelilingi 
berlian kecil-kecil ( lihat foto di bawah ). Kata pengawalnya, untuk  
mengikatnya saja Pak Profesor telah mengeluarkan ongkos lebih dari 20 jutaan 
rupiah. Tanpa basa-basi, Pak Profesor langsung minta mang Okim memeriksa 
batunya ( tanpa dilepas dari ikatannya ). Hasilnya ternyata tidak berbeda 
dengan sebelumnya, keduanya adalah synthetic ruby. Rekan-rekan bisa bayangkan 
betapa marahnya Pak Profesor dan pengawalnya. Mang Okim sendiri siih hanya bisa 
menasehatinya untuk periksa sebelum membeli.

Kasihan juga ya Pak Profesor kita. Keahliannya di bidang karate ternyata tak 
mampu menolongnya dalam pembelian batu merah. Semoga rekan-rekan Gems-Lovers 
IAGI bisa lebih berhati-hati kalau berhasrat membeli batumulia. Bawalah loupe 
10 X dan senter khusus  untuk meriksa inklusi dalam batu . Kalau tidak, maka 
jangan kecewa kalau batumulia yang dibeli ternyata palsu ( mang Okim pernah 
ngalami lho, tanpa bawa perlengkapan , beli batu kecubung di Jl. ABC Bandung 
dan setelah diperiksa di rumah ternyata palsu ).

Sekian dulu ya, semoga bermanfaat.

Salam batumulia, mang Okim.


FOTO : Cincin berhiaskan berlian dan synthetic ruby. 


<<attachment: SYNTHETIC_RUBY_RESIZED.jpg>>

Kirim email ke